Arsip

Posts Tagged ‘hutan beringin’

Jerami (4)

Desember 17, 2008 9 komentar

hutan-beringin-jeramiAuthor: Suhadi

 

Baca dulu Jerami (1), Jerami (2), atau Jerami (3)?

 

Hutan Beringin memang sesuai dengan namanya. Di hutan itu, walaupun tak semua vegetasi penyusunnya adalah beringin, pohon yang berukuran besar dengan akarnya yang menggantung dan bersilang-kait itu cukup mendominasi. Hutan Beringin di tepi desa itu bukan tempat yang biasa dikunjungi orang. Dari generasi ke generasi masyarakat Desa Sisir Punduk dan sekitarnya, telah sering terulas cerita tentang angkernya tempat tersebut. Sebagian besar penduduk percaya akan cerita-cerita yang berhembus. Sebagian lagi mungkin tidak. Tapi yang jelas, hutan itu dipenuhi aneka satwa liar yang berbahaya. Terutama ular tadung, sejenis kobra berbisa yang seluruh sisik tubuhnya berwarna hitam mengkilap. Populasi ular ini tentu sangat banyak, karena seringkali ular-ular itu muncul di tepi hutan yang berbatasan dengan sawah dan ladang penduduk. Jadi, baik orang-orang yang percaya maupun yang tak percaya akan keangkeran Hutan Beringin, takkan mau masuk ke dalam sana.

 

Hanya dua orang manusia yang diketahui suka atau mau memasuki Hutan Beringin. Manusia pertama adalah Acin, pemuda terbelakang mental, berambut lurus seperti lidi, bertubuh bongsor, dan bermata sipit. Penampilannya khas. Baju kumal dan bau karena tak terurus. Itulah kesan pertama yang bisa ditangkap oleh mata bila kita berpapasan dengannya. Lalu, pemuda itu akan dengan mudah memberi senyum untuk memamerkan gigi-giginya yang kuning dan jarang. Acin hidup sebatang kara. Makannya dari belas kasihan penduduk. Kalau tak ada yang memberinya makan, maka ia akan mengambil singkong di tegalan penduduk. Atau, mengambil pisang. Pemuda ini punya gubuk reyot bekas peninggalan ayahnya yang telah meninggal hampir tujuh tahun yang lalu, saat Acin masih berusia tigabelas tahun. Letak gubuk itu di tepi hutan beringin. Penduduk yakin, pemuda dua puluh tahunan itu berani masuk ke Hutan Beringin tak hanya karena bloon, tapi juga karena ia memiliki gampiran makhluk halus. Demit, setan, atau barangkali jin penunggu hutan beringin adalah saudara kembarnya saat dilahirkan. Gampiran Acin. Baca selanjutnya…

Iklan

Jerami (3)

Desember 12, 2008 18 komentar

muji-jeramiAuthor: Suhadi

 

Baca dulu Jerami (1), atau Jerami (2)?

 

Danan melangkah lebih cepat. Ia ingin goreng pisang dan goreng ubi buatan isterinya itu sampai dalam keadaan hangat. Pasti Harti menyukainya. Dari kejauhan, rumah almarhumah ibunya yang juga rumah Hardi dan Harti, adik-adik tirinya itu sudah terlihat. Tampak banyak orang berkerumun di sekitar pekarangan. Muncul banyak tanda tanya di hati suami Pinah itu. Ada apa lagi ini? Apakah Hardi, adik tirinya itu kembali memukuli Harti, hingga babak belur seperti beberapa hari yang lalu? Hardi memang keterlaluan. Serta merta menyesak rasa kasihan Danan pada Harti, bercampur aduk letup amarah pada Hardi. Semoga Harti baik-baik saja, harap Danan. Ia terus melangkah. Suara sandalnya beradu dengan kerikil pekarangan. Menimbulkan bunyi berkerik-kerik kerikil tergilas. Belum sampai di halaman, beberapa tetangga yang melihatnya muncul segera memanggil dan menyambangi.

 

“Danan, cepat! Hardi… Hardi….!”, wajah orang itu tampak tegang. Begitu juga yang lainnya. Sebagian seperti berbisik-bisik. Lelaki tetangganya itu menarik lengan Danan. Ingin menunjukkan sesuatu.

 

“Kenapa? Apa lagi yang dilakukan anak itu..? Memukuli Harti lagi? Keparat Hardi!”, jari-jari tangan Danan mengepal. Amarahnya meledak. Keterlaluan Hardi, ini sudah yang kesekian ia memukuli Harti. Beberapa hari yang lalu Harti babak belur dihajar kakaknya. Harti memang bukan gadis yang terlahir normal. Ia terbelakang mental. Sepertinya pemuda tujuhbelas tahun itu malu dengan kondisi adiknya.

 

“Bukan, Danan. Hardi tewas! Hardi dibunuh orang!” Baca selanjutnya…