Arsip

Posts Tagged ‘awetan hewan’

Cara Membuat Taksidermi (Awetan Kering Hewan)

Agustus 7, 2009 4 komentar

Taksidermi adalah hewan hasil pengawetan, biasanya golongan vertebrata yang dapat dikuliti. Pada pembuatan taksidermi, hewan dikuliti, organ-organ dalam dibuang, untuk selanjutnya dibentuk kembali seperti bentuk aslinya. Ewan-hewan vertebrata yang sering dibuat taksidermi misalnya berbagai jenis mamalia, kadal atau reptil, dsb. Taksidermi seringkali dipergunakan sebagai bahan referensi untuk identifikasi hewan vertebrata, juga menunjukkan berbagai macam ras yang dimiliki suatu spesies. Selain itu, tentu saja taksidermi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran biologi.
Alat dan bahan yang diperlukan antara lain: (1) bak bedah; (2) alat-alat bedah seperti gunting dan pinset; (3) alat-alat dan bahan pembius misal kloroform dan sungkup; (4) kawat, benang, kapas, dan jarum jahit; (5) zat pengawet seperti boraks atau tepung tawas, formalin; (6) air.
Cara pembuatan taksidermi adalah sebagai berikut.
Pertama:
Potong otot-otot paha dan pisahkan tulang paha dari persendian dan pangkal paha, keluarkan bagian ini.
Kedua:
Potonglah otot-otot pada tumit, keluarkan jaringan lunak pada telapak kaki dengan jalan mengirisnya. Keluarkan semua bagian kaki lainnya yang masih tertinggal di dalam kulit.
Ketiga:
Ulangi langkah pertama dan kedua di atas untuk bagian tangan, dan ekor.
Keempat:
Untuk bagian kepala, lepaskan kulit secara hati-hati, sertakan telinga, kelopak mata pada kulit. Jaga jangan sampai robek. Potonglah tulang rawan hidung dan biarkan melekat pada kulit. Potonglah bagian kepala dan leher, bersihkan bekas-bekas otak dengan cara menyemprotkan air.
Kelima:
Balikkan kulit dan bersihkan dari sisa daging dan lemak.
Keenam:
Basuh bagian permukaan dalam kulit tubuh dengan boraks, demikian pula untuk ekor, kaki, tangan dan tengkorak kepala.
Ketujuh:
Sebagai pengganti mata, gunakan bola mata tiruan. Bentuk tubuh hewan kembali dengan menggunakan kapuk dan kawat, lalu jahit dengan rapi.
Kedelapan:
Atur posisi hewan sebagaimana kebiasan hewan sewaktu masih hidup.
Kesembilan:
Pajang taksidermi pada tempat-tempat yang aman dan terhindar dari serangan serangga, bersih dan kering. Insektisida, atau kamper (naftalen) dapat ditambahkan untuk mencegah serangan jamur. Ada baiknya taksidermi disimpan dalam boks kaca.

Cara Membuat Awetan Hewan Sehingga Tampak Transparan

Agustus 1, 2009 1 komentar

Pada pembelajaran biologi, di beberapa materi, misalnya sistem rangka memerlukan media pembelajaran asli. Untuk melihat bagaimana susunan tulang-tulang pembentuk rangka dalam keadaan dan posisi sebenarnya di dalam tubuh hewan yang diawetkan seperti tikus, kodok, kadal, burung, ikan, dsb., kita harus membuat jaringan-jaringan yang menutupi rangka hewan-hewan tersebut menjadi transparan. Tulang-tulang penyusun rangka akan dapat diamati dengan mudah pada kedudukan aslinya karena jaringan otot telah berubah menjadi transparan.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

Pertama:

Semua hewan yang ingin dibuat awetan jenis ini harus terlebih dahulu dibersihkan dari sisik, bulu, maupun rambutnya.

Kedua:

Fiksasi tubuh hewan tersebut ke dalam larutan formalin 10% sekurang-kurangnya 1 minggu.

Ketiga:

Masukkan awetan tersebut ke dalam larutan KOH 2% agar daging atau otot menjadi transparan. Lama perendaman tergantung jenis hewan dan ketebalan dagingnya. Selama melakukan perendaman, lakukan penggantian larutan bila KOH telah menjadi keruh. Penggantian harus dilakukan dengan segera, bila terlambat 2-3 hari, awetan dapat menjadi hancur, dan anda harus mengulang lagi dari langkah awal. Bila daging telah benar-benar transparan, pindahkan awetan ke larutan KOH yang baru, dan anda dapat melanjutkan pembuatan ke tahapan berikutnya.

Keempat:

Beri beberapa tetes larutan Alizarin Red S. (5-6 tetes untuk larutan 250 ml), sehingga larutan berwarna merah muda. Biarkan hewan dalam larutan ini selama 24 jam hingga tulang menjadi berwarna ungu muda. Larutan Alizarin Red S dibuat dengan cara melarutkan 0,1 gram kristal Alizarin Red S ke dalam larutan KOH 1% yang telah ditambah sedikit NH4OH.

Kelima:

Pindahkan awetan ke dalam larutan yang terdiri dari KOH 1% dan gliserin dengan perbandingan 1:1, dan biarkan sampai awetan hewan tenggelam.

Keenam:

Masukkan ke dalam tempat penyimpanan yang permanen dengan larutan gliserin murni dan atur posisi hewan awetan. Agar tidak epat berjamur, dapat ditambahkan sedikit timol atau fenol.