Pigmen Membuat Dunia Makhluk Hidup Menjadi Penuh Warna

Oktober 25, 2010 2 komentar

Author: Suhadi

Read this article in English Version at Scienceray.com. Saat berjalan-jalan di sebuah taman bunga, kita bisa melihat aneka warna padanya. Lihatlah, daun-daun hijau berseri, bunga-bunga aneka warna: merah; kuning; oranye; biru; ungu; dsb. Belum lagi jika kita beruntung, kita bisa melihat berjenis-jenis kupu-kupu  mengisap madu bunga dengan sayapnya yang indah, juga barangkali aneka burung dengan bulu-bulu berwarna mereka sedang berkicau di dahan dan ranting. Tahukah kamu mengapa dunia makhluk hidup menjadi penuh warna?

sumber: birdsasart.com

Bersyukurlah karena Tuhan telah menciptakan beragam spesies makhluk hidup dengan membawa  (punya kemampuan membuat) suatu zat di bagian tubuhnya sehingga dunia kita menjadi begitu berwarna. Ya, terima kasih karena Tuhan telah memberikan beragam pigmen pada makhluk-makhluk hidup tersebut.

Apakah pigmen itu? Pigmen adalah suatu zat yang mengubah warna cahaya yang dipantulkannya, sebagai hasil dari absorpsi (penyerapan) terhadap cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Sebenarnya pigmen bisa terdapat pada benda tak hidup juga bisa terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Di alam, ternyata beberapa zat mampu secara selektif menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Nah, di dalam tubuh (bagian tubuh) yaitu di dalam sel-selnya, makhluk hidup yang mempunyai warna tertentu itu terkandung zat tertentu yang disebut sebagai pigmen tadi.

Banyak sekali jenis-jenis pigmen yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Berbagai bagian tubuh makhluk hidup sangat kaya akan pigmen, misalnya mata, kulit, bulu, atau rambut, di mana pada bagian-bagian tubuh itu kita dapat menemukan pigmen melanin yang terdapat dalam sel khusus yang disebut kromatofor. Igmen melanin berfungsi untuk melindungi bagian-bagian tubuh tersebut dari sinar ultraviolet.

Pada banyak hewan dan manusia kita menemukan darah yang berwarna merah. Warna merah pada darah ini dikarenakan adanya kandungan pigmen yang disebut hemoglogin. Fungsi pigmen ini adalah Baca selanjutnya…

Iklan

Tips Untuk Pelajar: Cara Membuat Catatan Yang Baik

Oktober 22, 2010 5 komentar

Author: Suhadi
Setiap hari, saat belajar di sekolah, kamu tentunya selalu berusaha mendengarkan dengan baik setiap penjelasan yang diberikan oleh gurumu. Kemudian, kamu akan membuat catatan serapi dan sebaik mungkin yang merekam setiap penjelasan penting dari gurumu. Catatan yang baik akan membuatmu mudah mengingat kembali penjelasan-penjelasan guru. Sedangkan catatan yang jelek, berefek sebaliknya. Lalu, bagaimanakah cara membuat catatan yang baik?
Berikut ini akan saya berikan sebuah tips tentang cara membuat catatan untuk pelajaran sekolah yang baik.
Langkah 1
Dengarkan dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan guru. Perhatikan setiap penekanan yang diberikan. Guru-guru biasanya selalu memberikan penekanan berkaitan materi pelajaran mana yang penting. Beliau mungkin akan berkata:
“Perhatikan, ini sangat penting…”
“Lihat baik-baik, Bapak akan menjelaskan skema…..”
“Tolong diingat, bahwa…..” dan sebagainya.
Nah, bagian-bagian penjelasan macam itu jangan sampai terlewatkan untuk dicatat. Memang tak mungkin untuk mencatat setiap kata-kata yang merupakan penjelasan pelajaran dari gurumu, tapi sangat penting Baca selanjutnya…

Tips Untuk Pelajar: Daftar Agenda Kegiatan

Oktober 10, 2010 2 komentar

Author: Suhadi

Make use of time,  let not advantage slip. (William Shakespeare)

Ilustrasi 1:

“Aduh gimana nih, aku lupa bawa buku PR matematika, padahal hari ini dikumpul kan?”

Ilustrasi 2:

“Stress aku, banyak banget tugas yang numpuk. Besok PR IPA harus dikumpulkan, belum lagi baca buku Bahasa Inggris, kan ada ulangan juga, mana sore ini ada janji harus kerja kelompok untuk membuat prakarya dari bahan limbah lagi.”

Ilustrasi 3:

“Susah sekali ulangan Bahasa Indonesia tadi, Aku tak baca bukunya. Aku sama sekali lupa kalau hari ini kita punya janji ulangan sama Bu Fatma.”

Pernahkah kamu mengalami kejadian seperti tiga buah ilustrasi di atas? Atau jangan-jangan kamu malah sering mengalaminya? Sukur deh, kalau kamu tak pernah punya pengalaman seperti ketiga ilustrasi di atas.

Nah, bagi kamu yang pernah sesekali mengalami hal tersebut, mungkin masih berada dalam kisaran wajar. Tapi kalau terlalu sering mengalaminya, itu berarti kamu kurang bisa memanajemen kegiatan kamu. Yap, jika kamu sering mengalami masalah-masalah macam itu, berarti kamu butuh tips sederhana berikut ini.

Kali ini, saya akan memberikan tips bagaimana cara memanajemen kegiatan yang harus kamu lakukan sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar sesuai tenggat waktu yang ada dan sesuai dengan tingkat urgensi kegiatan-kegiatanmu. Cara termudah untuk mengatasi masalah manajemen atau pengaturan kegiatan harianmu adalah dengan membuat DAFTAR AGENDA KEGIATAN. Untuk lebih jelasnya ikuti langkah-langkah berikut.

Pertama:

Luangkan 5 sampai 10 menit waktumu sesaat sebelum tidur pada malam hari. Ingat-ingatlah, tugas atau kegiatan apa yang harus kamu lakukan untuk besok hari. Semua orang pasti tahu tugas-tugas atau kegiatan yang harus dilakukannya, jadi dengan mudah kamu akan dapat merinci seluruh tugas atau kegiatan yang harus kamu lakukan besok atau beberapa hari ke depan. Baca selanjutnya…

Tips untuk Guru: Memilih Sumber Belajar

Oktober 8, 2010 7 komentar

Author: Suhadi

We are students of words: we are shut up in schools, and colleges, and recitation-rooms, for ten or fifteen years and come out at last with a bag of wind, a memory of words, and do not know a thing. (Ralph Waldo)

Kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang berhasil dengan baik, seringkali dalam pelaksanaannya mengandalkan penggunaan sumber belajar yang tepat atau sesuai, tidak melulu berupa ceramah dengan hamburan kata-kata dari sang guru. Sumber belajar yang sesuai, saat digunakan dalam KBM akan memberikan manfaat seperti: (1) Memberikan dorongan kepada siswa terhadap pembelajaran karena dapat menarik perhatian dan merangsang minat mereka; (2) Pengalaman belajar yang diperoleh siswa menjadi lebih bermakna dan membuat mereka terlibat secara langsung; (3) Dapat memberikan andil dalam pembentukan sikap dan pengembangan apresiasi siswa terhadap pembelajaran dan terhadap guru; (4) Dapat memperjelas dan memberikan ilustrasi yang lebih baik serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatihkan keterampilan bekerja.

Ada beragam sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru dalam KBM, misalnya: (1) sumber nyata, yang dapat berupa pembicara tamu, benda dan alat, model dan tiruan benda asli; (2) bahan tak terproyeksikan (dwimatra), seperti lembaran kertas bercetak, papan tulis atau kartu peraga, diagram, bagan, grafik, foto objek, dan alat bantu kerja; (3) rekaman suara, dapat berupa rekaman dalam kaset, rekaman dalam cakram atau disc; (4) gambar diam yang diproyeksikan, dapat berupa slide, lembaran transparan-OHP, program komputer; (5) gambar bergerak yang diproyeksikan, dapat berupa film, rekaman video; (6) kombinasi media, yang dapat berupa kertas bercetak dan kaset suara, slide dan kaset suara, komputer interaktif dan cakram/disc, presentasi dengan program power point atau flash.

sumber: coin-ced.org

Dengan beragamnya sumber belajar yang mungkin tersedia, maka seorang guru harus bisa memilih sumber belajar yang tepat untuk KBM yang akan dilaksanakannya. Setidaknya, ada 3 cara yang lazim digunakan oleh guru untuk memilih sumber belajar, yaitu: Baca selanjutnya…

Tipes dan 24 Wajah Billy

September 28, 2010 11 komentar

Author: Suhadi

Sudah belasan hari ini saya kolaps tak berdaya. Saya sedang sakit tipes atau demam tifoid (catatan: tipes atau demam tifoid tidak sama dengan penyakit tifus). Sungguh penyakit yang membuat saya teramat menderita. Selama beberapa hari ini saya berjuang menahan sakit kepala yang tak pernah mereda, perut yang perih, mual lalu muntah, demam lalu kedinginan, dan seluruh badan yang terasa sakit. Sebelum pemeriksaan darah di laboratorium, pengobatan yang diberikan dokter sepertinya tidak ada efeknya sama sekali, walaupun ketika ditanya istri saya, saya selalu berkata kepadanya kalau saya sudah merasa lebih baikan. Padahal, kepala saya melulu sakit.

sumber: dokumen suhadinet

Hasil tes darah itulah yang telah menunjukkan bahwa saya telah positif terinfeksi bakteri Salmonella – Typhi O, Salmonella P – Typhi AO, Salmonella P – typhi BO, dan Salmonella Typhi H. Bakteri jahat ini , menurut informasi yang saya peroleh dari sana-sini, biasanya berasal dari makanan-minuman atau peralatan makan yang tidak bersih, lalu menyebabkan infeksi di usus halus. Bakteri ini kemudian terbawa bersama aliran darah. Salmonella berkembangbiak terutama di hati dan limpa, kemudian dari kedua organ ini bakteri masuk kembali ke peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, utamanya kelenjar limfoid di usus halus. Akibatnya menyebabkan usus halus terluka, bahkan bisa terjadi kebocoran usus (Wah ngeri juga! Mudah-mudahan usus halus saya belum bocor).

Terimakasih pada hasil tes laboratorium yang membantu diagnosa menjadi lebih pasti dan, tentu saja 2 butir kapsul cacing yang dibawakan seorang guru saya waktu di SMP yang kini jadi kolega saya (kini saya dapat tambahan lagi kapsul cacing dari tetangga dan kerabat dekat istri saya). Berkat itu semua dan do’a orang-orang yang menyayangi dan mencintai saya, kini kondisi saya sudah mulai membaik.

Berhari-hari sakit kepala yang tak pernah berhenti barang lima belas menitpun, dan tidak enak badan plus perasaan mual dengan isi perut yang terasa bergolak, membuat saya tak bisa apa-apa. Kini, setelah agak baikan saya tanpa sengaja terpandang pada sederet buku-buku koleksi saya di atas rak sebuah lemari. Lagi tak ada bacaan, dan rasanya sepi sekali di rumah. Cuma berbaring dan duduk-duduk saja. Saya ambil salah satu novel yang sudah sangat lama saya beli tapi belum saya selesaikan membacanya karena pada waktu dulu terasa kurang sreg dengan banyaknya kata-kata “nggak” dalam novel tersebut. Saya telah mengambil “24 Wajah Billy” yang merupakan terjemahan dari “The Minds of Billy Milligan”, sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata Billy Milligan karya Daniel Keyes. Buku yang saya pegang tersebut adalah cetakan ke VI tahun 2007, diterbitkan oleh Penerbit Qanita PT Mizan Pustaka.

Saya ingat, dulu saya membelinya karena tertarik melihat judul dan covernya. Nyatanya, setelah membaca sekitar 100 halaman saya berhenti karena kurang suka dengan kalimat-kalimat terjemahannya, utamanya pada banyaknya kata “nggak” di dialog-dialog dalam novel tersebut.

Perlahan-lahan dengan sedikit rasa pening di kepala saya mulai membaca, tidak lagi dari depan karena saya malas melakukannya dan rasa-rasanya masih bisa mengingat-ingat ceritanya yang telah saya baca dulu, langsung saya bergerak ke arah halaman yang ada penandanya yang ternyata persis masih terletak di mana saya dulu berhenti membacanya. Halaman demi halaman saya ikuti. Saya coba mengenyahkan rasa tak nyaman Baca selanjutnya…

Tips untuk Guru: Konsentrasi Belajar Siswa

September 4, 2010 5 komentar

Author: Suhadi

Concentration and mental toughness are  the margins of victory. (Bill Russell)

“Huh, aku tak dapat berkonsentrasi!”

“Konsentrasiku buyar! Pikiranku melayang ke hal-hal lain di luar materi pelajaran.”

Salah satu masalah yang sering dihadapi siswa dalam belajar adalah masalah konsentrasi. Ya, merka tidak dapat berkonsentrasi. Bukan hal yang asing, bila banyak siswa mengkambinghitamkan ‘konsentrasi’ sebagai penyebab rendahnya hasil belajar yang mereka capai. Sebegitu penting ‘konsentrasi’ dalam proses belajar seseorang, sehingga ia dapat dianggap sebagai prasyarat untuk terjadi proses belajar pada diri seseorang (siswa).

Apakah konsentrasi itu?

Konsentrasi adalah suatu kemampuan atau kondisi di mana seseorang dapat mengarahkan pikirannya pada hal-hal yang sedang dihadapinya, misalnya dalam hal mempelajari suatu materi pelajaran.

Sebenarnya, setiap orang mampu berkonsentrasi. Hanya kadang-kadang kemampuan itu hilang atau menurun.  Anda mungkin pernah ‘lupa waktu’ dan kehilangan kontrol terhadap apa saja yang terjadi di sekeliling Anda pada saat sedang melakukan sesuatu. Lalu, tiba-tiba Anda tersadar, bahwa Anda telah begitu terfokus pada suatu hal dan mengabaikan yang lainnya tadi. Nah, itu adalah suatu bukti dan contoh bahwa Anda dapat berkonsentrasi dengan baik.

Tapi sebaliknya, Anda pernah pula mencoba memusatkan perhatian dan pikiran Anda pada suatu hal, tapi pada kenyataannya, pikiran dan perhatian Anda mengembara ke mana-mana. Ini adalah contoh dan juga bukti bahwa Anda dapat kehilangan konsentrasi.

Hal yang terjadi pada Anda seperti dideskripsikan di atas juga dapat dan sering terjadi pada siswa. Itulah mengapa sebabnya kita perlu melatihkan dan memfasilitasi konsentrasi untuk mereka sehingga proses belajar mereka menjadi lebih efektif.

Kemampuan siswa dalam berkonsentrasi akan sangat bergantung pada beberapa faktor, diantaranya:

(1) komitmen;

(2) antusiasme terhadap tugas;

(3) keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki untuk mengerjakan tugas;

(4) keadaan fisik dan emosional siswa;

(5) keadaan psikologis siswa; dan

(6) lingkungan belajar.

Beberapa hal yang dapat dilakukan guru untuk melatihkan dan memfasilitasi konsentrasi pada siswa misalnya:

Pertama:

Ajak siswa untuk selalu bersikap antusias terhadap tugas-tugas yang diberikan. Hal ini dapat dibantu oleh guru dengan memberikan tugas-tugas pembelajaran yang menyenangkan dan menantang, serta dalam jangkauan anak untuk dapat menyelesaikannya.

Kedua:

Yakinkan siswa bahwa mereka mampu mengerjakan tugas pembelajaran yang diberikan. Bagaimanapun, rasa percaya diri sangat mempengaruhi kesuksesan anak dalam belajar. Dan, dengan percaya bahwa Baca selanjutnya…

Motivasi Belajar: Untukmu Guru yang Mulai Frustasi dan Putus Asa

September 1, 2010 3 komentar

Don’t try to fix the students, fix our selves first. The good teacher makes the poor student good and good student superior. When our student fail, we, as teachers, too, have failed. (Marva Collins).

Jika Anda seorang guru atau paling tidak Anda pernah mengajar, Anda pasti akan tahu bagaimana rasanya memandang wajah siswa-siswa yang tak termotivasi untuk belajar. Menyebalkan dan bikin frustasi. Seringkali kita ingin sekali mendekat kepada mereka lalu membisikkan kata-kata macam ini (atau bahkan berteriak?), “Saya menyerah. Saya tak tau lagi harus bagaimana. Saya sama sekali tak bisa memotivasi kamu untuk belajar!”

Saat Anda merasa sudah seperti ini (dan pasti Anda akan atau bahkan sudah dan sedang merasakannya, jika Anda adalah seorang guru), adalah sangat penting untuk selalu mengingat bahwa bagi siswa, pembelajaran kita hanyalah sebagian kecil komponen dalam kehidupan mereka (Luce, 1990). Ingatlah bahwa mereka juga mengikuti mata pelajaran yang lain dengan guru-guru yang lain, punya banyak PR, harus ikut kursus atau les, berteman, bermain, berorganisasi, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tertentu, dan bahkan mungkin bekerja sepulang sekolah. Singkat kata, mereka selalu terlibat dalam kehidupan yang amat kompleks yang akan berimbas pada berapa banyak energi dan atensi yang dapat mereka berikan pada pembelajaran kita.

Satu lagi, adalah sangat penting untuk selalu mengingat  bahwa ada suatu kenyataan tentang keterbatasan guru untuk memotivasi siswa untuk belajar. Tetapi, ingatlah selalu untuk terus berupaya sekuat kemampuan kita. Mungkin suatu waktu kita dapat merasa frustasi, lelah, dan ingin menyerah. Setiap saat, setiap kesempatan, ada sangat banyak jenis tekanan yang dapat menjatuhkan dan melemahkan motivasi belajar siswa. Jika kita selalu berupaya sebaik mungkin untuk memotivasi mereka untuk terus belajar, yakinlah seumur hidup mereka, mereka takkan pernah melupakan upaya Anda.

Luce, Ronald W. (1990). Motivating the Unmotivated. Innovation Abstracts. Center for Excellent in Teaching.