Arsip

Posts Tagged ‘guru’

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru

Desember 8, 2011 4 komentar

Pada tahun 2009, telah diterbitkan Permennegpan dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tetang pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) untuk guru. Apa sebenarnya Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk guru itu? Tulisan kali ini akan mengulas tinjauan umum tentang hal tersebut.

Upaya untuk mencapai visi pendidikan yaitu menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif memerlukan perhatian khusus pada guru sebagai tenaga profesional yang mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam hal ini. Profesi guru dipandang perlu untuk dikembangkan sebagai profesi bermartabat sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Guru dan Dosen nomor 14 tahun 2005.

Salah satu konsekuensinya, maka jabatan guru sebagai profesi memerlukan pembinaan dan pengembangan secara berkelanjutan.program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dianggap sebagai salah satu sistem yang dinilai akan dapat membantu mewujudkan terbentuknya guru-guru profesional. Berdasarkan permennegpan dan reformasi birokrasi nomor 16 tahun 2009 di atas, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.

PKB pada tahun 2012 nanti merupakan salah satu komponen pada unsur utama yang pada kegiatannya akan diberikan angka kredit selain (a) Pendidikan; (b) Pembelajaran/Bimbingan; dan (c) penunjang.

Ada 3 (tiga) unsur kegiatan dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu:

  1. Pengembangan Diri, meliputi: (a) mengikuti diklat fungsional; dan (b) melaksanakan kegiatan kolektif guru.
  2. Publikasi Ilmiah, meliputi: (a) membuat publikasi ilmiah hasil penelitian; dan (b) membuat publikasi buku
  3. Karya Inovatif, meliputi: (a) menemukan teknologi tepat guna, (b) menemukan/menciptakan karya seni; (c) membuat/memodifikasi alat pelajaran; (d) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya.

Ini tulisan yang juga cukup bagus tentang PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan)

Tulisan ini dibuat dengan mengacu pada buku PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU, Buku 4 Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Angka Kreditnya yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan tahun 2010. www.bermutuprofesi.org

Tips untuk Guru: Memilih Sumber Belajar

Oktober 8, 2010 7 komentar

Author: Suhadi

We are students of words: we are shut up in schools, and colleges, and recitation-rooms, for ten or fifteen years and come out at last with a bag of wind, a memory of words, and do not know a thing. (Ralph Waldo)

Kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang berhasil dengan baik, seringkali dalam pelaksanaannya mengandalkan penggunaan sumber belajar yang tepat atau sesuai, tidak melulu berupa ceramah dengan hamburan kata-kata dari sang guru. Sumber belajar yang sesuai, saat digunakan dalam KBM akan memberikan manfaat seperti: (1) Memberikan dorongan kepada siswa terhadap pembelajaran karena dapat menarik perhatian dan merangsang minat mereka; (2) Pengalaman belajar yang diperoleh siswa menjadi lebih bermakna dan membuat mereka terlibat secara langsung; (3) Dapat memberikan andil dalam pembentukan sikap dan pengembangan apresiasi siswa terhadap pembelajaran dan terhadap guru; (4) Dapat memperjelas dan memberikan ilustrasi yang lebih baik serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatihkan keterampilan bekerja.

Ada beragam sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru dalam KBM, misalnya: (1) sumber nyata, yang dapat berupa pembicara tamu, benda dan alat, model dan tiruan benda asli; (2) bahan tak terproyeksikan (dwimatra), seperti lembaran kertas bercetak, papan tulis atau kartu peraga, diagram, bagan, grafik, foto objek, dan alat bantu kerja; (3) rekaman suara, dapat berupa rekaman dalam kaset, rekaman dalam cakram atau disc; (4) gambar diam yang diproyeksikan, dapat berupa slide, lembaran transparan-OHP, program komputer; (5) gambar bergerak yang diproyeksikan, dapat berupa film, rekaman video; (6) kombinasi media, yang dapat berupa kertas bercetak dan kaset suara, slide dan kaset suara, komputer interaktif dan cakram/disc, presentasi dengan program power point atau flash.

sumber: coin-ced.org

Dengan beragamnya sumber belajar yang mungkin tersedia, maka seorang guru harus bisa memilih sumber belajar yang tepat untuk KBM yang akan dilaksanakannya. Setidaknya, ada 3 cara yang lazim digunakan oleh guru untuk memilih sumber belajar, yaitu: Baca selengkapnya…

Motivasi Belajar: Untukmu Guru yang Mulai Frustasi dan Putus Asa

September 1, 2010 3 komentar

Don’t try to fix the students, fix our selves first. The good teacher makes the poor student good and good student superior. When our student fail, we, as teachers, too, have failed. (Marva Collins).

Jika Anda seorang guru atau paling tidak Anda pernah mengajar, Anda pasti akan tahu bagaimana rasanya memandang wajah siswa-siswa yang tak termotivasi untuk belajar. Menyebalkan dan bikin frustasi. Seringkali kita ingin sekali mendekat kepada mereka lalu membisikkan kata-kata macam ini (atau bahkan berteriak?), “Saya menyerah. Saya tak tau lagi harus bagaimana. Saya sama sekali tak bisa memotivasi kamu untuk belajar!”

Saat Anda merasa sudah seperti ini (dan pasti Anda akan atau bahkan sudah dan sedang merasakannya, jika Anda adalah seorang guru), adalah sangat penting untuk selalu mengingat bahwa bagi siswa, pembelajaran kita hanyalah sebagian kecil komponen dalam kehidupan mereka (Luce, 1990). Ingatlah bahwa mereka juga mengikuti mata pelajaran yang lain dengan guru-guru yang lain, punya banyak PR, harus ikut kursus atau les, berteman, bermain, berorganisasi, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tertentu, dan bahkan mungkin bekerja sepulang sekolah. Singkat kata, mereka selalu terlibat dalam kehidupan yang amat kompleks yang akan berimbas pada berapa banyak energi dan atensi yang dapat mereka berikan pada pembelajaran kita.

Satu lagi, adalah sangat penting untuk selalu mengingat  bahwa ada suatu kenyataan tentang keterbatasan guru untuk memotivasi siswa untuk belajar. Tetapi, ingatlah selalu untuk terus berupaya sekuat kemampuan kita. Mungkin suatu waktu kita dapat merasa frustasi, lelah, dan ingin menyerah. Setiap saat, setiap kesempatan, ada sangat banyak jenis tekanan yang dapat menjatuhkan dan melemahkan motivasi belajar siswa. Jika kita selalu berupaya sebaik mungkin untuk memotivasi mereka untuk terus belajar, yakinlah seumur hidup mereka, mereka takkan pernah melupakan upaya Anda.

Luce, Ronald W. (1990). Motivating the Unmotivated. Innovation Abstracts. Center for Excellent in Teaching.