Beranda > bahan bacaan, motivasi belajar > Motivasi Belajar—Koreksi dan Kembalikan Kertas Kerja Siswa Sesegera Mungkin

Motivasi Belajar—Koreksi dan Kembalikan Kertas Kerja Siswa Sesegera Mungkin


Author: Suhadi

 

Feedback (umpan balik) merupakan suatu bagian penting dalam kegiatan belajar-mengajar. Umpan balik sangat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Salah satu prinsip penggunaan umpan balik adalah: diberikan sesegera mungkin oleh guru kepada siswa. Jangan pernah menunda pemberian umpan balik!

 

Guru biasanya harus memberikan umpan balik terhadap tugas, latihan soal, PR, ulangan harian, perkembangan keterampilan sosial, upaya belajar, penguasaan suatu keterampilan, dsb, yang telah diupayakan oleh siswa. Untuk memberikan umpan balik, guru dapat melakukannya baik secara verbal maupun secara nonverbal. Umpan balik dapat bersifat reward misalnya, untuk proses pembelajaran maupun terhadap hasil belajar yang mereka lakukan/capai dengan baik. Bisa pula berupa kritikan yang bersifat membangun motivasi belajar dan perbaikan proses atau pencapaian hasil belajar tadi.

 

Sangat disayangkan bila guru suka menunda-nunda pemberian umpan balik terhadap pembelajaran siswa, terutama dalam kaitan koreksi pada kertas kerja siswa. Banyak hal yang dapat membuat guru terlambat atau menunda pemberian umpan balik dalam bentuk ini. Ironisnya, seringkali disebabkan karena rasa malas yang ada dalam diri guru. Penundaan pemberian umpan balik dalam bentuk koreksi kertas hasil kerja siswa sangat merugikan dan merusak motivasi belajar siswa. Guru yang malas mengoreksi pekerjaan siswa seperti PR, tugas, ulangan harian, lembar kerja, dll, membuat siswa menunggu-nunggu. Tidak jarang siswa menjadi kesal terhadap guru, bahkan harus menagih kepada guru tentang kertas hasil kerja mereka. Akhirnya, beberapa siswa cenderung akan kehilangan selera untuk melihat nilai yang mereka peroleh dari hasil pekerjaan mereka itu.

 

Guru yang baik dan profesional seharusnya tidak melakukan penundaan pemberian umpan balik dalam bentuk koreksian pekerjaan siswa. Hasil koreksian tersebut sebenarnya sangat bermanfaat, tidak hanya buat siswa, tapi juga bagi guru. Analisis kelemahan dan kekuatan sebuah pembelajaran dapat dilakukan berdasarkan hasil pekerjaan siswa. Selanjutnya, hasil analisis ini dapat dijadikan dasar pijakan untuk perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Pembelajaran yang berdasarkan analisis semacam ini akan berbuah pembelajaran yang efektif, efisien, dan menyenangkan bagi siswa dan guru.

 

Penundaan koreksi dan pengembalian kertas hasil pekerjaan siswa yang terlalu lama juga menyebabkan guru akan kesulitan memberikan reviu terhadap materi penting, yang barangkali akhirnya diketahui berdasarkan hasil analisis kertas hasil kerja siswa tersebut,  belum dikuasai siswa dengan baik. Karena lamanya selang waktu koreksi dan pengembalian, materi yang tak terkuasai dengan baik oleh siswa itu jadi begitu jauh terlewat. Jika diulang tentu akan mengganggu “smoothness”-nya pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar jadi terdistraksi oleh ketidakruntutan dan bolak-baliknya konten pembelajaran. Lagi-lagi ini akan merusak motivasi belajar siswa.

  1. Desember 12, 2008 pukul 9:09 pm

    wah, feedback! penting banget!
    selain memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar dari kesalahan, umpan balik juga menunjukkan betapa kompetensi seorang pendidik dalam menilai siswanya, berikut melatih obyektivitas dan transparansi.

    dalam ulangan formatif, umpan balik dijadikan dasar bagi siswa memperbaiki kekurangannya, membuka room for improvement. dalam ujian sumatif, umpan balik memberikan transparansi dan menunjukkan justifikasi terhadap dasar penilaian seorang siswa.

    konon di negara-negara yang sudah sangat liberal dalam bidang pendidikan, suhu, siswa berhak mengkritik nilai yang diberikan kepadanya: kenapa ia diberi nilai begini atau begitu. dan guru bisa saja dihadapkan ke pengadilan untuk sebuah ketidakadilan. dengan demikian umpan balik akan melatih pendidik untuk selalu teliti dalam menilai pekerjaan siswanya.

    ===================
    to marshmallow

    plok! plok! plok!
    komentar kamu menunjukkan kamu pantas jadi seorang professor di bidang education, maam.

    Baru tau kalau guru bisa dimejahijaukan.

  2. AL
    Desember 15, 2008 pukul 2:14 pm

    Suhu, musti saya akui, ngoreksi itu pekerjaan yang paling males banget sih! Biasanya, saya tuh kerjaannya dikejar-kejar anak-anak yang gak sabar pengen tahu kerjaan mereka dan gondok banget karena saya cengar-cengir terus. Ya, kalau udah pada ngambek sama saya dikerjain juga itu koreksian heuheu..
    Halah, guru macam apa aku ini..

    Kalau masalah guru salah ngoreksi dituntut, itu sering terjadi suhu dan mbak marsh di skul saya. Ceile itu ortu murid pada rajin-rajin pisan ngoreksi ulang lembar ulangan dan mendatangi guru ngasih tau kalau soal yang ini harusnya benar atau sebaliknya, harusnya salah malah dibenerin. Anak-anak juga ngoreksi lagi, kalau jawaban menurut mereka itu betul disalahin, dan si anak masih keukeuh itu bener, ya siap-siap aja guru musti ngejelasin lagi kenapa salah. Pada suatu hari saat ambil rapot, ortu nanya ke saya.
    Ortu: Ibu, begadang ya?
    Saya: Iya, ini ngisi rapot.
    Ortu: Tenang aja bu, di rumah, kita koreksi lagi rapotnya. Kalau salah, nanti kita kasih tau ibu.
    Saya: *Bengong..ngong..*
    Tapi itu sih sudah keterlaluan ya.. hehe.

    ======================
    to al

    ih, bisa saja bu guru yang satu ini
    tapi saya percaya, bu al adalah guru yang paling disayang siswa di sekolah.. ya kan bu?

  3. frezyprimaardi
    November 8, 2009 pukul 10:41 pm

    setuju banget dengan adanya feedback itu..sebab jika kita tau hasil dari ujian tersebut…dan ternyata hasilnya kurang memuaskan,ini secara tak langsung akan membuat siswanya mencoba mencari tau kesalahan nya.,dan mau ga mau si siswa harus belajar lagi….tapi kalo dibiarin terlalu lama,akan membuat siswa ga belajar dan semakin tambah malas..setidaknya itulah yang saya rasakan saat ini..ujian udah 1 bulan yg lalu,nilainya belum keluar juga…huft..

  4. Januari 9, 2010 pukul 5:02 pm

    tulisan anda membantu sekali. terimakasih…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: