Arsip

Posts Tagged ‘motivasi’

Engaged Time-Bagaimana Cara Mempertahankannya Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Di Kelas?

Juli 16, 2008 21 komentar

Author: Suhadi

 

Tulisan ini dibuat karena terinspirasi dari pelatihan Bimbingan Teknis Peningkatan Pengembangan Profesional Guru SMP Tahun 2008 di Guntung Payung yang saya ikuti. Dari beberapa penyaji, ada sedikit penyaji yang sepertinya sama sekali tak perduli dengan engaged time para peserta pelatihan. Memang tidak mudah menjaga engaged time peserta pelatihan yang sebagian memang tampak sudah  unmotivated dari awal. Dari rumah. Entah apa yang mereka cari dalam pelatihan ini. Upss..saya bukannya orang yang sok pinter pun sok paling rajin. Tulisan ini cuma hasil renungan terhadap apa yang saya lakukan selama ini. Saya cuma ingin mengaca diri dan memperbaiki kekurangan saya. Syukur-syukur ada nilai manfaat bagi orang lain. So, jangan tersinggung ya…

 

***

Engaged time? Apaan sih itu?

Engaged time di sini maksudnya adalah waktu sesungguhnya yang digunakan pebelajar untuk belajar dalam sebuah KBM. Engaged time kadang dapat juga disebut time on task. Time on task (waktu berada dalam tugas) adalah waktu yang digunakan pebelajar untuk secara aktif terlibat dalam pembelajaran. Engaged time sangat penting, karena menurut para ahli macam Karweit, 1981; Walberg, 1988, menunjukkan sebagai aspek terpenting dalam pembelajaran.

 

Alokasi waktu untuk pembelajaran sama sekali tidak sama dengan engaged time. Guru atau dosen bisa saja mengajar dengan alokasi waktu 2 x 40 menit atau 2 x 60 menit pada sebuah pertemuan, tapi engaged time siswa dan mahasiswa pasti tak akan sebanyak itu. Seperti yang kita ketahui, alokasi waktu adalah sumber daya yang sangat terbatas, baik di sekolah maupun kampus. Karena itu, adalah sangat tidak bijaksana jika seorang pengajar mengabaikan seberapa besar engaged time siswa dan mahasiswanya dari keseluruhan alokasi waktu yang dimiliki.

 

Ambil tamsil begini, Pak Suhadi masuk kelas VII untuk mengajar IPA dari jam 08.00 – 09.20. Pasti alokasi waktu itu akan terpangkas oleh menghapus papan tulis, mengisi presensi (daftar kehadiran siswa), senyum sana- senyum sini sekedar jual tampang pada siswa baru, he..he… atau hal-hal lain seperti terlambat sampai ke sekolah karena harus ngantri bensin dulu di SPBU yang hampir sebulan ini susah didapat, kemogokan di jalan karena malas nyervis motor, ban bocor, dan disiplin Pak Suhadi yang rendah karena suka ngomong-ngomong sama rekan sejawat hingga lupa masuk kelas. Nah…lho! Baca selanjutnya…

Kiriman Buku-Buku Bagus dari Pak Ersis Warmansyah Abbas

Juli 7, 2008 21 komentar

Sudah tiga hari ini saya kolaps. Kena muntaber!

Ha! Muntaber? Ya, muntaber, penyakit menjijikkan itu. Pokoknya gak bisa jauh-jauh dari yang namanya wc deh.

Kok bisa? Ya, bisalah. Hari  Sabtu (5 Juli) lalu saya berangkat ke sekolah. Biasa, musim pendaftaran siswa baru, kebetulan saya panitia. Karena gak sempat sarapan pagi, saya sarapan di dekat sekolah. Biasanya sih gak papa. Tapi kok ya setelah siangnya saya langsung mual dan mencret-mencret?

Baru kebayang kalau sekarang udah mulai masuk musim kemarau. Kan warung tempat aku makan ngambil air buat nyuci piring-gelasnya dari  sungai yang airnya tinggal sedikit. Lebih mengental dengan berbagai sampah, termasuk (hiiii…) tinja. Wah besar kemungkinan saya terinfeksi coli dari situ barangkali ya..?

Ah, udah deh cerita tentang penyakit yang bikin perut melilit-mules itu. Tadi, sembari rebahan di depan tv nonton talkshownya Oprah Winfrey tentang “wanita kedua” tiba-tiba pintu diketuk. Ee.. pas dibuka sama Kakak yang kebetulan menjenguk saya, ternyata ada kiriman buku dari Pak Ersis Warmansyah Abbas. Kiriman itu sudah saya nantikan sejak Septha, mahasiswa Pak Ersis minta alamat saya. Wah senangnya!!!!

Tak kepalang tanggung!

Pak Ersis mengirimkan empat belas (14) buku. Saya sampai geleng-geleng kepala sendiri. Ke-empat belas buku itu semuanya tentu saja terkait Pak Ersis, baik sebagai pengarang, penyunting, dan peranan beliau sebagai pelatih dari si penulis buku—terkait bahwa si penulis adalah anggota komunitas EWAM’Co (komunitas penulis yang didirikan oleh Pak Ersis). Salut banget deh buat Pak Ersis.

Saya masih ingat betul, mengapa Pak Ersis berkenan menghadiahi saya buku-buku itu. Pada posting pemikiran reflektif saya Bila Guru Ipa Mengajar Bahasa (2nd Tittle) menceritakan kegagalan saya mengajar siswa-siswa kelas VII menulis puisi kreatif, padahal itu adalah kegagalan yang sama yang terulang setelah tahun sebelumnya juga mengalami hal yang sama.

Setelah sesaat sambil mengetik dan membolak-balik buku-buku itu, terkejut juga saya, ternyata saya menemukan sebuah nama: Warsono pada buku Antologi Puisi Tajuk Bunga. Gila, setelah saya amati ternyata dugaan saya benar. Dosen pembimbing I skripsi saya waktu di Unlam juga piawai menulis puisi.

Saking gembiranya saya, langsung nyalain si kompie buat nulis ni posting, biarpun masih agak gemetaran. Mudah-mudahan saya juga bisa bikin tulisan yang nantinya bisa dipublish di atas kertas. Baik berupa buku ataupun tulisan singkat di media cetak. Itu adalah rencana saya ke depan. Mohon do’a rekan-rekan semua.

 

Berikut buku-buku yang Pak Ersis Kirim kepada saya:

  1. Menulis Mari Menulis, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2007 oleh Mata Khatulistiwa.
  2. Menulis Sangat Mudah, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2006 oleh Mata Khatulistiwa.
  3. Tips Menulis Mudah: Menulis Sangat Mudah, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2007 oleh Mata Khatulistiwa.
  4. Nyaman Memahami ESQ, karya Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2005 oleh LPKPK.
  5. Surat Buat Kekasih: Kumpulan Puisi Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media..
  6. Antologi Puisi: Kolaborasi Nusantara dari Banjarbaru, Pengumpul: Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  7. Antologi Puisi Tajuk Bunga, karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis lainnya, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  8. Garunum: Antulugi Puisi Basa Banjar, karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis lainnya, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  9. Taman Banjarbaru (sebuah kumpulan puisi), karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis kondang lainnya seperti Sandi Firly dan Harie Insani Putra, diterbitkan tahun 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  10. Buku Kenangan Purnatugas M.P. Lambut: Kebudayaan, Pendidikan, Pers, Politik, dan Sastra, karya Ersis Warmansyah Abbas dan beberapa penulis lain, diterbitkan tahun 2003 oleh LPKPK, Forum 24, Pemko Banjarmasin, DPRD Kota Banjarmasin, Banjarmasin Post Group.
  11. Kaduluran, karya Hamami Adaby, Palimbaian oleh Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  12. Kumpulan Cerpen Bulan Di Pucuk Cemara, karya Jamal T. Suryanata, Penyunting Ersis Warmansyah Abbas, diterbitkan 2006 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  13. Geliat Pemikiran Kampus oleh Syamsuwal Qomar (anggota komunitas EWA) diterbitkan 2008 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.
  14. Aku Bangga Jadi Urang Banjar oleh Rahayu Suciati (anggota komunitas EWA) diterbitkan 2008 oleh LPKPK, Operasional (EWA), dan Gama Media.

 

Terima kasih Pak Ersis. Saya tambah modal lagi. Dan ini adalah modal terbesar, setahu saya: MOTIVASI.

Renungan di Selasa, 22 April 2008

April 22, 2008 3 komentar

Pernyataan saya yang berbunyi: “(to be continue?) I am not so sure about it!” dan seterusnya, pada postingan “Cerita Pendek yang Jadinya Gak Pendek….” saya ternyata telah memicu beberapa komentar dari rekan blogger. Saat hari ini, Selasa (22 April 2008) saya berkesempatan untuk kembali membuka blog saya di sela berbagai kesibukan. Betapa kagetnya saya melihat beberapa komentar dari rekan blogger. Misalnya saja :

 

Eswee:

“Wah bapak hebat juga ya bikin cerpennya..saya gak bisa lo pak bikin cerpen tapi suka bacanya. Eh ya saya ada linknya pemuda banjar yang sdang belajar di al azhar yang suka nulis juga, dia ada postingan ttg bagaimana menulis tuh pak. Biar cerita bapak bisa selesai.”

Muhammad Faiq:

“cerpennya bagus, sayang kalau tidak dilanjutkan Pak Hadi. Sebenarnya ini kisah tentang apa? Jangan biarkan saya mati penasaran Pak!”

Imoe:

“Bisa jadi kayak bastian tito tuh pak…saran saya ceritanya dilanjutin, tapi jangan yang serius…yang lucu ya…”

Catra:

“saya juga mati penasaran nihhh”

  Baca selanjutnya…

Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Siswa Kelas II SMPN 4 Danau Panggang melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournaments)

Maret 28, 2008 68 komentar

kooperatif-tgt.jpg

Oleh: Suhadi (Guru SMPN 4 Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan) 

Abstraks

Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Siswa Kelas II SMPN 4 Danau Panggang melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournaments) adalah sebuah penelitian tindakan kelas (PTK).  Baca selanjutnya…