Beranda > bahan bacaan > Membangun Kemampuan Anak dalam Belajar

Membangun Kemampuan Anak dalam Belajar


Author: Suhadi

Kita semua barangkali pernah mendengar kata-kata bijak berikut: “Jangan beri ikan, tapi berilah kail.” Kata-kata bijak tersebut juga berlaku dalam dunia pendidikan. Membelajarkan bagaimana strategi-strategi belajar yang baik (learning strategies) jauh lebih penting daripada memberikan materi pelajaran. Proses belajar akan terus dilakukan oleh peserta didik sepanjang hayat (lifelong learning). Informasi (bahan belajar) juga terus berkembang dengan sangat pesatnya. Karena itulah, paradigma pendidikan telah bergeser dari guru sebagai pemberi informasi menjadi guru sebagai fasilitator belajar.

Setiap anak memiliki potensi belajarnya sendiri-sendiri. Agar guru lebih efektif dalam membantu para peserta didik menggunakan seluruh potensi belajar yang mereka miliki tersebut, maka pemahaman guru tentang bagaimana proses BELAJAR terjadi pada setiap individu sangatlah vital (Burton, 2001). Seorang guru yang baik, bersamaan dengan praktek saat melaksanakan pembelajaran di kelasnya, refleksi pembelajaran yang telah dilakukannya, hasil membaca buku-buku, bertukar ide dengan guru-guru lain, akan dapat mengembangkan suatu rentang pengetahuan yang luas dan mendalam tentang proses BELAJAR. Pemahaman yang luas dan mendalam tentang bagaimana proses BELAJAR ini terjadi pada diri setiap individu peserta didik akan membuat guru yang bersangkutan untuk dapat merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang lebih baik secara berkelanjutan.

Setiap hari, guru selalu mengambil keputusan dari berbagai alternatif keputusan yang sangat kompleks tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran, memotivasi kelompok-kelompok dan individu-individu, dan bagaimana merespon kesulitan-kesulitan, kegagalan-kegagalan atau kesuksesan-kesuksesan belajar setiap individu peserta didik (yang masing-masing kasus bersifat unik). Keputusan yang diambil guru sangat berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, tingkat kerumitan materi pembelajaran, motivasi belajar anak, ekspektasi terhadap keberhasilan dan kegagalan belajar peserta didik, pengetahuan guru tentang teori-teori belajar, gaya mengajar guru, dsb.

Guy Claxton, yang telah bertahun-tahun mepelajari bagaimana seseorang BELAJAR, yakin bahwa pekerjaan guru seharusnya adalah membangun KEMAMPUAN BELAJAR ANAK, membantu mereka BELAJAR BAGAIMANA SEHARUSNYA BELAJAR. Guy Claxton menggarisbawahi, bahwa KEMAMPUAN BELAJAR ANAK terbentuk dari 4 kompetensi, yaitu: (1) Resilience; (2) Resourcefulness; (3) reflectiveness; dan (4) reciprocity.

Berikut penjelasan dari ke-4 kompetensi tersebut:

(1) Resilience: kemampuan untuk berkonsentrasi secara penuh dan menghindari distraksi (gangguan).

(2) Resourcefulness: kemampuan untuk melakukan berbagai strategi dan metode belajar.

(3) Reflectiveness: berpikir dengan menggunakan strategi-strategi tertentu saat BELAJAR, dan mampu memetik pelajaran dari pengalaman BELAJAR sebelumnya untuk diadaptasikan dan diterapkan pada situasi dan kesempatan yang lain.

(4) Reciprocity: kemampuan untuk bekerja secara baik pada saat sendiri atau berkelompok (dengan orang lain).

Nah, Guy Claxton merekomendasikan setiap guru untuk secara berkesinambungan membantu peserta didik untuk mengembangkan keempat kompetensi ini, agar kemampuan BELAJAR mereka dapat terus meningkat.

Selanjutnya Guy Claxton juga mendeskripsikan bagaimana peran seorang guru dalam membangun KEMAMPUAN BELAJAR. Menurutnya, guru harus:

(1) Menjelaskan apa KEMAMPUAN BELAJAR itu kepada seluruh peserta didiknya, sehingga mereka akan berpikir BAGAIMANA MEREKA TELAH BELAJAR, dan dapat BELAJAR dengan lebih baik.

(2) Mengomentari perkembangan KEMAMPUAN BELAJAR setiap anak, baik secara formal maupun secara informal.

(3) Mengorkestrasi KEGIATAN BELAJAR dengan LINGKUNGAN-LINGKUNGAN BELAJAR yang dapat membangun 4R (Resilience, Resourcefulness, Reflectiveness, dan Reciprocity).

(4) Memodelkan bagaimana cara BELAJAR yang EFEKTIF dengan cara mengeksternalisasikan contoh-contoh CARA BERPIKIR dalam memecahkan suatu masalah.

  1. Yud fhahay
    Agustus 24, 2010 pukul 7:33 pm

    Tulisan yg penuh maqna. Thanks. Moga kita dpt m nerapkannya d msg-msg tempat tgs, demi tugas suci dlm semangat nan tak kunjung pdm.

  2. September 1, 2010 pukul 2:24 pm

    blognya bagus, jangan lupa ya mampir di website saya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: