Archive

Posts Tagged ‘Makalah PTK’

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT: Silakan Download

Juni 14, 2008 116 komentar

Author: Suhadi

contoh buletin untuk pembelajaran kooperatif TGT buletin-1

contoh buletin untuk pembelajaran kooperatif TGT buletin-2

contoh buletin 3 untuk pembelajaran kooperatif TGT

aturan permainan destinasi dalam pembelajaran kooperatif  TGT

contoh RPP, LKS, contoh Soal, Tabel Skor untuk model pembelajaran kooperatif TGT matematika


contoh RPP pembelajaran kooperatif TGT pada mapel BIOLOGI

contoh daftar pertanyaan wawancara untuk pembuatan PTK pembelajaran kooperatif TGT

angket motivasi dan angket minat model ACRS yang disadur dari Keller, 1987.

Sebagian besar peselancar i-net yang mampir ke blog ini barangkali adalah guru. Atau paling tidak orang yang perduli dengan masalah-masalah terkait pendidikan. Indikasi itu terlihat dari statistik blog seperti kata-kata kunci yang banyak dipakai, atau posting yang paling banyak dibaca pengunjung adalah terkait Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournaments). Untuk memenuhi harapan dari beberapa pembaca yang katanya membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini, maka saya membuat posting ini yang berisi beberapa file dalam bentuk pdf.

Posting ini sangat terkait dengan tulisan di kategori MAKALAH PTK : Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Biologi SMPN 4 Danau Panggang…dst.

Beberapa materi yang saya masukkan di sini adalah contoh RPP (rencana pembelajaran) model kooperatif TGT, contoh LKS, permainan destinasi (sebuah permainan karya saya “ehemm” yang merupakan inovasi dari permainan ular tangga yang pernah saya pakai dalam pembelajaran kooperatif TGT saya, dan contoh buletin pembelajaran untuk pengumuman nilai individu dan kelompok pada pembelajaran kooperatif tipe TGT (teams games tournaments).

Tak ketinggalan pula, untuk memenuhi harapan beberapa pembaca yang membutuh instrumen untuk mengukur minat dan motivasi belajar siswa, di sini juga saya tambahkan Angket Minat dan Motivasi Belajar Siswa Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction).

Download Ebook: Karakteristik dan Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif
Silakan download, semoga bermanfaat.

MARI TERUS BELAJAR SAMBIL BERBAGI (suhadi).

Baca ulasan saya tentang : Motivasi Belajar – Buat Siswa Tertantang

Baca Ulasan saya tentang : Motivasi Belajar – Gunakan Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning)

Baca Reviu saya tentang BUKU : Perencanaan Pembelajaran karya Abdul Majid (Rosda Karya)

Baca Reviu saya tentang BUKU : How To Teach So Students Remember karya Marilee Sprenger

Baca Reviu saya tentang BUKU : Constructing Achievement Test karya Norman E. Gronlund

Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas IIa SMPN 2 Amuntai Utara Pada Pembelajaran Biologi Semester Genap Tahun 2005/2006 Melalui “Strategy Based Student’s Request”

Mei 1, 2008 31 komentar

Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research)

 

Rita Murtafi’ah

 (Guru Biologi SMPN 2 Amuntai Utara)

 

 

I.         PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

 

Tujuan pembelajaran Biologi menurut Depdikbud (1993: 1), ialah agar siswa mampu melakukan pengamatan dan diskusi untuk memahami konsep, mampu melakukan percobaan sederhana untuk memahami konsep dan mengkomunikasikan hasil percobaan, mampu menginterpretasikan data yang dikumpulkan dan melaporkannya. Berdasarkan hal ini maka perlu digunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan mempelajari biologi tersebut.

Pencapaian tujuan pendidikan sebagian besar ditentukan oleh keberhasilan proses belajar mengajar di kelas. Keberhasilan proses belajar mengajar di kelas dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktornya adalah interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran. Guru adalah subjek yang sangat berperan dalam membelajarkan  dan mendidik siswa sedangkan siswa merupakan subjek yang menjadi sasaran pendidikan.

Masalah utama dalam pembelajaran biologi adalah bagaimana menghubungkan fakta yang pernah dilihat dan dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari dengan konsep biologi,  sehingga menjadikan pengetahuan yang bermakna dalam benak siswa.

Selama ini pemahaman siswa hanya terpaku pada jabaran konsep biologi yang ada dalam buku, tanpa memahami apa dan bagaimana makna yang terkandung dalam konsep tersebut.

Di sisi lain lingkungan menyediakan fenomena alam yang menarik dan penuh misteri. Anak sebagai young scientist (peneliti muda) mempunyai rasa keingintahuan (curiousity) yang tinggi. Adalah keharusan di dalam pendekatan pembelajaran biologi  untuk memelihara keingintahuan anak tersebut, memotivasinya sehingga mendorong siswa untuk mengetahui  apa, mengapa, dan bagaimana terhadap objek dan peristiwa di alam (Puskur, 2002).

Kenyataan di lapangan masih banyak ditemukan  keingintahuan anak yang tinggi itu tidak didukung oleh suatu kondisi yang dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat lebih berkembang. Masih banyak guru mengajar hanya menggunakan metode konvensional. Guru merupakan satu-satunya sumber utama pengetahuan. Pembelajaran cenderung text book oriented dan tidak terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa kesulitan untuk memahami konsep akademik yang telah diajarkan. Konsep-konsep tersebut diajarkan menggunakan cara-cara yang abstrak dan metode konvensional, padahal mereka sangat memerlukan pemahaman konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan kehidupan sehari-hari.   Akibatnya, motivasi belajar siswa sulit ditumbuhkan dan pola belajar mereka cenderung menghafal dan mekanistik.

Dari kenyataan tersebut, dapat dikatakan  guru terlalu sering meminta anak untuk belajar, namun jarang sekali mengajari anak cara belajar, padahal  menurut Nur pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri (Nur, 2002: 9).  Melihat salah satu kelemahan yang dimiliki guru ini, peneliti  mencoba menggunakan sebuah strategi pembelajaran, di mana anak diminta untuk menentukan sendiri keinginan mereka cara belajar yang menarik hati dan memotivasi mereka untuk belajar.  Materi yang diajarkan adalah materi sistem syaraf dan sistem indra.  Dalam materi ini banyak hal yang harus  diinformasikan kepada anak, bersifat cukup abstrak, agak sulit dipahami, namun bisa disampaikan dengan strategi belajar yang bervariasi.  Guru, dalam hal ini peneliti berusaha untuk mencover keinginan anak tersebut dengan menyerahkan kepada mereka cara belajar yang mereka inginkan, kemudian guru berusaha membawa dan membimbing mereka dalam kondisi yang diinginkan tadi, dengan harapan belajar sesuai dengan keinginan siswa  akan mampu memotivasi dan mempercepat pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Ini akan diindikasikan dengan tingginya motivasi dan hasil prestasi belajar pada ulangan harian mereka pada materi sistem syaraf dan sistem indra. Baca selanjutnya…

Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas I SMP Negeri I Danau Panggang Melalui Kuis Numbered Heads Together

April 25, 2008 51 komentar

MAKALAH PTK LAINNYA? KLIK DISINI

Meningkatkan Hasil Belajar Biologi

Siswa Kelas I SMP Negeri 1 Danau Panggang

Melalui Kuis Numbered-Head-Together

 

 

*Maulida Hayati

 

Note: PTK juara I Simposium Guru SMP tingkat propinsi Kalsel di LPMP Banjarbaru tahun 2007, berhak mengikuti Simposium guru tingkat nasional tahun 2007.

 

Abstrak: Siswa kurang bergairah, kurang aktif dan kelas tidak berpusat pada siswa merupakan masalah yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Melalui penelitian tindakan kelas (PTK) masalah ini dicoba untuk diatasi dengan mengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaran kooperatif numbered-head-together. PTK dilakukan dalam 2 siklus, dengan tujuan penelitian : mendeskripsikan aktivitas siswa, mengetahui hasil belajar, dan mengetahui respon siswa setelah belajar biologi. Subjek penelitian adalah Siswa Kelas I SMP Negeri 1 Danau Panggang dengan jumlah siswa 23 orang, tahun pelajaran 2006/2007. Data diperoleh melalui observasi, pemberian tes, dan penyebaran angket. Kemudian dianalisilis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa meningkat dalam berkelompok, mengerjakan tugas-tugas, berfikir bersama, dan menjawab kuis. Hasil belajar siswa meningkat dan respon terhadap pembelajaran yang dilaksanakan positif.

 

 

 

Kata kunci :  hasil belajar, mengintegrasikan, kuis, kooperatif numbered-head together

 

  Baca selanjutnya…