Beranda > Uncategorized > Illegal Logging, Indonesia Tak Mencegahnya?

Illegal Logging, Indonesia Tak Mencegahnya?


Author: Suhadi

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mencegah illegal logging dan pengrusakan hutan di Indonesia? Hmm… kayaknya belum ada! Memang kita bisa/biasa melihat selama beberapa tahun ini kepolisian melakukan penangkapan terhadap armada-armada (laut, sungai, atau darat) pengangkut kayu log (gelondongan) atau kayu-kayu setengah jadi. Selebihnya, adakah usaha lain yang lebih baik?

Pemerintah sepertinya tidak memperhatikan atau bahkan mengabaikan (?) tindakan pencegahan. Berapa anggaran yang disediakan pemerintah untuk mengawasi hutan-hutan kita di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, atau pulau-pulau lainnya? Armada apa yang dipergunakan? Helikopter? Satuan khusus tentara atau polisi, atau polisi kehutanan? Kok tak ada terdengar dan terlihat geliatnya. Seandainya saja pemerintah mau konsentrasi untuk mencegah penebangan liar. Terlalu susahkah melakukan itu? Terlalu sulitkah melacak dan mengendus orang-orang yang sedianya akan melakukan penebangan hutan, tepat sebelum mereka menebang? Nilai kayu-kayu yang diambil dari hutan-hutan kita setiap tahunnya mencapai puluhan trilyun rupiah. Hutan kita yang rusak setiap tahunnya mencapai jutaan hektar. Indonesia adalah negara di urutan satu dengan laju perusakan hutan tercepat. Sungguh memalukan!!!!!

Kalau yang dilakukan adalah penangkapan/razia terhadap orang-orang yang mengangkut kayu-kayu hasil pembalakan liar, menurut saya itu belum menyentuh sama sekali akar permasalahan: rusaknya hutan kita sebagai penyangga iklim global dan hilangnya plasma nutfah yang berdampak pada merosotnya tingkat keanekaragam hayati kita. Sungguh sayang, tindakan yang dilakukan bukan tindakan mencegah!

Maaf, mungkin tulisan ini terkesan sangat emosional. Saya akui, saya merasa geram melihat perusakan hutan kita. Lihatlah gambar di bawah ini yang saya ambil di depan kantor polsek Sungai Pandan-Alabio, Kab. Hulu Sungai Utara. Kayu-kayu log ini tentunya kayu-kayu yang tak berdokumen lengkap. Kayu-kayu ini beberapa hari yang lalu saya lihat dinaikkan ke atas truk fuso oleh puluhan kuli di Desa Sungai Panangah Kecamatan Danau Panggang. Saat itu kebetulan saya sedang melintas sepulang dari sekolah. Melihat dari ukuran kayu log sekarang ukurannya sangat kecil. Diameternya barangkali hanya sekitar 50cm. Dulu, jaman saya masih anak-anak, di Sungai Nagara (Negara), sering melintas “orang-orang pambatangan” membawa kayu log mengalur sungai dengan ukuran kayu log sebesar drum. Kalimantan yang dulu kaya dengan kayu sebenarnya hanya tinggal cerita. Bagaimanakah sepuluh tahun ke depan? Akankah Kalimantan dan pulau-pulau lainnya di Indonesia menjadi lahan gundul yang mahaluas dan tandus? Lalu, selanjutnya akan menjadi sumber bencana bagi umat manusia? Jangan!!!!!!!!!!!!!

Sebagian Kecil Tumpukan Kayu Log hasil sitaan di Halaman Polsek Sungai Pandan - Alabio, Kab. Hulu Sungai Utara.

Sebagian Kecil Tumpukan Kayu Log hasil sitaan di Halaman Polsek Sungai Pandan - Alabio, Kab. Hulu Sungai Utara.

  1. DV
    Maret 30, 2009 pukul 5:48 am

    Pak Suhadi, menurut saya, Indonesia tidak butuh aturan lebih banyak lagi, tapi butuh komitmen dan konsistensi untuk menjalankan aturan yang udah cukup banyak itu.

    Selama aparat belum sepenuhnya berani menindak, ya kita tak bisa berharap terlalu banyak…

  2. Maret 30, 2009 pukul 6:38 am

    sebagai orang yg berada di kalimantan saya ndukung pak suhadi bersuara mengenai illegal loging ini. hutan kalimantan termasuk yg parah dibalak. maju terus pak, walau lewat tulisan

  3. Maret 30, 2009 pukul 8:30 pm

    Emosional juga ngak apa kog … bakalan ngak dip[erhatikan juga he he (becabda)

  4. Maret 31, 2009 pukul 12:12 am

    padahal kalimantan selama ini sangat terkenal akan hutan tropisnya yang lebat. tapi sekarang justru pulau ini lebih pamor soal praktik illegal logging, pembalakan liar dan pembakaran hutan yang dahsyat. ah…

    nggak hanya di kalimantan sih. tapi kalimantan sebagai pulau yang selama ini dibanggakan sebagai paru-paru katulistiwa pun sudah terimbas cerita suram hutan indonesia. mirisnya…

    =============
    @ marshmallow
    yap, miris… Bu

  5. ziadinor
    Maret 31, 2009 pukul 12:51 am

    Bagaikan buah simalakama,illegal loging sdh terbukti merusak lingkungan,banjir dimana-mana,tanah longsor dimana-mana,hancurnya waduk.tapi di sisi lain kayu hasil tebangan,dipergunakan sbg bahan bangunan oleh masyarakat yg tinggal di daerah dengan kondisi geograpis nya tak memungkinkan untuk di ganti dg bhn lain seperti semen ataupun beton.hendaknya, selain melarang ilegal logging, pemerintah juga punya alternatif lain bagi masyarakat di daerah rawa dan dataran rendah lainnya.(www.ziadi.cybermq.com)

    =======================
    @ ziadi
    nah, tu.. harusnya pemerintah menggalakkan riset untuk memenuhi kebutuhan kayu yang besar,
    kenyataan lain, kayu itu dijual ke LN

  6. vizon
    Maret 31, 2009 pukul 12:22 pm

    Pak, saya kutip kalimat ini:
    “Akankah Kalimantan dan pulau-pulau lainnya di Indonesia menjadi lahan gundul yang mahaluas dan tandus?”

    Kekhawatiran Bapak itu sudah terjadi…
    di tanah kelahiran saya, duri-riau, sudah sangat banyak hutan yg gundul. setiap kali saya pulang, di kiri kanan jalan yg dulu penuh dg hutan lebat, sekarang sudah kering kerontang, tak satupun pohon tersisa di situ…

    apakah pemerintah tidak tau? menurut saya, sangat tahu. hanya sayang, mereka tidak mau bertindak lebih tegas… kenapa? saya kira kita semua sudah tahu jawabanya…

    ============
    @ vizon
    sering saya merasa pesimis akan masa depan bangsa kita, yang kenyataannya moralitas semakin merosot….😦

  7. April 1, 2009 pukul 6:05 am

    aturannya sudah ada pak, setuju dengan DV. Yang penting komitment semua pihak untuk mematuhinya dan menjaga kelestarian lingkungan.

    ==================
    @ indira
    itulah in, masalahnya pola pikir bangsa ini sudah pada rusak semua.

  8. April 1, 2009 pukul 11:48 am

    Saat saya sekolah di MTs Barabai di tahun paruh 80-an, hampir tiap hari saya melihat truk-truk besar mengangkut kayu yang melintas di depan rumahku. Satu gelondong kayu saja, diameternya penuh satu truk. Jadi, kalau sekarang, hutan sudah rusak, itu sudah cerita usang yang seolah habis air mata untuk menangisinya. Orang-orang Kalimantan sendiri dipaksa jadi penonton atas rusaknya hutan mereka oleh para pembalak bermodal besar dari luar yang berselingkuh dengan aparat.

    =================
    @ racheedus
    betul, pak. Kalau sudah begini gimana coba?

  9. April 1, 2009 pukul 3:18 pm

    Kita hidup di jaman yang sangat korup pak….jadi sangat sulit berantas ilegal loging…atas nama uang, maka hutan di babat…..semoga kalimantan kita tetap bisa jadi paru-paru dunia…kalo ndak ada lagi, maka akan tamatlah dunia ini….

    ===============
    @ imoe
    ya, kiamat mungkin sudah dekat

  10. April 1, 2009 pukul 7:11 pm

    dulu sewaktu zaman keemasan kayu, kita ditertawakan orang barat, …. sekarang mereka lebih tertawa lagi …betapa bodohnya indonesia ini

    ==============
    @ ilham
    ya, dan generasi selanjutnya menanggung akibat yang lebih berat

  11. April 4, 2009 pukul 10:40 am

    gimana ya pak cara memberantas nya? Pasti susah dan banyak kongkalingkong nya juga dengan aparat.

  12. Hammad Fithry Ramadhan
    April 5, 2009 pukul 5:19 pm

    Sumber masalahnya mungkin karena aturan yang luwes ketika masing banyak kayu…sekarang setelah dieksploitasi besar-besaran dan hampir habis,baru dibuat aturan. Kayanya belum terlambat untuk membuat aturan pengekploitasian kekayaan alam yang lain….

  13. April 5, 2009 pukul 9:22 pm

    Memang pemerintah kita seharusnya ikut andil dalam pemberantasan ilegal loging. tapi kalau dilihat malah sebaliknya, memberikan izin atau melegalkan hal tersebut.

  14. April 10, 2009 pukul 3:54 pm

    Seharusnya kita punya road map jangka panjang, menerapkan pelaksanaannya dengan disiplin tinggi, memberikan reward and punishment dengan jelas.

  15. April 10, 2009 pukul 8:50 pm

    tulisan senada juga saya temukan di http://ampahrt12.wordpress.com/batubara-membawa-nikmat
    wah susah ya…

    Artikel terbaru dari budies: bikin aquarium sendiri

  16. April 17, 2009 pukul 5:54 am

    Salam kenal … illegal loging memang ladang bisnis yang menggiurkan bagi segelintir orang. Ditambah sistem pemerintahan kita yang mungkin belum protektif terhadap penebangan liar. Menurut Bapak Guru, bagaimana sikap masyarakat di Kalimantan saat ini? apakah tidak mungkin, jika kesadaran masyarakat seluruh kalimantan dijadikan satu untuk menvegah illegal loging? Bukan hanya LSM, pemerintah, namun kitalah yang harus mencegahnya

  17. April 18, 2009 pukul 11:39 am

    Ya, setuju dengan DV.

    Juga, mulailah menanam pohon, karena sebentar lagi sudah tidak ada lagi illegal logging sebab kayunya memang sudah habis.

  18. April 18, 2009 pukul 11:51 pm

    apa ada kong-kalikong, cincai aja (halah basa apalagi) disana?
    kalo iya, berarti nunggu emosi pak Hadi semakin memuncak😀

    ‘baru mampir pak’

  19. soyjoy76
    April 21, 2009 pukul 6:02 pm

    Kalo razia Illegal logging, kayu sitaannya sering dijual lagi oleh oknum aparat. Disisain dikit didepan polsek/polres buat dijepret-jepret wartawan (to announce: We’ve got them busted!!), trus dilelang buat nambah kas negara (setelah potong ‘biaya’ sana-sini tentunya).

    Salam kenal Pak Suhadi…mudah-mudahan bapak ngga marah sama tulisan realitas di blog saya berikut: http://soyjoy76.wordpress.com/2008/11/26/the-show-must-go-on/

  20. April 27, 2009 pukul 1:20 am

    *semoga para caleg yang baru kepilih ngeliat tulisan ini*

  21. blackbox304
    Juni 28, 2009 pukul 8:39 am

    ilegal logging-logging ilegal-legal-loging?

  22. uup
    Juli 13, 2009 pukul 10:16 pm

    hmmmmmmmmmmmmmmm indonesia memang lambat menangani ini semoga peerintahan yang baru nanti bisa lebih bijak.
    lihat saja kerugian negara sampai berapa triliyun..
    lihat disini:http://mepow.wordpress.com/2009/06/07/2004-kasus-ilegal-logging-rugikan-indonesia-rp-30-triliun-2009/

  23. rygar
    September 28, 2009 pukul 11:59 am

    indonesia memang benar-benar lamban dalam menangani masalah tersebut.mungkin pemerintah sedang pikir dua kali dengan hal tersebut.atau jangan-jangan pemerintah sedang membiarkan aja ya?

  24. hikari
    November 14, 2010 pukul 7:53 pm

    ilegal loging terjadi karna lemahnya hukum di Indonesia

    ====
    @ hikari
    ya..ya.. saya sependapat dengan anda

  25. aan
    Januari 9, 2011 pukul 12:33 am

    sebenarnya UU tipikor yg lebih tepat untuk para pelaku illegal logging

  26. dani
    Maret 18, 2011 pukul 1:11 am

    sebenar nya mencari dan menghukum pelaku mafiah illegal logging itu ngak susah,ngak harus repot..yang susa dan repot adalah duit nya bagi penikmat-penikmat nya yang berparan diblakang layar…saya mintak komitmen nya bagi penegak hukum yang telah di bentuk…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: