Beranda > Bahasan Sains > Pigmen Membuat Dunia Makhluk Hidup Menjadi Penuh Warna

Pigmen Membuat Dunia Makhluk Hidup Menjadi Penuh Warna


Author: Suhadi

Read this article in English Version at Scienceray.com. Saat berjalan-jalan di sebuah taman bunga, kita bisa melihat aneka warna padanya. Lihatlah, daun-daun hijau berseri, bunga-bunga aneka warna: merah; kuning; oranye; biru; ungu; dsb. Belum lagi jika kita beruntung, kita bisa melihat berjenis-jenis kupu-kupu  mengisap madu bunga dengan sayapnya yang indah, juga barangkali aneka burung dengan bulu-bulu berwarna mereka sedang berkicau di dahan dan ranting. Tahukah kamu mengapa dunia makhluk hidup menjadi penuh warna?

sumber: birdsasart.com

Bersyukurlah karena Tuhan telah menciptakan beragam spesies makhluk hidup dengan membawa  (punya kemampuan membuat) suatu zat di bagian tubuhnya sehingga dunia kita menjadi begitu berwarna. Ya, terima kasih karena Tuhan telah memberikan beragam pigmen pada makhluk-makhluk hidup tersebut.

Apakah pigmen itu? Pigmen adalah suatu zat yang mengubah warna cahaya yang dipantulkannya, sebagai hasil dari absorpsi (penyerapan) terhadap cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Sebenarnya pigmen bisa terdapat pada benda tak hidup juga bisa terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Di alam, ternyata beberapa zat mampu secara selektif menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Nah, di dalam tubuh (bagian tubuh) yaitu di dalam sel-selnya, makhluk hidup yang mempunyai warna tertentu itu terkandung zat tertentu yang disebut sebagai pigmen tadi.

Banyak sekali jenis-jenis pigmen yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Berbagai bagian tubuh makhluk hidup sangat kaya akan pigmen, misalnya mata, kulit, bulu, atau rambut, di mana pada bagian-bagian tubuh itu kita dapat menemukan pigmen melanin yang terdapat dalam sel khusus yang disebut kromatofor. Igmen melanin berfungsi untuk melindungi bagian-bagian tubuh tersebut dari sinar ultraviolet.

Pada banyak hewan dan manusia kita menemukan darah yang berwarna merah. Warna merah pada darah ini dikarenakan adanya kandungan pigmen yang disebut hemoglogin. Fungsi pigmen ini adalah sebagai zat pengikat oksigen untuk proses pernapasan (respirasi). Dengan adanya hemoglobin di dalam darah, maka oksigen dapat diangkut melalui sistem peredaran darah menuju ke seluruh bagian tubuh manusia atau hewan. Hemoglobin mengambil oksigen dari organ respirasi seperti paru-paru, insang, atau kulit yang basah dan lembab untuk diangkut menuju sel-sel yang membutuhkan. Hemoglobin juga berperan dalam pengangkutan gas karbondioksida yang merupakan sampah dari proses respirasi.

Pada tumbuhan terdapat pula berbagai macam pigmen seperti antosianin. Antosianin adalah pigmen yang kalau kita tinjau dari kata-kata penyusunnya (antho : bunga dan cyanin: biru) berarti bunga yang berwarna biru. Pigmen antosianin sebenarnya sangat dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH). Pada beberapa jenis tumbuhan tingkat tinggi, pigmen ini muncul seringkali pada bagian mahkota bunga. Pada tumbuhan yang hidup ditempat asam, seringkali keberadaannya membuat mahkota bunga menjadi berwarna merah. Sedangkan pada tumbuhan yang hidup pada tempat yang bersifat basa, keberadaan pigmen ini dapat memunculkan warna biru atau ungu pada mahkota bunga. Pada daun-daun tanaman tertentu, mereka menyebabkan munculnya warna keunguan pada bagian bawah daun yang punya habitat di tempat teduh. Pada tumbuhan seperti ini mereka berperan memaksimalkan penangkapan energi cahaya matahari yang tersedia dan membantu fungsi klorofil.

Karotenoid adalah suatu pigmen pada tumbuhan yang memunculkan warna merah, jingga, oranye, atau kuning. Perhatikan kata KAROTENOID! Kata itu mungkin berasal dari kata CARROT dari Bahasa Inggris yang berarti wortel. Bukankah wortel berwarna jingga? (Wortel banyak mengandung karotenoid). Fungsi karotenoid pada tumbuhan adalah sebagai pelengkap pigmen klorofil untuk membantu proses fotosintesis. Ada beberapa macam karotenoid, misalnya karoten (warna jingga) yang dapat kita jumpai pada wortel, lutein (warna kuning) pada buah dan sayur, serta likopen (warna merah) yang terdapat di dalam tomat.

Klorofil adalah pigmen utama (paling banyak) yang dapat kita temukan pada tumbuhan. Klorofil adalah pigmen yang menyerap cahaya biru dan kuning, sambil memantulkan cahaya hijau. Karena keberadaannya yang begitu melimpah di dalam tubuh tumbuhan, seperti pada daun dan batang yang masih muda, maka tumbuhan menjadi tampak hijau. Pigmen klorofil sangat penting peranannya dalam kehidupan tumbuhan. Klorofil berfungsi sebagai zat yang dapat menangkap energi cahaya (dari matahari) untuk digunakan pada proses fotosintesis (proses pembuatan zat makanan dari bahan anorganik: air dan gas karbondioksida). Zat makanan organik hasil fotosintesis ini digunakan tumbuhan untuk sumber energi dalam kehidupannya.

Nah, sudah tahu kenapa dunia makhluk hidup jadi penuh warna?

(Diramu berdasarkan berbagai sumber).

Mungkin berkaitan:

The Biology of Lakes and Ponds

Curious Creatures in Zoology

  1. April 6, 2011 pukul 3:30 pm

    owh gitu yah,,, bagus nih wt pljran………

  2. Agustus 23, 2013 pukul 2:44 pm

    Okok

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: