Beranda > bahan bacaan > Kepercayaan Diri Anak-anak

Kepercayaan Diri Anak-anak


Oleh: Suhadi

Disadur dari buku:

Skills For Successful Teaching oleh Barbara Allman, Sara Freeman, Jeffrey Owen, Sally Palow, and Vicky Shiotsu –McGraw Hill Childreen’s Publishing: 2000)
Sediakan selalu lingkungan belajar yang mengakui dan menghargai setiap kontribusi anak-anak dalam kegiatan pembelajaran Anda! Mengapa? Karena, kepercayaan diri yang tinggi anak-anak akan terbentuk dari sana, dimana kepercayaan diri tersebut merupakan suatu aset yang sangat berharga yang bisa mereka miliki. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi selanjutnya akan menumbuhkan rasa nyaman dan menghadirkan cara pandang yang positif terhadap kehidupan. Tulisan ini akan mencoba mengulas tentang kepercayaan diri pada anak-anak dan bagaimana cara mengembangkannya pada anak-anak.
APAKAH KEPERCAYAAN DIRI ITU?
Webster mendefinisikan kepercayaan diri sebagai, keyakinan dan kepuasan dalam diri. Atau dengan kata lain, kepercayaan diri adalah persetujuan diri orang yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri, bahwa ia adalah pribadi yang dicintai dan mampu melakukan sesuatu. Orang-orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi selalu yakin, banyak akal, independen, dan bertanggung jawab. Mereka menerima tantangan dengan antusias dan bersedia mengambil risiko untuk mencapai potensi mereka sepenuhnya.

Di sisi lain, Orang dengan kepercayaan diri yang rendah, kurang percaya diri dan selalu harus diyakinkan setiap saat. Mereka terlalu sensitif dan sering menarik diri. Mereka menjadi mudah frustrasi ketika dihadapkan dengan masalah atau gangguan. Pendek kata, orang dengan kepercayaan diri yang rendah sering menghindari tantangan seperti mencoba suatu hal baru atau menguasai keterampilan baru, dan mereka mengalami kesulitan menangani persaingan, penolakan, dan kegagalan.

Sangat mudah untuk melihat bahwa seseorang, sangat tergantung pada bagaimana dia melihat dan menilai dirinya sendiri. Kepercayaan diri yang tinggi, atau “citra diri positip” sangat menentukan terhadap kemampuan seseorang untuk membentuk hubungan yang memuaskan dengan orang lain, untuk menangani secara efektif tekanan kehidupan, dan membuat kontribusi yang bermakna untuk masyarakat. Membangun kepercayaan diri anak-anak, dan memberikan pandangan yang sehat tentang diri mereka sendiri adalah tujuan yang harus diperhatikan orangtua dan guru dalam rangka  membantu anak menemukan potensi maksimal mereka dan menjadikan mereka bahagia dan orang dewasa yang sukses.

ANAK-ANAK DAN KEPERCAYAAN DIRI
Untuk anak-anak, kepercayaan diri berkembang terutama melalui hubungan mereka dengan orang lain. Hal ini terjadi karena anak-anak tidak memiliki kemampuan untuk belajar tentang diri mereka sendiri secara langsung. Sebaliknya, mereka melihat diri mereka sendiri melalui interaksi mereka dengan orang-orang yang dekat dengan mereka. Untuk anak-anak yang sangat muda, kepercayaan diri berkembang terutama melalui hubungan mereka dengan orang tua mereka. Seorang anak yang dikasihi dan dihargai melihat dirinya sebagai orang yang dicintai dan penting, seorang anak yang diabaikan atau ditolak merasa dia tidak pantas dicintai dan tidak berharga.

Saat anak-anak tumbuh lebih tua, guru dan teman-teman menjadi faktor yag sangat berpengaruh dalam hidup mereka. Sama seperti pengalaman positif di rumah yang membentuk dasar kepercayaan diri mereka, pengalaman positif di sekolah juga memberikan kontribusi pada perkembangan anak-anak.

KEPERCAYAAN DIRI DI KELAS
Penting untuk menyadari bahwa anak-anak tidak mendapatkan kepercayaan diri melalui instruksional (pengajaran). Kenyataannya, tidak ada program yang dapat membuat anak-anak menyukai atau menghargai diri mereka sendiri. Sebagaimana telah disebutkan, hubungan dan interaksi dengan orang-oranglah yang membentuk landasan bagi kepercayaan diri anak-anak. Saat anak-anak dicintai dan dihormati, mereka akan melihat diri mereka sebagai orang yang layak dicintai dan dihormati. Di sekolah, prinsip yang sama juga berlaku. Guru dapat memulai kegiatan untuk mendorong kepercayaan diri, tetapi dalam jangka panjang, bentuknya adalah kualitas hubungan guru-anak-anak dan yang bermakna, interaksi antar pribadi yang terjadi di sekolah sangat mempengaruhi bagaimana anak-anak merasa tentang diri mereka. Dengan kata lain, anak-anak mendapatkan kepercayaan diri ketika mereka diperlakukan dengan tepat.

EMPAT FAKTOR PENTING UNTUK MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI

Stephanie Marston, dalam bukunya The Magic of Encouragement (William Morrow and Company, 1990), menunjukkan empat faktor yang penting untuk perkembangan kepercayaan diri yang tinggi: (1) rasa memiliki/ dimiliki, (2) keunikan, (3) kekuatan, dan (4) ekspresi diri.

Masing-masing faktor mendefinisikan jenis kebutuhan emosional dasar tertentu. Setiap anak memiliki kebutuhan untuk “cocok “dengan keluarganya dan dengan masyarakat. Setiap anak memiliki kebutuhan untuk merasa dia adalah suatu individu dan bahwa ia memiliki kualitas yang khusus dan unik. Setiap anak perlu merasa ia mengendalikan tertentu aspek kehidupan dan bahwa dia memiliki pengaruh pada apa yang terjadi di sekelilingnya. Dan akhirnya, setiap anak perlu merasa dia dapat mengungkapkan dengan jujur pikiran dan perasaannya, serta memiliki kebebasan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Ketika kebutuhan dasar emosional anak terpuaskan, kepercayaan dirinya tumbuh dan berkembang.

  1. agus
    Agustus 25, 2010 pukul 10:06 am

    kepercayaan diri sangat penting untuk belajar

  2. Januari 2, 2011 pukul 8:12 pm

    Nice post. Inspiratif banget. Thanks ya sudah men-sharingnya..

  3. April 2, 2011 pukul 5:06 pm

    Good info!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: