Arsip

Posts Tagged ‘model pembelajaran terpadu’

Pembelajaran Terpadu (Pembelajaran Tematik)

April 19, 2010 6 komentar

Apakah model pembelajaran terpadu (model pembelajaran tematik) itu? Barangkali anda adalah seorang guru yang sudah biasa menggunakannya dalam pembelajaran anda di kelas setiap harinya. Atau barangkali anda baru pertama kali ini mendengar/mengetahuinya. Baiklah, maksud tulisan ini adalah hanya sebagai reviu sebuah buku bagus yang saya temukan pada sebuah situs resmi milik depdiknas yang membahas tentang model pembelajaran terpadu.

Dalam buku yang berjudul “Pembelajaran Terpadu” karya Dra. Indrawati, M.Pd. ini, yang seyogyanya memang ditujukan untuk bahan kegiatan KKG/MGMP ini pembelajaran terpadu memiliki beberapa ciri, yaitu holistik, bermakna, dan aktif.

Holistik di sini maksudnya adalah ada suatu tema atau peristiwa yang dikaji dari sudut pandang berbagai bidang studi sehingga diperoleh pemahaman dari segala sisi (perspektif). Baca selanjutnya…

Iklan

Persiapan Melaksanakan Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar

Untuk melaksanakan pembelajaran tematik, perlu dilakukan terlebih dahulu persiapan pelaksanaan yang mencakup kegiatan: (1) pemetaan kompetensi dasar; (2) pengembangan jaringan tema; (3) pengembangan silabus dan; (4) penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran.

KEGIATAN PERTAMA: PEMETAAN KOMPETENSI DASAR

Kegiatan pemetaan kompetensi dasar ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut:

(1) Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator

Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal  sebagai berikut: (a) Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik; (b) Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran; (c) Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati.

(2) Menentukan tema

Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: (a) mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai; (b) menetapkan terlebih Baca selanjutnya…

Implikasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar (SD)

Pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar mempunyai berbagai implikasi yang mencakup hal-hal berikut: (1) guru; (2) siswa; (3) sarana, prasarana, sumber belajar dan media; (4) pengaturan ruangan; dan (5) pemilihan metode.

Implikasi bagi guru

Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.

Implikasi bagi siswa

Peserta didik harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. Selain itu, peserta didik harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah

Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media

Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada anak baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu peserta didik dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi

Implikasi terhadap Pengaturan ruangan

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi: (1) Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan; (2) Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung; (3) Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet; (4) Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas; (5) Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar; (6) Alat, sarana dan sumber  belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.

Implikasi terhadap Pemilihan metode

Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik, maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.