Beranda > Makalah PTK > Penelitian Tindakan Kelas, Suatu Cara Menuju Guru Profesional

Penelitian Tindakan Kelas, Suatu Cara Menuju Guru Profesional


Author: Suhadi

Rahasia untuk menjadi guru profesional adalah terus tumbuh dan belajar. Guru yang berkeinginan untuk tumbuh dan terus belajar bagaimana menjadi guru yang baik dapat belajar dari pengalamannya sendiri. Bukankah ada pepatah yang mengatakan: Guru Terbaik adalah PENGALAMAN?

Melalui penelitian tindakan kelas (classroom action research), guru dapat terus-menerus memperbaiki pembelajaran yang dilaksanakannya di kelas beranjak dari kondisi pembelajaran riil mereka sendiri. Guru dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan yang memang dianggap mereka penting untuk diperbaiki dan diawali dengan kesadaran diri bahwa kelemahan-kelemahan itu bersifat urgen.

Penelitian tindakan kelas menyediakan suatu metode pengembangan profesi yang bersifat sistematis. Saat melaksanakan penelitian tindakan kelas, guru akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dirinya sendiri tentang metode apa yang dapat dipakai untuk memperbaiki kondisi ini, strategi apa yang harus dilakukan, keterampilan mengajar apa yang harus saya lakukan, teknik penilaian yang bagaimana yang paling tepat untuk mengatasi persoalan ini, dst. Guru berkesempatan untuk melakukan inkuiri atas pembelajaran di kelasnya, merancang pembelajaran yang lebih baik, mengumpulkan data-data sebagai bahan analisis, dan merefleksinya sebagai bahan untuk tindakan selanjutnya. Penelitian tindakan kelas juga dapat dikatakan sebagai pengambilan tindakan untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar melalui studi yang sistematis terhadap tindakan tindakan yang telah diambil dan konsekuensi-konsekuensinya. Penelitian tindakan kelas yang pada hakikatnya termasuk penelitian terapan ini dengan demikian, dirancang oleh guru (praktisi pendidikan) yang mengambil dan menganalisis data yang mereka dapatkan dari kelas mereka masing-masing. Penelitian tindakan kelas selanjutnya akan membawa guru ke tingkat keprofesionalan manapun yang guru bersangkutan inginkan.

Saat ini, sebagian besar guru merasa masih belum mampu melakukan penelitian tindakan kelas. Ketidakmampuan mereka itu lebih disebabkan oleh ketidakmauan dan ketidakpercayaan akan diri sendiri untuk mencoba, padahal penelitian tindakan kelas bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan.

  1. Mei 2, 2009 pukul 7:34 am

    Yap setuju Pak Guru …

  2. Mei 3, 2009 pukul 9:54 am

    kalau bisa disimpulkan, penelitian tindakan kelas ini menjadi salah satu upaya evaluasi diri bukan, suhu? menurut saya, evaluasi diri adalah suatu langkah yang sangat penting dalam upaya pengembangan diri, karena dalam hal ini dituntut kejujuran, pemikiran kritis, keterbukaan terhadap masukan, dan kesediaan untuk memperbaiki diri.

    terima kasih atas artikel yang bermanfaat ini, suhu. masih heran, kenapa suhu lama banget hiatusnya. gimana kabar mbak nove? sehat aja, kan? kapan berita baik akan saya dengar?

    ====================

    @ marshmallow
    Betul banget, Bu. Evaluasi diri memang sangat dibutuhkan, tak hanya pada profesi guru saja bukan?

    Lama hiatus? Ah, maklum, sibuk nyaleg..eh nyolek-nyolek Mbak Nove.:mrgreen:

    Sekarang dah usia kehamilan 5 bulan, ya perkiraan kelahiran sekitar september. Itukah berita yang kamu maksudkan..πŸ˜‰

  3. Pretty Puji Mulia, S.Pd
    Mei 10, 2009 pukul 12:08 pm

    Betul sekali pak Guru, tapi masalahnya tidak hanya karena ketidakmauan dan ketidakpercayaan akan diri sendiri. Di sekolah saya juga banyak yang ungin melakukannya, hanya karena keterbatasan ilmu dan nara sumber mengenai PTK itu sendiri membuat kami masih meraba-meraba, sebetulnya seperti apakah yang nmanya PTK itu? Mohon ilmunya…, Thanks.

  4. Mei 12, 2009 pukul 10:41 am

    kalau semua guru seperti dirimu sahabatku
    Kan lebih maju pendidikan Indonesia

    Semangat!

  5. Saro, S.Pd.
    Mei 18, 2009 pukul 7:31 am

    Pernyataan “ketidakmauan dan ketidakpercayaan akan diri sendiri untuk mencoba” sangat inspiratif. Salam kenal dari saya.

  6. Mei 19, 2009 pukul 11:22 pm

    PTK itu bagus tapi sayangnya di lapagan banyak guru yang copy dan paste untuk kepentingan pribadi. pufff……padahal PTK memupuk jiwa profesionalisme guru yang ilmiah.

    semangat!!!!
    sain widianto K
    mahasiswa PJJ ICT S1 PGSD UNEJ

  7. Mei 31, 2009 pukul 7:11 pm

    Guru Terbaik adalah PENGALAMAN?
    Yap, Setuju, tapi tambah dikit “Guru Terbaik adalah PENGALAMAN yang baik”
    Untuk PTK, jangan paksakan meng-IYA-kan semua hipotesa penulis. Tulis hasil apa adanya, ulangi atau cari alternatif lain untuk obati sakit guru dengan pengalaman kurang baik.

    =================
    @ kandung supriyono
    pengalaman yang buruk sebenarnya juga bisa jadi guru loh Pak. Biar jangan terulang lagi. Kan ada pepatah, hanya orang bodoh yang mengulang kesalahan yang sama untuk kesekian kali.πŸ™‚

    Ya pastinya begitu, seorang peneliti atau sebuah penelitian harusnya memberi nurturent effect, yaitu kejujuran dari sang peneliti. Kalau hipotesisnya tertolak, harus diakui. Setuju banget untuk yang ini.πŸ˜‰

  8. September 7, 2009 pukul 2:32 pm

    Saya senang melihat Bapak Ibu guru semangat mendiskusikan PTK dan tentunya membuat PTK.

  9. Oktober 12, 2009 pukul 7:25 am

    mohon dikirimi

  10. ummu,aulad
    Oktober 24, 2009 pukul 11:24 pm

    leres banget, jika para pendidik punya iktikad seperti itu. Wou.. indah sekali dunia pendidikan kita.

  11. Januari 3, 2010 pukul 8:41 pm

    artikel yang baik…
    http://boeangsaoet.wordpress.com

  12. ENDAH TRI WAHYUNI
    Maret 12, 2010 pukul 11:11 am

    PTK akn sy coba…thx ats ilmunya..

    =========
    @ Endah TW

    ayo ber PTK bu!πŸ™‚

  13. Juni 1, 2010 pukul 6:36 pm

    pak, bisa tolong email langkah PTK? ada yang perlu bahan itu. trims ya pak

  14. Juni 27, 2010 pukul 1:47 pm

    dengan adanya PTK guru2 bisa bertambah kualitasnya..
    smangat untuk mengerjakannya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: