Archive

Posts Tagged ‘alabio’

Illegal Logging, Indonesia Tak Mencegahnya?

Maret 30, 2009 26 komentar

Author: Suhadi

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mencegah illegal logging dan pengrusakan hutan di Indonesia? Hmm… kayaknya belum ada! Memang kita bisa/biasa melihat selama beberapa tahun ini kepolisian melakukan penangkapan terhadap armada-armada (laut, sungai, atau darat) pengangkut kayu log (gelondongan) atau kayu-kayu setengah jadi. Selebihnya, adakah usaha lain yang lebih baik?

Pemerintah sepertinya tidak memperhatikan atau bahkan mengabaikan (?) tindakan pencegahan. Berapa anggaran yang disediakan pemerintah untuk mengawasi hutan-hutan kita di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, atau pulau-pulau lainnya? Armada apa yang dipergunakan? Helikopter? Baca selanjutnya…

SMPN 4 Danau Panggang, Lulus UN 50%…Alhamdulillah (Hiks..)

Juni 24, 2008 17 komentar

Senin 23 Juni 2008 lalu saya di daulat untuk ngisi materi Model-Model Pembelajaran Inovatif pada sebuah seminar untuk guru. Lumayan kaget juga pas sampai di lokasi. Kegiatan yang dipanitia-i oleh guru-guru SMAN 1 Danau Panggang ini ternyata dijubeli peserta. Pada saat panitia mengontak saya, Jum’at 20 Juni, mereka mengatakan bahwa peserta dibatasi hanya 60 orang. Ee.. ternyata, peserta membengkak hingga 200 orang. Dari guru SD hingga guru SMA. Banyak juga yang datang dari Amuntai dan Alabio, gak cuma seputaran Danau Panggang.Hoho.. untung saya sudah cukup persiapan. Segala materi presentasi, termasuk beberapa editan video pembelajaran dan selingan potongan-potongan klip-klip musik (Klip musik? Yups..! Tapi masih terkait materi lho!_Terkait materi? Kok bisa? Ya iyalah…Pak Suhadi….He..he..).

Di sela-sela ngisi materi untuk kegiatan itu, saya sempatkan nelpon ke sekolah. Ternyata persentase kelulusan anak-anak cuma 50%. Itu berarti dari seluruhnya siswa yang 16 orang, ada 8 orang yang tidak lulus. Agak kecewa juga. Tapi itu sudah hasil akhir perjuangan kami selama ini.

Ternyata dari ke-16 siswa, untuk IPA yang saya pegang secara bergantian dengan Bapak Kepala Sekolah, 14 orang sudah melampaui passing grade kelulusan. Dua (2) orang belum atau tidak lulus untuk IPA. Dari rekap nilai yang saya amati setelah kembali ke sekolah dari kegiatan seminar, ternyata ke-8 siswa yang tidak lulus itu disebabkan mereka tidak berhasil dalam mata uji Bahasa Inggris dan Matematika. Ironis ya…gurunya ikut natar kesana-kemari, ee…siswanya banyak yang gak lulus. Apakah karena sekolah kami letaknya di kampung? Ah..saya tidak ingin itu jadi alasan. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik.

Andai kami punya guru yang lebih lengkap…Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia… hiks.. (sudah! Jangan beralasan!)

Saya makin sedih ketika dua siswa yang terpandai ternyata tidak hadir saat acara pengumuman kelulusan. Setelah tanya sana-sini dengan anak-anak, maklumlah saya. Keduanya tak akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat ini mereka telah bekerja. Seorang bekerja di sebuah perusahaan kayu lapis (cukup umur gak ya?), satunya lagi menjadi shop keeper di Palangka Raya. Ironis. Pintar kok disuruh bekerja oleh orang tuanya.

Kapan pendidikan menjadi prioritas nomor satu bagi orang-orang Danau Panggang?