Beranda > Makalah PTK > Prinsip Dasar yang Harus Dipegang Saat Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas

Prinsip Dasar yang Harus Dipegang Saat Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas


Acquiescence is not a characteristic of an action tesearcher. He is resourcefull, commited, tenacious, and above all, curious. He will not be satisfied with a given system if he sees elements of the system as unsatisfactory. He will seek to change it. In doing so, he refuses to be a servant, but becomes an acting agent. He rises above the role of a skilled technician and becomes an educator. (Jean McNiff, Action Research, Principles and Practice, McNiff, 1988, 50).

Kasihani (1999) dan Suyanto (1997), mendaftar beberapa hal yang harus dijadikan sebagai prinsip dasar dalam melakukan penelitian tindakan kelas (PTK), sebagaimana disajikan berikut ini.

Pertama

PTK tidak boleh mengganggu tugas utama dari guru yaitu mengajar. Jadi bila seorang guru sedang melakukan PTK, maka ia sebenarnya sedang berusaha mengembangkan perannya sebagai guru yang profesional, karena salah satu ciri guru yang profesional adalah dapat mengajar dengan efektif sambil melakukan penelitian.

Kedua

Pada saat kegiatan pengumpulan data dalam PTK, tidak disarankan menggunakan waktu yang terlalu lama. Agar hal ini terlaksana maka peneliti harus sudah merasa pasti dalam memilih teknik yang tepat, termasuk pengumpulan data awal sebelum kegiatan PTK dimulai.

Ketiga

Metodologi yang digunakan dalam PTK harus tepat dan terpercaya. Bila metodologinya tepat akan memberi peluang bagi guru untuk memformulasikan hipotesis tindakan dan mengembangan strategi yang dapat diterapkan di kelasnya.

Keempat

Masalah yang diangkat dalam PTK harus merupakan masalah yang memang ada, faktual, menarik, dan layak untuk diteliti. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana dan nyata. Dengan demikian siklus dimulai dengan yang kecil sehingga perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi menjadi lebih jelas.

Kelima

PTK berorientasi pada perbaikan pendidikan dengan jalan melakukan perubahan-perubahan yang dilaksanakan dalam tindakan-tindakan. Kesiapan guru untuk berubah merupakan syarat penting bila akan

melakukan perbaikan.

Keenam

PTK merupakan proses sistematik yang memerlukan kemampuan dan keterampilan intelektual. Pada saat proses penelitian, maka peneliti dituntut berpikir kritis yaitu mulai menentukan masalah, perencanaan tindakan baik yang bersifat teoritik maupun praktis, kemudian dijabarkan dalam tindakantindakan.

Ketujuh

PTK menuntut guru untuk membuat catatan-catatan pribadi tentang semua kemajuan atau perubahan siswa, permasalahan-permasalahan yang dialami, dan refleksi tentang proses belajar siswa, serta proses pelaksanaan tindakan-tindakan dalam penelitian.

Kedelapan

Dalam PTK guru dapat melihat dan menilai diri sendiri terhadap apa yang telah dilakukan di kelasnya. Dengan melihat unjuk kerjanya, kemudian direfleksi dan diperbaiki, guru akan lebih terampil dalam melaksanakan profesinya.

  1. muthoharoh
    November 2, 2010 pukul 11:36 am

    akah berkaitan dengan metode saya yang kurang pas dengan kemampuan aanak?

    ===============
    @ muthaharoh

    tentu saja metode pembelajaran yang digunakan harus dipertimbangkan penggunaannya. Salah satu dari sekian banyak aspek yang menjadi bahan pertimbangan metode yang digunakan untuk pembelajaran adalah kemampuan peserta didik.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: