Beranda > bahan bacaan > Sastra Lisan Banjar Hulu dan Fahrurraji Asmuni

Sastra Lisan Banjar Hulu dan Fahrurraji Asmuni


buku-fahrurraji-asmuniAuthor: Suhadi

Laki-laki bersahaja itu bernama Fahrurraji, dan lebih dikenal di kalangan para sastrawan Amuntai dengan nama Fahrurraji Asmuni.Tetapi di balik kebersahajaan penampilan lulusan S1 FKIP Universitas Lambung Mangkurat Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) tersimpan minat dan gelora semangat terkait dunia tulis-menulis. Beberapa kali saya bercakap-cakap dengan guru senior di SMAN 1 Amuntai tersebut, telah memberikan kesan tersendiri kepada saya, betapa beliau adalah pribadi yang amat menyenangkan. Mula keakraban kami terjalin saat setahun yang lalu saat beliau mengomentari penampilan saya sebagai pemakalah di sebuah seminar untuk guru. Di antara ratusan peserta, beliau ternyata diam-diam menyelinap sebagai peserta. Kata beliau, “Kamu kok jauh beda dengan penampilanmu di blog, ya?” //Hiii..hii baru tau, Pak Fahrurraji Asmuni kalau foto-foto yang saya pajang di blog penuh trik airbrush dari photoshop. “Emang kenapa, Pak Fahrurraji, penampilan saya sekarang?”// “..Ngggnggg…. gak..gak papa, gantengan yang di depan saya daripada yang di blog! Bener  lho! Sumpah!// Ha..ha….//

Terakhir, dalam kesempatan rehat saat kami sama-sama memberikan tutorial pada perkuliahan mahasiswa Universitas Terbuka UPBJJ Banjarmasin di Pokjar Amuntai, beliau menghadiahi saya sebuah buku terbaru beliau yang bertajuk: “Sastra Lisan Banjar Hulu untuk Pelajar dan Umum” . Buku setebal 96 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit dan Toko Buku Hemat tersebut memuat banyak penjelasan mengenai berbagai jenis sastra lisan Banjar Hulu. Sesuai dengan peruntukannya, buku ini memang layak dimiliki para generasi muda dan masyarakat umum, utamanya yang dari etnis Banjar sendiri agar mengenal berbagai jenis sastra lisan yang kini sudah mulai menghilang dari pentas budaya. Adalah kondisi yang sangat menyedihkan jika kenyataan sekarang menunjukkan berbagai sastra lisan yang ada di tanah Banjar mulai menghilang karena  tergerus modernisasi. Sastra lisan Banjar Hulu perlu untuk dilestarikan, sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang mencirikan Suku Banjar. Sastra lisan Banjar Hulu adalah sebentuk ragam identitas yang kini mulai—atau bahkan telah—tercerabut dari budaya  Suku Banjar.

Pada Kata Pengantarnya di buku tersebut, Fahrurraji Asmuni menyatakan keprihatinan dan harapannya: dengan tersajinya buku ini diharapkan pembaca dapat mengetahui, mengenal, dan seterusnya mencintai Budaya sendiri terutama di bidang seni sastra Banjar klasik. Dan, kepada pembaca yang bukan dari etnis Banjar, tentu buku ini dapat menambah wawasan akan khazanah budaya nusantara. Menurut Fahrurraji Asmuni, sastra lisan Banjar Hulu merupakan salah satu cikal bakal sastra lisan dan sastra tulis Banjar. Beberapa sastra lisan yang dimuat dalam buku ini adalah baahui, baandi-andi, bacacapatian, balamut, bapantun, dindang, isim, madihin, mahala biu, mamanda, mangabuwau, manyair, papadahan, tutur candi, dan ungkapan. Terus terang, sebagai seorang generasi muda dari suku Banjar, saya sendiri hampir tak mengenal beberapa di antara ragam seni sastra lisan tersebut di atas.

Fahrurraji Asmuni mulai terjun di dunia tulis-menulis sejak tahun 1982. Karya-karyanya berupa esai, puisi, dan cerpen pernah dimuat di berbagai media seperti Banjarmasin Post, Serambi Ummah, Majalah Kiblat-Jakarta, Sahabat Pena, Suara Aisyiyah-Yogyakarta, Radar Banjar, dan Buletin Cangkal. Puisi-puisi terhimpun dalam antologi tunggal, di antaranya Darah Impian (1982), Elite Penyair Kalsel 1979-1985 (1988), Bintang-Bintang Kasuma I (Antologi 11 penyair Hulu Sungai Utara, 1984), Seribu Sungai Paris Berantai (antologi penyair Kalsel, 2006), Ronce Bunga Meka r (antologi penyair Banua Enam, 2007), Mahligai Junjung Buih (antologi puisi dan cerpen Sastrawan Hulu Sungai Utara, 2007), dan Tarian Cahaya Di Bumi Sanggam (antologi puisi Penyair Kalsel, 2008). Kumpulan cerpen dan cerita yang telah dirilisnya adalah Kuning Padiku, Hijau Hidupku (1984), Sang Guru (1990), Pengabdian (1995), Dialog Iblis dengan Para Shalihin (2000), Datu-Datu Terkenal Kalsel (2001), dan Kena Tipu (2005).

Saat ini Fahrurraji Asmuni berdomisili di Jalan Negara Dipa, Komplek 10 RT.8 No. 366 Kelurahan Sungai Malang, Amuntai. Anda juga dapat mengunjungi blognya (yang kata beliau dibangun dengan semangat besar plus pengetahuan minim tentang dunia maya) di http://wwwkaryaraji.blogspot.com

  1. November 9, 2009 pukul 9:34 am

    Memang saat ini evolusi Bahasa Banjar sangat cepat terjadi, akibatnya generasi sekarang banyak yang tidak mengetahui kata-kata tertentu dalam Bahasa Banjar,

  2. November 9, 2009 pukul 12:28 pm

    wah saya belum pernah mendengar atau membaca karya sastra banjar….semoga bisa ada 1 review sebgai contoh…🙂 pa kabar pak?

  3. Siti Fatimah Ahmad
    November 17, 2009 pukul 2:41 am

    ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

  4. November 17, 2009 pukul 3:24 pm

    Do’a untuk sebuah buku … salam hormat untuk beliau.

  5. November 25, 2009 pukul 1:08 pm

    selamat untuk beliau, langsungke tkp pak

  6. November 28, 2009 pukul 11:08 pm

    pak suhu….. kemana aja? :D:D

    cek tkp dulu ya🙂

  7. Siti Fatimah Ahmad
    Desember 7, 2009 pukul 9:26 pm

    Assalaamu’alaikum

    Sahabat dirai dan dijemput ke Laman Menulis Gaya Sendiri untuk menerima AWARD PERSAHABATAN – YOU’RE A GREAT BLOGGER sempena ULANG TAHUN PERTAMA laman saya. Salam mesra dari Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia.

    SITI FATIMAH AHMAD

    # juga sahabat yang pernah berkomentar di laman saya dan melihat iklan ini, bimbang saya tidak sempat ke laman sahabat pula kerana terlalu ramainya..

  8. hatmiati
    Desember 10, 2009 pukul 12:39 pm

    salam buat Pak Fahrurraji Asmuni….lama nian tak bertemu…

  9. Siti Fatimah Ahmad
    Desember 17, 2009 pukul 11:37 pm

    Assalaamu’alaikum

    SAHABAT
    Walau…
    Langkah tak bertemu
    Tangan tak berjabat (perempuan sahaja ya)
    Ucapan tak terdengar
    Izinkan hati ini memohon maaf
    Atas segala…..
    Sikap dan lisan yang tak terjaga
    Janji yang terkota
    Hati yang kerap berprasangka (insya Allah tiada)
    Sepanjang setahun perkenalan kita
    Selama persahabatan kita terjalin di dunia maya
    Terima kasih atas kasih sayang dalam ukhuwwah yang dicerna
    Semoga kita selalu di dalam perlindungan-Nya

    SELAMAT MENYAMBUT MA’AL HIJRAH 1431
    Salam Awal Muharam dan salam manis dari saya di Bangi, Selangor, MALAYSIA.

    SITI FATIMAH AHMAD

  10. Januari 5, 2010 pukul 3:42 pm

    wah,aku tak nyangka Suhadi nulis tentang diri.Terima kasih atas ditulisnya tentang diri dan bukuku, terimakasih pula atas komentar-komentar Anda.Buat hatmiati, gimana nih kabarnya,jangan talalu batapa di balik gunung …..nanti jadi mak lampir …hi..hi.. goyun aja lho,jangan marah.
    Selain blog ,aku punya wordpress.com,yaitu fahrurraji.wordpress.com

  11. Januari 27, 2010 pukul 3:44 am

    ..lama tak menengok laman ini (huh.., kemana saja selama ini), ternyata banyak tulisan bagus yg terlewatkan…

  12. Februari 12, 2010 pukul 10:52 pm

    sama dengan apa yang dikatakan guru sandi… saling kunjung pak, salam… blog yang kueren…

    ==========
    @ awiem

    oh ini ahsani taqwiem itu toh!😉

  13. iin syah
    Maret 11, 2010 pukul 9:05 pm

    Salam kenal, tulisannya bagus.🙂

    =========
    @ iin syah

    thanks

  14. I Gusti Sudita
    Maret 12, 2010 pukul 2:51 am

    ulun pingin belajar bahasa banjar tapi…

    ===========
    @ I gusti sudita

    tapi kenapa?

  15. copiyan
    Maret 21, 2010 pukul 12:25 pm

    sastra…

    ========
    @ copiyan
    yup, betul..

  16. April 24, 2010 pukul 7:23 am

    senang rasanya masih bisa berkunjung di rumah sahabat di akhir pekan ini, salam dari kalimantan tengah 00:13

    ===========
    @budies

    thanks. Saya dah liat-liat blog barunya. Keren!!!

  17. hajriansyah
    April 27, 2010 pukul 11:33 pm

    mudahan sampai jua buku ni ke tanganku… amin,

  18. April 29, 2010 pukul 1:14 pm

    senang rasanya masih bisa berkunjung di rumah sahabat di akhir pekan ini, salam dari kalimantan tengah 06:04

  19. Juli 31, 2010 pukul 5:15 am

    menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:09

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: