Beranda > bahan bacaan > Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS)

Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS)


Author: Suhadi

Lesson study adalah suatu kegiatan kolaboratif yag berkelanjutan dari sejumlah guru dan pakar pendidikan (dosen) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Pada praktiknya, ada 3 jenis lesson study yang biasa dilaksanakan: (1) Lesson Study Berbasis Kelompok Sekolah; (2) Lesson Study Berbasis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); dan (3) Lesson Study Berbasis Sekolah.

sumber: dokumen smpn4amuntai

Pada uraian kali ini, kita akan membahas Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS). Lesson study berbasis sekolah dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya: (1) Banyaknya guru tiap rumpun bidang study minimal 3 orang; (2) Jadwal pelajaran diatur sedemikian rupa, sehingga pada pelaksanaannya, lesson study berbasis sekolah ini tidak mengganggu tugas guru; dan (3) Sekolah sebaiknya meminta bantuan guru senior atau dosen dari suatu perguruan tinggi pada setiap bidang rumpun mata pelajaran sebagai koordinator.

Keberhasilan pelaksanaan lesson study berbasis sekolah sangat bergantung pada peran kepala sekolah. Seorang kepala sekolah, di mana di sekolah tersebut dilaksanakan lesson study berbasis sekolah dilaksanakan harus dapat: (1) berperan sebagai penggerak, motivator, dan koordinator secara keseluruhan; (2) Mengatur jadwal pelajaran agar pelaksanaan lesson study tidak mengganggu tugas guru, sekaligus mengatur pelaksanaan lesson study untuk tiap rumpun mata pelajaran; (3) Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan lesson study.

Para pakar, dalam hal ini guru senior atau dosen dari perguruan tinggi harus dapat memposisikan dirinya sebagai narasumber yang melatih dan mengarahkan kegiatan lesson study yang dikoordinasi olehnya. Mereka juga harus punya kemampuan membimbing penulisan karya tulis ilmiah, membimbing penulisan buku ajar bila diperlukan dalam kegiatan tersebut. Selain itu mereka juga harus bersedia memberikan pemodelan dengan sesekali berperan sebagai guru model. Pada kegiatan di tahap refleksi, pakar atau guru senior atau dosen dari perguruan tinggi ini diharapkan dapat memberikan masukan dan membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang muncul.

Pelaksanaan lesson study diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi guru, sekolah, dan perguruan tinggi (jika ada kerjasama sekolah dengannya). Bagi perguruan tinggi (LPTK), dalam pelaksanaan lesson study mereka dapat memetik dampak positif seperti kemungkinan untuk dapat memperbaiki kurikulum dan implementasinya, serta peningkatan pelayanan kepada sekolah-sekolah, pelayanan klinis pembelajaran, menyediakan biro konsultasi sekolah, dsb.

Bagi sekolah, lesson study berbasis sekolah seharusnya dapat memberi dampak positif seperti peningkatan manajemen sekolah, peningkatan mutu guru dan mutu pembelajaran, peningkatan fasilitas pembelajaran, serta  terbentuknya kemungkinan kerjasama dengan perguruan tinggi (LPTK) dalam kegiatan lainnya.

Sebagai subjek utama dalam kegiatan lesson study, guru dapat memperoleh dampak positif seperti: (1) peningkatan mutu guru dan mutu pembelajaran yang pada gilirannya berakibat pada peningkatan mutu lulusan (siswa); (2) guru memiliki banyak kesempatan untuk membuat bermakna ide-ide pendidikan dalam praktek pembelajarannya sehingga dapat mengubah perspektifnya tentang pembelajaran, dan belajar praktek pembelajaran dari perspektif siswa; (3) guru mudah berkonsultasi kepada pakar dalam hal pembelajaran atau kesulitan materi pelajaran; (4) perbaikan praktek pembelajaran di kelas; (5) peningkatan kolaborasi antar guru dan antara guru dengan dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran; (6) peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah atau buku ajar.

Mungkin berkaitan:

Planning A Path: Choosing Among Instructional Strategies

Lesson Plan

No Room At The Inn? What To Do When You’re Closed Out of A Course

  1. Oktober 26, 2010 pukul 11:19 pm

    Inget study kok malah jadi inget postingan ndoro kakung hiihihi

    oia, maksudku postingannya disini tentang guru

  2. Oktober 27, 2010 pukul 8:32 pm

    semoga ini mas suhadi yang saya kenal dulu …. sik kalo keliru yah saya mohon maaf dan salam kenal dulu

  3. Oktober 27, 2010 pukul 9:14 pm

    Berkunjung….

  4. kamaruddin
    Januari 31, 2011 pukul 10:16 am

    bagus

  5. Oktober 21, 2012 pukul 6:23 pm

    Lesson study bikin dosen penguji ku bingung… terancam gak lulus jadinya nich… Ough Noooooooo…!!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: