Arsip

Posts Tagged ‘tips untuk guru’

Tips untuk Guru: Konsentrasi Belajar Siswa

September 4, 2010 5 komentar

Author: Suhadi

Concentration and mental toughness are  the margins of victory. (Bill Russell)

“Huh, aku tak dapat berkonsentrasi!”

“Konsentrasiku buyar! Pikiranku melayang ke hal-hal lain di luar materi pelajaran.”

Salah satu masalah yang sering dihadapi siswa dalam belajar adalah masalah konsentrasi. Ya, merka tidak dapat berkonsentrasi. Bukan hal yang asing, bila banyak siswa mengkambinghitamkan ‘konsentrasi’ sebagai penyebab rendahnya hasil belajar yang mereka capai. Sebegitu penting ‘konsentrasi’ dalam proses belajar seseorang, sehingga ia dapat dianggap sebagai prasyarat untuk terjadi proses belajar pada diri seseorang (siswa).

Apakah konsentrasi itu?

Konsentrasi adalah suatu kemampuan atau kondisi di mana seseorang dapat mengarahkan pikirannya pada hal-hal yang sedang dihadapinya, misalnya dalam hal mempelajari suatu materi pelajaran.

Sebenarnya, setiap orang mampu berkonsentrasi. Hanya kadang-kadang kemampuan itu hilang atau menurun.  Anda mungkin pernah ‘lupa waktu’ dan kehilangan kontrol terhadap apa saja yang terjadi di sekeliling Anda pada saat sedang melakukan sesuatu. Lalu, tiba-tiba Anda tersadar, bahwa Anda telah begitu terfokus pada suatu hal dan mengabaikan yang lainnya tadi. Nah, itu adalah suatu bukti dan contoh bahwa Anda dapat berkonsentrasi dengan baik.

Tapi sebaliknya, Anda pernah pula mencoba memusatkan perhatian dan pikiran Anda pada suatu hal, tapi pada kenyataannya, pikiran dan perhatian Anda mengembara ke mana-mana. Ini adalah contoh dan juga bukti bahwa Anda dapat kehilangan konsentrasi.

Hal yang terjadi pada Anda seperti dideskripsikan di atas juga dapat dan sering terjadi pada siswa. Itulah mengapa sebabnya kita perlu melatihkan dan memfasilitasi konsentrasi untuk mereka sehingga proses belajar mereka menjadi lebih efektif.

Kemampuan siswa dalam berkonsentrasi akan sangat bergantung pada beberapa faktor, diantaranya:

(1) komitmen;

(2) antusiasme terhadap tugas;

(3) keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki untuk mengerjakan tugas;

(4) keadaan fisik dan emosional siswa;

(5) keadaan psikologis siswa; dan

(6) lingkungan belajar.

Beberapa hal yang dapat dilakukan guru untuk melatihkan dan memfasilitasi konsentrasi pada siswa misalnya:

Pertama:

Ajak siswa untuk selalu bersikap antusias terhadap tugas-tugas yang diberikan. Hal ini dapat dibantu oleh guru dengan memberikan tugas-tugas pembelajaran yang menyenangkan dan menantang, serta dalam jangkauan anak untuk dapat menyelesaikannya.

Kedua:

Yakinkan siswa bahwa mereka mampu mengerjakan tugas pembelajaran yang diberikan. Bagaimanapun, rasa percaya diri sangat mempengaruhi kesuksesan anak dalam belajar. Dan, dengan percaya bahwa Baca selanjutnya…

Iklan

Tips untuk Guru: Menangani Pertanyaan Siswa

Agustus 26, 2010 2 komentar

Sulit untuk menjawab pertanyaan yang bagus – dan bahkan lebih sulit lagi untuk memberikan satu pertanyaan yang bagus.

Author: Suhadi

Di bawah ini disajikan beberapa tips untuk menangani pertanyaan siswa di dalam kelas.

1) Secara eksplisit mendorong siswa untuk selalu bertanya.

  • Melalui cara ini siswa akan melihat bahwa Anda memiliki minat yang tulus terhadap apa yang sedang mereka pikirkan.

2) Menyadari bagaimana nada suara sehingga Anda dapat mengatur perilaku dan komentar Anda di dalam pembelajaran yang mengakomodasi siswa untuk bertanya tanpa merasa sungkan, jengah, atau takut.

  • Sebuah respon negatif (misalnya, “Kita sudah membahas tuntas dan sangat mendetail”) akan menghambat pertanyaan lebih lanjut dan dapat membuat siswa berpikir Anda tidak benar-benar ingin memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan. Baca selanjutnya…

Tips untuk Guru: Rasa Ingin Tahu itu Penting

Februari 1, 2010 1 komentar

A teacher is a compass that activates the magnets of curiousity, knowledge, and wisdom in the pupils. (Terri Guilemets)

Rasa ingin tahu pada setiap orang amatlah penting. Semua orang pemikir besar, para jenius, adalah orang-orang dengan karakter penuh rasa ingin tahu. Sebut saja Thomas Alva Edison, Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, adalah orang-orang besar yang hidup dengan rasa ingin tahu. Jadi jika para guru ingin menjadikan siswa-siswanya sebagai pemikir-pemikir besar nan jenius, maka ia harus mengembangkan rasa ingin tahu mereka.

Mengapa rasa ingin tahu itu penting?

Pertama:

Rasa ingin tahu membuat pikiran siswa menjadi aktif. Tidak ada hal yang lebih bermanfaat sebagai modal belajar selain pikiran yang aktif. Siswa yang pikirannya aktif akan belajar dengan baik, sebagaimana yang dijelaskan teori kontruktivisme, di mana siswa dalam belajar harus secara aktif membangun pengetahuannya.

Kedua:

Rasa ingin tahu membuat siswa anda menjadi para pengamat yang aktif. Salah satu cara belajar adalah yang terbaik adalah dengan mengamati. Banyak ilmu pengetahuan yang berkembang karena berawal dari sebuah pengamatan, bahkan pengamatan yang sederha sekalipun. Rasa ingin tahu membuat siswa lebih peka dalam mengamati berbagai fenomena atau kejadian di sekitarnya. Ini berarti, dengan demikian siswa akan belajar lebih banyak.

Ketiga:

Rasa ingin tahu akan membuka dunia-dunia baru yang memantang dan menarik siswa untuk mempelajarinya lebih dalam. Jika ada banyak hal yang membuat munculnya rasa ingin tahu pada diri siswa, maka jendela dunia-dunia baru yang menantang akan terbuka buat mereka. Banyak hal yang menarik untuk dipelajari di dunia ini, tetapi seringkali karena rasa ingin tahu yang rendah yang siswa miliki, membuat mereka melewatkan dunia-dunia yang menarik itu dengan entengnya.

Keempat:

Rasa ingin tahu membawa kejutan-kejutan kepuasan dalam diri siswa, dan meniadakan rasa bosan untuk belajar. Jika jiwa siswa dipenuhi dengan rasa ingin tahu akan sesuatu, maka mereka akan dengan segala keinginan dan kesukarelaan akan mempelajarinya. Setelah memuaskan rasa ingin tahunya, mereka akan merasakan betapa menyenangkannya hal tersebut. Kejutan-kejutan kepuasan ini akan meniadakan perasaan bosan belajar.

Itulah beberapa hal yang membuat rasa ingin tahu dalam diri siswa perlu dibangun dan dikembangkan. Sekarang pertanyaannya adalah: Bagaimana cara membangun rasa ingin tahu siswa? Ada beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan oleh guru untuk membangun dan mengembangkan rasa ingin tahu siswa, misalnya: Baca selanjutnya…