Beranda > about me > Tentang Nama Saya

Tentang Nama Saya


Author: Suhadi

 

Siapa nama Anda? Apakah ada arti khusus berkaitan dengan nama itu?

Nama saya Suhadi. Hanya terdiri dari satu kata dengan 6 huruf. Pendek sekali. Tapi dulu, waktu masih kecil saya ingat, orang-orang di sekitar rumah nenek memanggil saya dengan sebutan Khairus. Ya, Khairus. Tahu kenapa? Dulu, waktu pertama kali diberi nama, nama saya bukan Suhadi. Tapi Khairus Suaidi.

 

Konon, semenjak saya dilahirkan ibu jadi mulai sakit-sakitan. Begitu juga saya, bayi yang dilahirkannya itu juga sering sakit-sakitan. Almarhum ayah saya pernah bercerita kepada saya bahwa nama saya yang bagus itu (he..he… Kahirus kan dari kata Khair yang dalam Bahasa Arab berarti bagus atau baik), terpaksa diganti karena terlalu berat disandang oleh saya. Kebagusan nama! Tidak seimbang. Tidak balance dengan karakter yang saya miliki. Atas saran beberapa orang alim (kyai), tapi juga pandai menghitung aksara (suatu keahlian menentukan nama yang berkaitan dengan hitung-hitungan huruf yang dipakai, konon, harus disesuaikan dengan tanggal lahir, nama ayah, nama ibu, dsb) akhirnya nama saya diganti. Mulanya Khairus Suaidi diubah menjadi Khairus Suhadi.

 

Entah kenapa, walaupun sudah diganti dengan nama baru yang telah diperhitungkan aksaranya saya tetap sakit-sakitan. Ayah kembali meminta bantuan seorang alim untuk mengganti nama saya. Akhirnya Si Orang Alim menyarankan agar ayah membuang kata Khairus sehingga hingga kini nama saya menjadi Suhadi.Ya, Suhadi thok! Seringkali orang-orang yang baru mengenal saya menyangka bahwa saya adalah etnis Jawa. Padahal, saya etnis Banjar asli. Hingga kini, saya tidak tahu persis apa arti nama saya. Walaupun demikian, saya senang dengan nama yang telah saya miliki saat ini. Sama sekali tak ada niat untuk menggantinya.

 

Selain saya, sepengetahuan saya, beberapa orang tetangga saya juga berganti nama atau telah mengganti nama anaknya. Berbagai hal menyebabkan mereka mengganti nama. Biar lebih hoki, biar lebih pintar di sekolah, atau biar sang anak tidak terlalu nakal atau bandel. Bagaimana dengan nama Anda? Pernahkah Anda berganti nama seperti saya? Bila pernah, apa sebab-musababnya?

Kategori:about me Tag:
  1. Oktober 23, 2008 pukul 2:45 pm

    waaa… my best friend is back!
    welcome back, suhu!
    and it remains the biggest mystery of how and where you have been missing, doesn’t it?
    anyway, i am happy to having you back, we all are!

    sejak dulu saya tak pernah percaya bahwa nama membawa kesialan dan penyakit, dan mengganti sebuah nama yang bagus adalah remedy-nya. mungkin saya terlalu sok logis ya?

    saya sendiri tak pernah berganti nama sejak diberikan orang tua pertama kali (tapi justru diganti–disamarkan tepatnya–di blog. hehe! maapken!).

    OOT: jadi ternyata suhu orang banjar toh?
    *sok bolot dijitak*
    hakhakhak…

    ===================
    to marshmallow
    So, biarkan saja ini menjadi the biggest mystery of how and where I’ve been missing, my dear. Wa kaka ka kak
    Senangnya bila semua orang memang menunggu kehadiran saya kembali.

  2. Oktober 23, 2008 pukul 2:47 pm

    i am still overwhelmed that you are back.
    jangan menghilang lagi ya? kita susah nih, sampe lapor polisi segala kemarin, polisi kampung blagu.

    nyeh..nyeh..nyeh…

    ===============
    makasih marshmallow, maapken sudah merepotkan para tokoh kampung blagu, terutama si mas melo yang kumisan itu

  3. Oktober 23, 2008 pukul 2:49 pm

    oh, ulun titip sama mbak nove supaya suhu diingatkan terus buat ngeblog dan nulis. ya, mbak? plis?
    *dengan wajah memelas*

    =================
    Mbak nove selalu mengingatkan kok..wa.ka..ka..ka.. don’t worry

  4. Oktober 23, 2008 pukul 3:19 pm

    @ Marshmallow:
    “jangan menghilang lagi ya? kita susah nih,”

    Kita?

    ==============
    @ marshmallow, ditanya tu ama DM..
    @ DM, gak mau diajak sebagai bagian dari kita-nya mas melo? Ha..ha..ha…ha…. Kapan ke Syd? Ha..ha… Sekarang kamu punya alasan tambahan untuk ke Sydney. Ada Donny dan Joyce di sana kan? Ha..ha…ha… (*kedip-kedip)

  5. Oktober 23, 2008 pukul 3:26 pm

    Ouw, begitu ceritanya…

    Mengenai mengganti nama, aku tidak pernah mengganti nama. Dari lahir sudah demikian. Kalau menanggalkan, iya. Ada nama tengah di antar Daniel dan Mahendra yang tidak kupakai untuk kepentingan penulisan. Sebagai nama pena, agar praktis kupakai Daniel Mahendra saja.

    Tapi pertimbangannya bukan karena hal-hal semacam hoki, keyakinan, mujur-mujuran, atau buang sial segala macam. Tidak sama sekali. Untungnya aku tidak percaya pada hal-hal irasional seperti itu. Apa boleh buat: pengalaman hidup membuatku belajar untuk berpikir rasional.

    Bahwa yang menentukan seseorang bukanlah namanya, tapi apa yang dia perbuat. Setuju kan?😉

    Nah, selamat datang kembali. Jangan hilang-hilang lagi.
    Intel seluruh kalimantan sempat kukontak untuk menguntit gerangan apa yang dilakukan temanku ini. Kok menghilang dari peredaran. Hehehe!

    Oya, meski di SMS sudah, kuucapkan lagi selamat hari lahir pada 19 Oktober kemarin ya…

    =====================
    to daniel mahendra

    jadi apa hasil investigasi para intel itu mas? Pada prinsipnya saya setuju tentang nama, bahwa itu sama sekali tak ada kaitannya dengan hoki. Soal nama pena….hmmm…wah, kalau nanti saya sudah jadi penulis nama pena saya apa ya? Suhadi Tuhusetya? Apa Suhadi Mamanda? Thanks untuk ucapan ultahnya bro! Kamu memang superb baik

  6. Oktober 23, 2008 pukul 4:19 pm

    Benar kata teman-teman…..
    Pak Suhadi jangan “menghilang” lagi dari dunia blog! banyak teman-teman yang merasa kehilangan dan kangen. he..he..he.. (Ada penataran ke luar kandang kah?)

    Mengenai adanya kepercayaan bahwa nama berhubungan dengan hoki, kesehatan, karier dan lain-lain saya memiliki pendapat lain. Saya masih ingat petuah seorang alim ulama bahwa kita harus memberikan nama yang baik kepada anak-anak kita. Alasannya, karena nama adalah sebuah doa. Bahkan, konon di padang makhsyar nanti yang duluan dipanggil adalah yang memiliki nama yang bagus dari segi arti.

    Jadi kalau kita memberi nama yang baik, otomatis akan selalu menjadi doa setiap nama kita dipanggil orang. Coba hitung bila kita kalikan dalam berapa tahun umur kita selalu didoakan orang lwt panggilan. Nah, kalau Allah mengabulkan, siapa yang tahu kan…..

    ==============
    to syamsuddin ideris

    saya juga setuju sama pendapat kamu, banyak hadist tentang pemberian nama bagi anak orang islam. Misalnya, sebaiknya menggunakan nama nabi, malaikat, bukan nama yang secara harfiah punya arti buruk atau jelek. O ya, kalau punya nama Muhammad atau Ahmad, sebaiknya dipanggil Muhammad, bukan Mamat atau Amat. Jangan disingkat-singkat. Artinya bisa berubah. Begitu yang saya pernah baca.

  7. Oktober 23, 2008 pukul 5:56 pm

    kirain abis bertapa di hulu sungai barito pak, ternyata….
    tante saya (adik ibu), juga ganti nama tuh pak semasa kanak-kanak, katanya sih dulu sering nangis gak berhenti-berhenti, nangis mya tiap ada adzan gitu. Tapi apa hubungannya dengan nama ya? akhirnya kakek dan nenek saya menggantinya.

    kalau nama saya masih original pak, Catra.
    cakap dan terampil = catra.:mrgreen:

    ================
    to catra prathama

    o, jadi catra itu cakap dan terampil ya? Bagus tu.😉

  8. Oktober 23, 2008 pukul 6:42 pm

    Ini pertama kalinya ninggalin komentar di blog bapak.

    Bagi orang Jawa mengganti nama, karena saat kecil sering sakit dsb nya kayaknya banyak ya. Suami saya nama aslinya bukan seperti sekarang, dan karena sakit2an, nama depannya diganti. Ternyata bagi orang diluar pulau Jawa juga ada kebiasaan seperti itu juga, saat saya baca laskar pelangi nya Andrea Hirata….diganti agar anaknya tak sakit2an, tak nakal dsb nya.

    Anak saya dinamakan sesuai tokoh wayang pujaan suami….yaitu ada Narpati (supaya nanti menjadi pemimpin) dan Wisjnu (supaya ahli strategi)…jadi nama panjangnya Narpati Wisjnu Ari Pradana. Saat kecil sering sakit, dan banyak yang menyarankan agar namanya diganti saja, karena terlalu berat. Saya bingung, lha ngasih namanya cuma di utak atik, dan nama wayang kok berat…jadi saya nggak ngikuti….ternyata ya nggak ada pengaruhnya.

    Tapi karena saya suka mendongeng wayang, dan saat kecil sering dibelikan buku wayang karangan RA Kosasih, anak pertama saya sangat suka wayang dan budaya di Indonesia…..Saat SD dan mulai bandel, saya sering nakut2i…”Nanti kalau bandel, namamu diganti Duryudana lho”. Anakku pucat pasi, karena dia tahu persis siapa tokoh Duryudana itu…..

    ================
    to Bu Enny

    ternyata tradisi ganti nama, ada di mana-mana ya Bu? Gak cuma di Kalimantan, Sumatera, di Sulawesi juga, sahabat saya pernah mengganti nama anaknya karena suka nangis dan cengeng.
    Sekali-sekali pingin dengar cerita wayang dari Ibu, dulu saya suka baca cerita pewayangan baik Mahabharata ataupun Ramayana. Saya suka tokoh Bisma dan Laksmana.
    Saya juga gak mau Bu, kalau nama saya harus diganti dengan Duryudana, Kurawa yang tak tau malu itu. Ha..ha..

  9. Oktober 23, 2008 pukul 9:51 pm

    wah beberapa saat di kangenin nih Pak Suhadi dan oh iya MET ULANG TAHUN sukses selalu
    tiup lilinnya tiup

    ====================
    to genthokelir

    makasih mas totok. Puih…puih..! (Niup lilinnya)

  10. Oktober 23, 2008 pukul 10:10 pm

    hahahaha masih ada toh pak…kangen niy kita-kita dari kampung blagu…kirain bapak udah jadi BUPATI atau sibuk NYALEG hahahaha…

    O ya…pak, ternyata nama BApak sebelum SUHADI keren juga ya…ganti lagi deh pak ke yang lama…boleh gak tuh…

    ============
    to imoe

    masih ada moe!
    sama-sama kangen kalau gitu moe. Saya tidak mau jadi BUPATI moe. Tapi maunya jadi PAKPATI, ha..ha..ha.. Juga bukan sedang sibuk NYALEG, tapi lagi sibuk NYOLEK-NYOLEK (Mbak Nove), ha..ha..

    Benar moe, perasaan memang bagusan nama Khairus Suaidi dibanding Suhadi. Tapi gak papa, saya terima saja. Itu kan juga hasil konsultasi kesana-kesini almarhum ayah.

  11. Oktober 23, 2008 pukul 10:15 pm

    Maaf pak Hadi. Menurut bhs. Jawa “su” berarti baik. Sedangkan “hadi” berarti super. Jadi SUHADI berarti super baik. Menurut saya yg baru sekali ini ke sini dan belajar sedikit ttg psikologi dan “semiotika wajah”, bapak sifatnya ya itu, spt namanya. Cenderung lurus jalannya, tekun, menghindari konflik (sekali lagi, maaf kalau salah), dan… (wah lama2 jadi kayak dukun, tapi saya serius pak!). Cukup segitu dulu. … Salam kenal aja dulu pak Hadi dan rombongan yang lain dari saya. Hejis.

    ===============
    to hejis

    salam kenal juga, hejis!
    O, jadi itu ya artinya. Pantas, banyak orang Jawa yang punya nama suhadi. Mudah-mudahan saya memang berada dalam jalan yang lurus, hejis. Adalah benar, saya orang yang lebih suka menghindari konflik, cenderung permisif. Tekun? Wow, kapan saya bisa jadi orang yang tekun ya..

  12. Oktober 24, 2008 pukul 1:58 am

    di jawa, juga ada keyakinan semacam itu, pak suhadi, hehehe … saya dulu juga pernah berganti nama juga gara2 sering kena sakit, hiks… tapi, anehnya, habis itu sakitnya berangsur-angsur hilang. tapi lantaran tak sreg dg nama pengganti itu, akhirnya kembali ke nama asli setelah sembuh. alhamdulillah, sampai sekarang tetep suka dengan nama yang hanya terdiri atas satu kata dengan 6 huruf. Pendek sekali, seperti nama pak suhadi, hihihihihihihi …. masih sibuk jugakah, pak suhadi. wow, numpang OOT, pak, selamat ulang tahun ya, pak, maaf telat nih, semoga panjang umur, sehta, segar bugar, dan sukses selalu!

    =============
    to Pak Sawali Tuhusetya

    O, jadi Bapak rupanya juga pernah ganti nama. Senangnya saya, ternyata gak cuma saya. Haks!
    Sekarang udah agak mendingangan, gak sibuk-sibuk amat. Udah bisa balas-balas komentar niy.
    Makasih untuk ucapan selamat ultahnya Pak.

  13. Oktober 24, 2008 pukul 2:14 am

    Wah, nama sampeyan Suhadi yah?
    Koq mirip bener dengan nama saya, hehehe… 😀

    [Salam kenal yah…]

    ============
    to suwahadi

    salam kenal juga mas suwahadi
    ternyata nama kita benar-benar mirip.

  14. AL
    Oktober 24, 2008 pukul 7:31 am

    Wah suhu kembali😛
    abis bertapa atau bertualang menyusuri rawa pak😛

    ============
    to Al

    Yes, suhadinet is back!
    Ha..ha..ha..

  15. Oktober 24, 2008 pukul 10:41 am

    @Suhadinet:
    “Kita”-nya mas Melo? Hiii… syerem!! Kayak kuli pelabuhan begitu dia.

    Yaaahhh… kenapa ke Syd mesti ada alasan tambahan Donny dan Joyce. Ahuhuuu…

    *kedip-kedip juga* hanya kali ini karena kelilipan sendal.

  16. Oktober 24, 2008 pukul 1:02 pm

    Bagi saya nama Bapak adalah indah
    Seindah kiprah Bapak yang tulus

    Pa, kini aku di sini
    http://cucuharis.wordpress.com

  17. Oktober 24, 2008 pukul 1:15 pm

    ganti nama? saya nggak tuh, kecuali untuk nama pena saat nulis di media massa.

    yg lain, saya pernah diberi nama kehormatan saat opspek mahasiswa dulu, yakni ‘kooong’, judul novel iwan simatupang.

  18. Oktober 24, 2008 pukul 6:27 pm

    kirain mau ganti nama lagi selama menghilang itu.. hehe

  19. Oktober 24, 2008 pukul 6:33 pm

    Saya ganti nama,krn saya Mualaf,pak.
    di depan nama saya ditambah nama; Muhammad

  20. Oktober 24, 2008 pukul 7:59 pm

    Wuih….. bales nih ceritanya, udah 1 bulan Purnama ngga’ sua.

    Welcome. Pak Suaidi.

  21. Oktober 24, 2008 pukul 10:03 pm

    lama g’ ketemu pak!! hehehhe salam kangen

  22. Oktober 24, 2008 pukul 11:46 pm

    Saya dikasih nama oleh adik ibu, sejarahnya. Sampai sekarang gak tau apa arti nama saya. Betul, nama itu adalah doa, maka ketika memberi nama untuk seseorang saya usahakan yang sesuai harapan. Keberatan nama? Saya belum pernah mengalaminya.
    Saya kira-in lagi libur atau cuti. Dicari kemana-mana, ternyata masih setia di danau panggang. Selamat ulang tahun yang ke….?

  23. ariefdj™
    Oktober 25, 2008 pukul 9:38 am

    he eh.. ulun kira teh pak suhadi teh orang jawa.. btw, nama itu kan do’a orang tua buat anak-anaknya.. kalo aq sih gak pernah ganti nama, kalo ‘nick name’ mah bolak balik.. malah saat lagi sekolah, sering dipanggil dengan namanya ortu.. he he..

  24. Oktober 25, 2008 pukul 10:38 am

    Ah, bapak jadi mengingatkan pada diri saya sendiri, saya berganti nama mengalamai penggantian, penambahan, penghilangan hingga sampai empat kali.

    3 kali pada saat usia bayi-balita, 1 kali pada saat usia kelas empat SD. Nama terakhir saya Abdul Ghofur adalah nama pemberian kyai saya. Terpakai hingga sekarang, sementara nama kecil tinggal menjadi nama panggilan dalam keluarga.

    Jadi tertawa sendiri kalo mengingat nama saya yang berganti sampai 4 kali itu. hehehehe..

  25. Oktober 25, 2008 pukul 10:38 am

    @suhadi:
    suhu, si DM ke sydney dalam rangka launching buku barunya, EPIGRAPH. itu adalah buku pelajaran menggambar.

    @DM:
    ya, ya! mas melo emang begitu. tapi kamu suka kan?
    *wink wink*
    dan “kita” itu gak musti termasuk kamu kok! no worries!

  26. Oktober 25, 2008 pukul 5:53 pm

    lengkap mas.. sukses !
    http://www.asephd.co.cc

  27. Oktober 26, 2008 pukul 3:48 am

    Setiap hari berkunjung kok pak suhadi lum ada tulisan baru juga. Jadi khawatir juga, sehat kan pak? senangnya akhirnya ada tulisan baru…🙂

  28. Oktober 26, 2008 pukul 1:36 pm

    nama saya g pernah di rubah pak kecuali nick😀

  29. Oktober 27, 2008 pukul 9:54 am

    Pak guru, muridmu datang membawa secawan rindu
    Moga hari ini indah

  30. Oktober 27, 2008 pukul 2:55 pm

    Suhadi berasal dari kata Su dan Hadi, Su artinya baik atau banyak, Hadi artinya hidayah atau petunjuk. Jadi Suhadi adalah petunjuk yang baik/banyak.

    *asal njeplak:ON* kabuuurrr….

    lam kenal pak Suhadi, nitip link kalo diperkenankan. Matur nuwun.

  31. Oktober 27, 2008 pukul 3:54 pm

    Dalam budaya Nagekeo, Flores, tidak mengenal gonta ganti nama. Karena setiap anak akan diberi nama leluhur atau nama anggota keluarga besar, yang telah menghadap sang Khalik.
    Karena itu bila nama diganti dianggap tidak menghormati. Jangakan mengganti nama, salah memanggil nama misalnya Batu menjadi Bata dianggap menghina bahkan dianggap makian.
    Bila seorang menamai anaknya dengan nama bapanya, maka untuk menghindari salah ucap, anak yang baru lahir akan dipanggil “bapa” oleh sang ayah atau “Ema” anak puteri yang mendapat nama dari ibu..

  32. Oktober 29, 2008 pukul 3:23 pm

    Ooo..
    Ternyata di banjar ada juga adat ginian.

    Di jawa juga ada lho..
    Ya sama alasannya jika ada anak sakit-sakitan dan namanya “berat” maka disuruh ganti nama🙂

    umumnya nama barunya juga cuma satu frase🙂

  33. Oktober 29, 2008 pukul 11:54 pm

    Wah kalau saya lom pernah ganti nama, Mas…
    Dan nggak pengen hehehe🙂

  34. Oktober 30, 2008 pukul 6:48 am

    muncul lagi… kalau gak salah nama suhadi menurut bahasa jawa berasal dari kata su = keindahan dan hadi = lebih, berkuasa, kuat jdi menurut saya suhadi berarti suhadi berarti guru IPA dari Amuntai, heheh gak sambnung ( lari takut dikasih uang……)

  35. Oktober 30, 2008 pukul 9:35 am

    penggantian nama memang masih lumayan sering kita temukan, terutama di daerah.
    alhamdulillah nama saya masih asli…

    cuma kadang saya mikir…
    ini apa tidak merepotkan ya??
    soal akte misalnya…

    atau STTB misalnya…

    kan harus ngurus surat itu ini…

    capek deh….

  36. Oktober 30, 2008 pukul 4:18 pm

    ita dari lahir sampe skrg blm pernah ganti nama..
    bangga banget dengan nama yang diberikan ortu..
    “NURITA PUTRANTI”:mrgreen:

  37. November 6, 2008 pukul 7:11 pm

    Kalau ada Khairus-nya agak-agak melayu pak!
    *kalau cuma SUHADI saja persis nama Jawa… hehehe

  38. November 11, 2008 pukul 12:38 pm

    Pak.. suhadi net. hehehe emang nama bapak persis kayak nama orang jawa asli. saya orang jawa asli looo😉 sepengetahuan saya su artinya baik dan hadi artinya luhur indah halus jadi suhadi= indah dan baik.😀 hehehe Salam kenalll terima kasih dah berkunjung di blog sayah.

  39. Mei 11, 2010 pukul 9:37 am

    Askum….he…3x pagi,sore,malem semuanya
    my name heru suhadi

    tinggal tambahin arti nama Heru,

    Heru = Asal Bahasa Jawa..mahkota,mustika
    suhadi= indah dan baik (kopy di atas)

    so artinya mahkota yang indah, kayak perempuan saja

  40. Juli 8, 2010 pukul 3:48 pm

    wah saya tertarik cerita ini, bisa kita diskusi pak. kalau bapak punya waktu dan tidak sibuk ini email saya abent_kpty@yahoo.co.id

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: