Arsip

Posts Tagged ‘buku’

Sastra Lisan Banjar Hulu dan Fahrurraji Asmuni

November 3, 2009 19 komentar

buku-fahrurraji-asmuniAuthor: Suhadi

Laki-laki bersahaja itu bernama Fahrurraji, dan lebih dikenal di kalangan para sastrawan Amuntai dengan nama Fahrurraji Asmuni.Tetapi di balik kebersahajaan penampilan lulusan S1 FKIP Universitas Lambung Mangkurat Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) tersimpan minat dan gelora semangat terkait dunia tulis-menulis. Beberapa kali saya bercakap-cakap dengan guru senior di SMAN 1 Amuntai tersebut, telah memberikan kesan tersendiri kepada saya, betapa beliau adalah pribadi yang amat menyenangkan. Mula keakraban kami terjalin saat setahun yang lalu saat beliau mengomentari penampilan saya sebagai pemakalah di sebuah seminar untuk guru. Di antara ratusan peserta, beliau ternyata diam-diam menyelinap sebagai peserta. Kata beliau, “Kamu kok jauh beda dengan penampilanmu di blog, ya?” //Hiii..hii baru tau, Pak Fahrurraji Asmuni kalau foto-foto yang saya pajang di blog penuh trik airbrush dari photoshop. “Emang kenapa, Pak Fahrurraji, penampilan saya sekarang?”// “..Ngggnggg…. gak..gak papa, gantengan yang di depan saya daripada yang di blog! Bener  lho! Sumpah!// Ha..ha….//

Terakhir, dalam kesempatan rehat saat kami sama-sama memberikan tutorial pada perkuliahan mahasiswa Universitas Terbuka UPBJJ Banjarmasin di Pokjar Amuntai, beliau menghadiahi saya sebuah buku terbaru beliau yang bertajuk: “Sastra Lisan Banjar Hulu untuk Pelajar dan Umum” . Buku setebal 96 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit dan Toko Buku Hemat tersebut memuat banyak penjelasan mengenai berbagai jenis sastra lisan Banjar Hulu. Sesuai dengan peruntukannya, buku ini memang layak dimiliki para generasi muda dan masyarakat umum, utamanya yang dari etnis Banjar sendiri agar mengenal berbagai jenis sastra lisan yang kini sudah mulai menghilang dari pentas budaya. Adalah kondisi yang sangat menyedihkan jika kenyataan sekarang menunjukkan berbagai sastra lisan yang ada di tanah Banjar mulai menghilang karena  tergerus modernisasi. Sastra lisan Banjar Hulu perlu untuk dilestarikan, sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang mencirikan Suku Banjar. Sastra lisan Banjar Hulu adalah sebentuk ragam identitas yang kini mulai—atau bahkan telah—tercerabut dari budaya  Suku Banjar. Baca selanjutnya…

Iklan

Qaisra Shahraz-Perempuan Suci (The Holy Woman)

September 9, 2009 19 komentar

perempuan suci-coverAuthor: Suhadi

Tak terlalu banyak novel bagus yang saya baca (alamak! sombong sekali kau!), dengan kemampuan mampu mengaduk-aduk perasaan saya sehebat Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata (buku 1 yang banyak bercerita tentang pendidikan kita) lebih dari setahun yang lalu hingga akhirnya sekitar seminggu yang lalu saya membaca Perempuan Suci  (versi aslinya: The Holy Woman) karya Qaisra Shahraz. Novel ini—yang sebenarnya sudah tahun 2006 lalu diterbitkan—merupakan sebuah novel yang  luar biasa. Dari belasan (puluhan?) novel yang saya baca belakangan ini, hanya novel ini yang benar-benar mampu menggugah rasa dan menimbulkan decak kekaguman sementara saya membolak-balik halaman-halamannya.  Ha..ha.. padahal pada awalnya saya tak suka covernya, telah lama saya melihat novel ini tergeletak di toko buku tempat saya biasa berbelanja buku, hanya karena saya merasa kecewa setelah sebelumnya membeli beberapa novel dari pengarang dalam negeri yang tak memberi greget apa-apa. Keterbatasan pilihan novel yang dijual di kota kecil Amuntai-lah yang membawa saya pada putusan meraihnya dari rak beberapa waktu yang lalu.

Perempuan Suci ternyata adalah karya pertama berwujud novel dari  Qaisra Shahraz. Novel ini benar-benar membuat saya ikut hanyut saat meresapi setiap kata dari dialog masing-masing tokohnya. Penulis kelahiran Pakistan yang kini tinggal di Manchaster ini memang hebat merangkai dialog. Suatu hal yang saya sangat kesulitan melakukannya dalam upaya belajar menulis fiksi. Semua dialog benar-benar logis dan mampu memunculkan konflik yang memberi kesan natural dalam imajinasi saya,tidak dibuat-buat, memunculkan karakter tokoh yang berdiri tegas dengan keunikannya masing-masing. Seluruh karakter tokoh yang ditampilkan dalam novel  setebal  517 halaman ini merupakan sebuah kekuatan tersendiri.

Ketika menggarap dialog-dialog para tokoh, yang menurut saya merupakan salah satu keunggulan lain novel ini, Qaisra Shahraz melakukannya dengan teramat baik. Jalinan kata-kata yang dipilih mampu—setelah memunculkan konflik, membentuk karakter para tokoh—sebagai sarana untuk penyelesaian konflik yang cerdas.

Membaca novel ini, bagi saya yang di tahun 2000-2005-an adalah penikmat sejati film-film romantik Bollywood (cieee….) Baca selanjutnya…

Kopi Darat dengan Para Penulis Hebat

Desember 22, 2008 28 komentar

Author: Suhadi

 

Hari Minggu yang lalu (21 Desember 2008) adalah hari istimewa. Saya menyempatkan untuk ke Banjarbaru, bertemu Sang Motivator Menulis, Pak Ersis Warmansyah Abbas. Saya berangkat jam 05.30 dari rumah. Sehabis shalat shubuh. Maklum, untuk ke Banjarbaru saya perlu sekitar 4 jam perjalanan.

 

“Janji ketemu Pak EWA jam 10.00”, demikian kata Taufik lewat SMS sehari sebelumnya. Akhirnya, pukul 09.40 sampai juga saya di gerbang batas kota Martapura-Banjarbaru. Sesuai perjanjian dengan Taufik, saya turun dari angkutan umum di sana, lalu bersama-sama Taufik akan berangkat naik motor ke rumah Pak Ersis.

 

Benar saja, Taufik memang on time. Pas saya turun, lalu mencoba menghubungi Taufik, eh dia sudah ada di sana. Tak perlu tengok kanan kiri untuk memastikan Taufik (barangkali juga dia, untuk mengenali saya), dengan segera saya segera mengenalinya. Gak beda dengan avatarnya di blog. Ternyata Taufik ingin mengajak saya mampir dulu di rumah mertuanya yang purnawirawan tentara. Saya ikut saja dengan hati senang. Di bawah langit Martapura yang mendung kami tiba di sebuah rumah besar yang bersih dan asri. Rupanya keluarga Pak Taufik dan saudara-saudaranya yang lain biasa berkumpul di sana setiap hari libur. Senang sekali mengamati si kembar Faiz dan Faqih, putera Pak Taufik yang berusia tiga tahunan. Semuanya harus sama. Kalau beda dikit, mereka bisa ”bergulat”. Sungguh keluarga yang hangat. Pada cuaca yang dingin itu, saya diundang untuk mencicipi rawon. Rejeki… saya tak pernah nolak. He..he… (Tapi maaf Pak Taufik, sebenarnya saya kemarin makannya agak dipaksakan: jujur, saya tak suka makan rawon :mrgreen: ).

  Baca selanjutnya…

Kegiatan Membaca Menjadi Budaya Guru dan Siswa Kita. Mungkinkah?

November 16, 2008 20 komentar

Author: Suhadi

 

Membaca adalah suatu proses untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan dengan menggunakan indera mata dari sesuatu yang ditulis. Bahan bacaan atau sesuatu yang ditulis tadi dapat berupa bahan bercetak di atas kertas seperti buku, novel, majalah, koran, atau dapat juga melalui media layar komputer seperti internet, dsb. Kegiatan membaca sangat bermanfaat jika dilakukan, apalagi bila membudaya. Banyak hal bisa diperoleh dari membaca. Melalui membaca, siswa bisa menggali bakat dan potensi mereka, memacu peningkatan daya nalar, melatih konsentrasi, peningkatan prestasi sekolah, dll. Mengingat begitu banyak hal yang bisa siswa peroleh dari kegiatan membaca, adalah sangat penting bagi semua pihak untuk mendorong terciptanya suatu budaya membaca pada diri siswa.

 

Kita semua telah mahfum bahwa guru adalah komponen sekolah yang hampir setiap saat paling erat bertalian dengan siswa. Guru sebenarnya merupakan salah faktor penting yang dapat mempengaruhi budaya membaca pada siswa. Suka atau tidak, siswa akan menjadikan guru sebagai teladan dan sebagai profil yang menjadi acuan tindakan mereka. Sampai saat ini kegiatan membaca bagi guru sendiri, masih merupakan kegiatan yang belum menjadi budaya. Tanyalah guru di sekeliling kita, berapa banyak buku (selain buku pelajaran yang dia punya), yang telah dibacanya dalam tiga atau enam bulan yang lalu? Tiga buku? Dua buku? Satu Buku? Saya yakin, banyak guru yang sudah lama tidak membaca buku, selain buku pelajaran. Memang, ada banyak hambatan bagi guru atau siswa sehingga membaca susah untuk membudaya. Belum bisa merasakan kenikmatan dan manfaat membaca, pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu menarik minat semua kalangan, serta daya beli buku yang kurang adalah hal-hal yang dapat menghambat tumbuhnya budaya membaca. Baca selanjutnya…

Kategori:bahan bacaan Tag:,

Lagi-Lagi, Kiriman Buku dari Sang Motivator Menulis: Pak Ersis Warmansyah Abbas

Oktober 31, 2008 35 komentar

Cihuyy!!!! Saat pulang ke Sungai Sandung setelah beberapa malam menginap di rumah mertua, saya mendapati sebuah amplop bersampul coklat di atas meja. Pasti ibu saya yang menaruhnya di sana. Tertera nama dan alamat Pak Ersis Warmansyah Abbas sebagai pengirim. Melihat bentuknya yang tersamar di dalam amplop itu, saya yakin sekali bahwa benda yang dikirimkan motivator menulis ini adalah sebuah buku.

Breettt!!! Sampul amplop saya sobek dan saya keluarkan isinya. Oh oh oh!!!! Sebuah buku bertitel “Menulis Mudah, dari Babu sampai Pak Dosen” yang diterbitkan oleh Gama Media di bulan Agustus 2008 lalu. Masih fresh! Masih hangat!

Buku ini disunting oleh Pak Ersis Warmansyah Abbas dari 33 tulisan terpilih dari lomba menulis di http://menulismudah.com dan http://webersis.com yang diadakan beberapa waktu yang lalu oleh Pak Ersis dan Erwin Dede Nugroho. Seperti halnya yang dikatakan Syamsuwal Qomar dalam pengantarnya, karya-karya yang terhimpun di buku ini memuat esensi yang luar biasa.

Baca selanjutnya…

Lagi, Kiriman Buku dari Pak Ersis Warmansyah Abbas: Menulis dengan Gembira

Agustus 22, 2008 26 komentar

Saat pulang dari jalan-jalan, sore Jumat 22 Agustus 2008, saya mendapati sebuah bungkusan barang paketan dari tiki (titipan kilat). Melihat bungkusannya yang tergeletak di atas meja saat membuka pintu kamar, hati saya sudah bersorak: buku Menulis dengan Gembira (MDG) dari Pak Ersis nyampai!

 

Dengan setengah tak sabar, langsung saya sobek bungkusnya. Warna sampul yang didominasi putih dengan sedikit dikawani hitam, merah dan biru itu langsung mencolok mata saya. Benar! Buku Menulis dengan Gembira setebal 246 halaman itu sudah ada di tangan saya!

  Baca selanjutnya…

Kiriman Buku-Buku Bagus dari Pak Ersis Warmansyah Abbas

Juli 7, 2008 21 komentar

Sudah tiga hari ini saya kolaps. Kena muntaber!

Ha! Muntaber? Ya, muntaber, penyakit menjijikkan itu. Pokoknya gak bisa jauh-jauh dari yang namanya wc deh.

Kok bisa? Ya, bisalah. Hari  Sabtu (5 Juli) lalu saya berangkat ke sekolah. Biasa, musim pendaftaran siswa baru, kebetulan saya panitia. Karena gak sempat sarapan pagi, saya sarapan di dekat sekolah. Biasanya sih gak papa. Tapi kok ya setelah siangnya saya langsung mual dan mencret-mencret?

Baru kebayang kalau sekarang udah mulai masuk musim kemarau. Kan warung tempat aku makan ngambil air buat nyuci piring-gelasnya dari  sungai yang airnya tinggal sedikit. Lebih mengental dengan berbagai sampah, termasuk (hiiii…) tinja. Wah besar kemungkinan saya terinfeksi coli dari situ barangkali ya..?

Ah, udah deh cerita tentang penyakit yang bikin perut melilit-mules itu. Tadi, sembari rebahan di depan tv nonton talkshownya Oprah Winfrey tentang “wanita kedua” tiba-tiba pintu diketuk. Ee.. pas dibuka sama Kakak yang kebetulan menjenguk saya, ternyata ada kiriman buku dari Pak Ersis Warmansyah Abbas. Kiriman itu sudah saya nantikan sejak Septha, mahasiswa Pak Ersis minta alamat saya. Wah senangnya!!!!

Tak kepalang tanggung!

Pak Ersis mengirimkan empat belas (14) buku. Saya sampai geleng-geleng kepala sendiri. Ke-empat belas buku itu semuanya tentu saja terkait Pak Ersis, baik sebagai pengarang, penyunting, dan peranan beliau sebagai pelatih dari si penulis buku—terkait bahwa si penulis adalah anggota komunitas EWAM’Co (komunitas penulis yang didirikan oleh Pak Ersis). Salut banget deh buat Pak Ersis.

Saya masih ingat betul, mengapa Pak Ersis berkenan menghadiahi saya buku-buku itu. Pada posting pemikiran reflektif saya Bila Guru Ipa Mengajar Bahasa (2nd Tittle) menceritakan kegagalan saya mengajar siswa-siswa kelas VII menulis puisi kreatif, padahal itu adalah kegagalan yang sama yang terulang setelah tahun sebelumnya juga mengalami hal yang sama.

Setelah sesaat sambil mengetik dan membolak-balik buku-buku itu, terkejut juga saya, ternyata saya menemukan sebuah nama: Warsono pada buku Antologi Puisi Tajuk Bunga. Gila, setelah saya amati ternyata dugaan saya benar. Dosen pembimbing I skripsi saya waktu di Unlam juga piawai menulis puisi.

Saking gembiranya saya, langsung nyalain si kompie buat nulis ni posting, biarpun masih agak gemetaran. Mudah-mudahan saya juga bisa bikin tulisan yang nantinya bisa dipublish di atas kertas. Baik berupa buku ataupun tulisan singkat di media cetak. Itu adalah rencana saya ke depan. Mohon do’a rekan-rekan semua.

 

Berikut buku-buku yang Pak Ersis Kirim kepada saya:

  1. Menulis Mari Menulis, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2007 oleh Mata Khatulistiwa.
  2. Menulis Sangat Mudah, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2006 oleh Mata Khatulistiwa.
  3. Tips Menulis Mudah: Menulis Sangat Mudah, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2007 oleh Mata Khatulistiwa.
  4. Nyaman Memahami ESQ, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2005 oleh LPKPK.
  5. Surat Buat Kekasih: Kumpulan Puisi Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media..
  6. Antologi Puisi: Kolaborasi Nusantara dari Banjarbaru, Pengumpul: Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  7. Antologi Puisi Tajuk Bunga, karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis lainnya, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  8. Garunum: Antulugi Puisi Basa Banjar, karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis lainnya, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  9. Taman Banjarbaru (sebuah kumpulan puisi), karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis kondang lainnya seperti Sandi Firly dan Harie Insani Putra, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  10. Buku Kenangan Purnatugas M.P. Lambut: Kebudayaan, Pendidikan, Pers, Politik, dan Sastra, karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis lain, diterbitkan tahun 2003 oleh LPKPK, Forum 24, Pemko Banjarmasin, DPRD Kota Banjarmasin, Banjarmasin Post Group.
  11. Kaduluran, karya Hamami Adaby, Palimbaian oleh Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  12. Kumpulan Cerpen Bulan Di Pucuk Cemara, karya Jamal T. Suryanata, Penyunting Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  13. Geliat Pemikiran Kampus oleh Syamsuwal Qomar (anggota komunitas EWA) diterbitkan 2008 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  14. Aku Bangga Jadi Urang Banjar oleh Rahayu Suciati (anggota komunitas EWA) diterbitkan 2008 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.

 

Terima kasih Pak Ersis. Saya tambah modal lagi. Dan ini adalah modal terbesar, setahu saya: MOTIVASI.