Beranda > bahan bacaan > Cara Membuat Awetan Hewan Sehingga Tampak Transparan

Cara Membuat Awetan Hewan Sehingga Tampak Transparan


Pada pembelajaran biologi, di beberapa materi, misalnya sistem rangka memerlukan media pembelajaran asli. Untuk melihat bagaimana susunan tulang-tulang pembentuk rangka dalam keadaan dan posisi sebenarnya di dalam tubuh hewan yang diawetkan seperti tikus, kodok, kadal, burung, ikan, dsb., kita harus membuat jaringan-jaringan yang menutupi rangka hewan-hewan tersebut menjadi transparan. Tulang-tulang penyusun rangka akan dapat diamati dengan mudah pada kedudukan aslinya karena jaringan otot telah berubah menjadi transparan.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

Pertama:

Semua hewan yang ingin dibuat awetan jenis ini harus terlebih dahulu dibersihkan dari sisik, bulu, maupun rambutnya.

Kedua:

Fiksasi tubuh hewan tersebut ke dalam larutan formalin 10% sekurang-kurangnya 1 minggu.

Ketiga:

Masukkan awetan tersebut ke dalam larutan KOH 2% agar daging atau otot menjadi transparan. Lama perendaman tergantung jenis hewan dan ketebalan dagingnya. Selama melakukan perendaman, lakukan penggantian larutan bila KOH telah menjadi keruh. Penggantian harus dilakukan dengan segera, bila terlambat 2-3 hari, awetan dapat menjadi hancur, dan anda harus mengulang lagi dari langkah awal. Bila daging telah benar-benar transparan, pindahkan awetan ke larutan KOH yang baru, dan anda dapat melanjutkan pembuatan ke tahapan berikutnya.

Keempat:

Beri beberapa tetes larutan Alizarin Red S. (5-6 tetes untuk larutan 250 ml), sehingga larutan berwarna merah muda. Biarkan hewan dalam larutan ini selama 24 jam hingga tulang menjadi berwarna ungu muda. Larutan Alizarin Red S dibuat dengan cara melarutkan 0,1 gram kristal Alizarin Red S ke dalam larutan KOH 1% yang telah ditambah sedikit NH4OH.

Kelima:

Pindahkan awetan ke dalam larutan yang terdiri dari KOH 1% dan gliserin dengan perbandingan 1:1, dan biarkan sampai awetan hewan tenggelam.

Keenam:

Masukkan ke dalam tempat penyimpanan yang permanen dengan larutan gliserin murni dan atur posisi hewan awetan. Agar tidak epat berjamur, dapat ditambahkan sedikit timol atau fenol.

  1. Mei 25, 2011 pukul 8:00 pm

    awetan hewannya bisa busuk gag y mas??

    ============
    @fajar
    ya bisa juga, kalau nyimpannya gag bener

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: