Beranda > about me > Tipes dan 24 Wajah Billy

Tipes dan 24 Wajah Billy


Author: Suhadi

Sudah belasan hari ini saya kolaps tak berdaya. Saya sedang sakit tipes atau demam tifoid (catatan: tipes atau demam tifoid tidak sama dengan penyakit tifus). Sungguh penyakit yang membuat saya teramat menderita. Selama beberapa hari ini saya berjuang menahan sakit kepala yang tak pernah mereda, perut yang perih, mual lalu muntah, demam lalu kedinginan, dan seluruh badan yang terasa sakit. Sebelum pemeriksaan darah di laboratorium, pengobatan yang diberikan dokter sepertinya tidak ada efeknya sama sekali, walaupun ketika ditanya istri saya, saya selalu berkata kepadanya kalau saya sudah merasa lebih baikan. Padahal, kepala saya melulu sakit.

sumber: dokumen suhadinet

Hasil tes darah itulah yang telah menunjukkan bahwa saya telah positif terinfeksi bakteri Salmonella – Typhi O, Salmonella P – Typhi AO, Salmonella P – typhi BO, dan Salmonella Typhi H. Bakteri jahat ini , menurut informasi yang saya peroleh dari sana-sini, biasanya berasal dari makanan-minuman atau peralatan makan yang tidak bersih, lalu menyebabkan infeksi di usus halus. Bakteri ini kemudian terbawa bersama aliran darah. Salmonella berkembangbiak terutama di hati dan limpa, kemudian dari kedua organ ini bakteri masuk kembali ke peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, utamanya kelenjar limfoid di usus halus. Akibatnya menyebabkan usus halus terluka, bahkan bisa terjadi kebocoran usus (Wah ngeri juga! Mudah-mudahan usus halus saya belum bocor).

Terimakasih pada hasil tes laboratorium yang membantu diagnosa menjadi lebih pasti dan, tentu saja 2 butir kapsul cacing yang dibawakan seorang guru saya waktu di SMP yang kini jadi kolega saya (kini saya dapat tambahan lagi kapsul cacing dari tetangga dan kerabat dekat istri saya). Berkat itu semua dan do’a orang-orang yang menyayangi dan mencintai saya, kini kondisi saya sudah mulai membaik.

Berhari-hari sakit kepala yang tak pernah berhenti barang lima belas menitpun, dan tidak enak badan plus perasaan mual dengan isi perut yang terasa bergolak, membuat saya tak bisa apa-apa. Kini, setelah agak baikan saya tanpa sengaja terpandang pada sederet buku-buku koleksi saya di atas rak sebuah lemari. Lagi tak ada bacaan, dan rasanya sepi sekali di rumah. Cuma berbaring dan duduk-duduk saja. Saya ambil salah satu novel yang sudah sangat lama saya beli tapi belum saya selesaikan membacanya karena pada waktu dulu terasa kurang sreg dengan banyaknya kata-kata “nggak” dalam novel tersebut. Saya telah mengambil “24 Wajah Billy” yang merupakan terjemahan dari “The Minds of Billy Milligan”, sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata Billy Milligan karya Daniel Keyes. Buku yang saya pegang tersebut adalah cetakan ke VI tahun 2007, diterbitkan oleh Penerbit Qanita PT Mizan Pustaka.

Saya ingat, dulu saya membelinya karena tertarik melihat judul dan covernya. Nyatanya, setelah membaca sekitar 100 halaman saya berhenti karena kurang suka dengan kalimat-kalimat terjemahannya, utamanya pada banyaknya kata “nggak” di dialog-dialog dalam novel tersebut.

Perlahan-lahan dengan sedikit rasa pening di kepala saya mulai membaca, tidak lagi dari depan karena saya malas melakukannya dan rasa-rasanya masih bisa mengingat-ingat ceritanya yang telah saya baca dulu, langsung saya bergerak ke arah halaman yang ada penandanya yang ternyata persis masih terletak di mana saya dulu berhenti membacanya. Halaman demi halaman saya ikuti. Saya coba mengenyahkan rasa tak nyaman dengan banyaknya kata “nggak” (coba seandainya penerjemah sesekali menggunakan kata “tidak” pada dialog-dialog, pasti lebih menyenangkan). Dan, akhirnya saya tenggelam dalam buku itu!

Saya mulai menyukai novel itu! Saya mulai tertarik dengan berbagai karakter imajiner yang hidup dalam tubuh Billy. Bayangkan, ada 24 karakter! Mereka semua berbeda satu sama lain. Ada pria dan wanita, masing-masing punya nama sendiri, bahkan karakter- karakter itu berbeda kebangsaan dan asal daerah, ada yang dewasa, remaja, bahkan anak-anak berusia 3 tahun, ada yang pandai melukis, ada yang pandai meloloskan diri dari borgol dan ikatan dan kunci, ada yang lesbian, ada yang nakal, ada yang pintar mengutak-atik peralatan elektronik, ada yang bisa merangkai bunga dan memasak, ada yang tuli, ada yang tidak bisa bicara, ada yan buta warna, ada yang memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa plus kemampuan menyalurkan hormon adrenalin pada saat kritis untuk meningkatkan kekuatan fisiknya, dll.

Adalah bagian yang memesona dan membuat saya berdecak-decak saat setiap karakter tersebut bergantian menduduki “tempat utama”, yaitu karakter imajiner yang memegang kendali atas tubuh Billy dan menyimpan memori untuk momen tersebut. Akibatnya dari banyaknya karakter yang sering menduduki “tempat utama”, memori Billy Milligan menjadi terpecah-pecah dan menjadi semacam kepingan-kepingan puzzle yang dibawa oleh ke-24 karakter tersebut. Billy Milligan “yang asli” menjadi kehilangan banyak waktu (memori), seperti amnesia. Ia bahkan hampir tidak ingat apa-apa yang pernah dilakukannya semenjak berumur 9 tahun, karena karakter-karakter lainlah yang bergantian berada di “tempat utama” sedang “Billy yang asli” tertidur atau ditidurkan oleh karakter-karakter imajiner tadi.

Karena berbagai karakter telah menempati “tempat utama” secara bergantian, dan beberapa karakter tadi bersifat jahat, maka Billy Milligan menjadi terlibat dalam berbagai kasus kejahatan. Banyak sekali kejahatan yang telah dilakukannya tanpa sadar karena dilakukan oleh karakter-karakternya yang lain, mulai dari mencuri, merampok, berjualan obat-obatan terlarang dan narkotika, menjadi pengawal pengiriman barang-barang illegal, hingga pemerkosaan. Pada kasus perkosaan yang menimpanya, benar-benar membuat saya kaget, karena karakter pelakunya justru karakter wanita dalam tubuh Billy Milligan yang bernama Adalana yang merupakan seorang wanita lesbian yang kesepian.

Beberapa kali Billy masuk penjara dan terus berusaha bertahan hidup dalam keadaan depresi yang amat berat. Ketidakwarasan yang dimilikinya menjadi kontroversi bagi publik Amerika. Ia menjadi sangat terkenal dan memperoleh banyak bantuan dari orang-orang disekitarnya yang percaya bahwa Billy Milligan tidak waras sehingga tidak dapat dihukum karena ketidakwarasannya itu.

Billy Milligan sebenarnya menderita kelainan jiwa, yaitu memiliki kepribadian majemuk. Skizoferenia atau apalah namanya, saya kurang mengerti. Ia memiliki 24 macam kepribadian yang berbeda-beda. Kelainan ini diidapnya setelah menerima penyiksaan dan pemerkosaan oleh ayah tirinya yang bernama Chalmer Milligan selama ia berumur antara 8 sampai 9 tahun setiap mereka berada di ladang. Chalmer Milligan, ayah tirinya itu adalah seorang petani.

Saat ini saya tengah membaca seperlima bagian akhir novel yang diangkat dari kisah nyata tersebut. Bagian di mana Billy Milligan berusaha bangkit untuk sehat secara mental agar dapat mencapai cita-citanya menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat. Saya belum tahu bagaimana akhir cerita ini (saya sangat beda dengan istri saya, yang selalu tak sabaran membuka akhir-akhir bab sebuah novel untuk mengetahui akhir cerita tanpa perlu bersusah payah – katanya – untuk harus tuntas membacanya, hee…he..he…). Saya berharap Billy Milligan dapat sembuh dengan menyatukan seluruh kepribadiannya yang terserak itu untuk menjadi satu Billy Milligan yang utuh dan sehat, untuk dapat berguna bagi masyarakat.

Saya juga berharap, agar segera cepat sembuh dari sakit tipes ini (kaki saya masih agak dingin, badan masih kurang bertenaga, dan perut saya kadang-kadang masih terasa bergolak). Saya juga akan berjuang untuk sembuh total supaya kembali fit dan segera beraktivitas. Selamat berjuang Billy! Selamat berjuang Suhadi!

Mungkin berkaitan:

The Author’s Toolkit: A Ste By Step Guide to Write dan Publish Your  Book

Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi

Sang Pemimpi

Edensor

  1. September 28, 2010 pukul 4:56 pm

    wah dulu saya sempat kena gejala tipes tu mas

    ===========
    @ enggink
    gejala tipes atau tipes, sama tidak enaknya.

  2. AL
    September 28, 2010 pukul 8:44 pm

    Cepet sembuh, Suhu. Saya doakan Suhu cepat pulih dan bisa beraktivitas lagi…

    =============
    @ Alifia

    thanks Al

  3. nurhayati djumeri
    September 30, 2010 pukul 3:52 pm

    cepat sembuh, mas…biar bisa berkarya lg dn memberi masukan baru bagi kami!

    ============
    @ nurhayati djumeri

    terimakasih

  4. Oktober 4, 2010 pukul 5:09 pm

    wah.. saya juga tertarik dengan novel ini ketika membaca judul dan kisah nyatanya,
    tapi belum kesempatan minjem ke rental hehe
    tampak nya seru….

    cepat sembuh mas..
    sakit itu kata nya penghapus dosa lho…🙂

    =============
    @ jenderal
    amien, amien…

  5. Oktober 5, 2010 pukul 1:40 pm

    semoga cepat sembuh … dan tulisan ini menarik untuk semangat sehat kembali

    minta izin untuk mengusulkan postingan ini ke Halte Blogger BPost yang terbit setiap hari Kamis

  6. suhadinet
    Oktober 5, 2010 pukul 6:26 pm

    @ H. E. Benyamine
    Terima kasih. Silakan, Pak. Saya senang sekali.

  7. Oktober 6, 2010 pukul 10:03 am

    lawas kada batandang nah … yap mudahan sehat haja bos

    ============
    @ ilham
    makasih kawan

  8. Oktober 7, 2010 pukul 7:48 am

    postingan ini dimuat dalam kolom Halte Blogger BPost halaman depan (7 Oktober 2010). Salam. Semoga cepat sembuh.

    ==============
    @ H. E. Benyamine
    ya, thanks, saya sudah baca.

  9. Oktober 8, 2010 pukul 3:02 pm

    Ehem…postingan ini saya baca di Banjarmasin Post pada Kamis semalem.

    Tapi saya sependapat dengan Bapak,soalnya saya juga pernah baca buku 24 Misteri wajah Billy itu,tapi minjem punya teman seasrama sih..hehee

    Okey,salam sukses selalu!

    =============
    @ arief rahman heriansyah

    thanks, atas suportnya. Ya, posting ini muncul di B.Post atas rekomendasi Bapak H.E.Benyamine, bukan saya yang mngirimkannya.

  10. zunita
    Maret 7, 2011 pukul 11:13 am

    punya link download novel itu ga ?
    butuh banget

  11. ziyah
    Oktober 8, 2011 pukul 2:36 pm

    Kak, aku mau link downloadnya dong ..
    Punya gak ??? aku nyari gak dapet”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: