Beranda > Uncategorized > Kiriman Buku – Kumpulan Cerpen: Perempuan Bergaun Putih dari Sawali Tuhusetya

Kiriman Buku – Kumpulan Cerpen: Perempuan Bergaun Putih dari Sawali Tuhusetya


Author: Suhadi

 

Saat bersantai bersama keluarga, terdengar bunyi klakson motor. Pak Pos! Mungkinkah bapak yang berseragam oranye itu mengantarkan sesuatu yang sedang saya nantikan?

 

Perlahan kubuka pintu. Pak Pos yang sudah sangat saya kenal itu berkata ringan, “Ada kiriman paket.”

O, iya kah. Mulai mana? Kendal iya lah Pa?” Tanya saya penasaran.

“Hmm…….” sejenak beliau melirik alamat pada sampul amplop coklat itu. “Hi ih, dari Kendal.” Sambungnya lagi.

Wah, ni mulai sahabat ulun pasti. Pa Sawali Tuhusetya. Pengarang terkenal. Guru jua kaya ulun.” Saya menjelaskan walau tanpa diminta.

 

Setelah menandatangani buku kecil yang disodorkan, dan secarik kertas yang tertempel pada amplop coklat itu. Langsung saya masuk dan membukanya. Mata saya yang tadi agak ngantuk jadi terang benderang melihat sampul berwarna ungu itu. Sampul yang sudah biasa saya lihat kalau saya mampir ke http://sawali.info

 

Buku kumpulan cerpen yang bertajuk Perempuan Bergaun Putih, dengan tebal 164 halaman itu berisi 20 cerpen Sawali Tuhusetya. Cerpen-cerpen ini sebagian besar telah dimuat di media-media nasional, seperti  Media Indonesia, Suara Merdeka, Nova, Wawasan, dan Suara Karya. Pada halaman judul bagian dalam, saya menemukan tanda tangan dan beberapa baris kata yang ditulis langsung oleh Pak Sawali. Begini bunyinya: PEREMPUAN BERGAUN PUTIH, “Hanya sebuah kesaksian terhadap nasib rakyat kecil yang tersingkir dan disingkirkan. Salam Kreatif (tanda tangan), Sawali Tuhusetya. Kendal, 8 September 2008.” Gila, Oiiiii!!!!!!!!!! Saya dikasih tanda tangan Pak Sawali. Asli, keren tulisan tangannya. Ada seninya gitu (*lho kok, teriak-teriak).

 

Kembali ke buku yang belum saya baca itu, kecuali cerpen Perempuan Bergaun Putih (cerpen yang telah menginspirasi saya sehingga berani belajar menulis cerpen, thanks Pak Sawali), Santhet, dan Dhawangan. Sekilas membaca, saya sependapat dengan pengantar yang ditulis oleh Maman S. Mahayana bahwa cerpen-cerpen Sawali Tuhutseya adalah cerpen yang sungguh eksotis. Lebih dari cantik untuk memotret kehidupan wong cilik dengan balutan budaya dan kearifan lokal budaya Jawa.

 

O ya, buat kawan-kawan yang lain jangan ngiri ya… He..he.. Buku Kumpulan Cerpen ini saya dapatkan dengan mengikuti sayembara membuat sebuah paragraf untuk ending cerpen Perempuan Bergaun Putih yang diadakan Pak Sawali beberapa waktu yang lalu. Sekali lagi thanks Pak Sawali. Kumcer ini akan menjadi penyemangat saya untuk terus belajar menulis fiksi. Saya punya keyakinan, siapapun yang mau belajar pasti bisa! Selain Ersis Warmansyah Abbas, Marshmallow, Daniel Mahendra, dan kawan-kawan blogger lain, Bapak adalah teman diskusi yang sngat menyenangkan. Salam budaya, salam kreatif.

  1. September 12, 2008 pukul 10:49 am

    wah…. selamat. Saya masih mencari buku Pak Sawali. Pekalongan kota kecil mungkin. Jadi bukunya nggak saya temukan.

    Jadi, ya…. apa boleh buat!
    ===============

    to zulmasri

    kenapa gak ikutan syembaranya waktu dulu itu pak zul…? Mudah-mudahan nanti ketemu di toko buku.

  2. Alifia Alisarbi
    September 12, 2008 pukul 10:50 am

    Snangnya.. Mudah-mudahan tambah semangat menulis pak!!

    ===========
    to alifia alisarbi

    makasih bu guru

  3. September 12, 2008 pukul 11:01 am

    Selamat..selamat…
    Saya juga lagi nyari buku Pak Sawali tapi di Kandangan masih belum ada. Mungkin nanti kalau ke BJM mudahan dapat.
    Atau nanti…sekalian jalan-jalan ke Danau Panggang sambil “studi banding” siapa tau Pak Suhadi bersedia meminjamkan buku tsb barang sebentar…he..he..he

    ==============
    to syam ideris

    ditunggu “studi bandingnya” di danau panggang. Boleh nanti tak pinjamin bukunya.

  4. September 12, 2008 pukul 11:38 am

    Wah saya juga dapat…
    Tulisan tangan dan tanda tangan Pak Sawali itu khas sekali kayak tulisannya Bung Karno hahahaha..🙂

    ==============
    to DV

    betul mas Donny

  5. September 12, 2008 pukul 12:03 pm

    waa..selamat ya pak. semoga makin mantap nuis fiksinya🙂

    ==============
    to enpe

    makasih bu guru

  6. September 12, 2008 pukul 3:10 pm

    Tapi bahasa saat berbincang dengan pak pos itu ciamik sekali. Terasa lincah (bukan lagi terbaca, terdengar!).

    Boleh balajar?😀

  7. suhadinet
    September 12, 2008 pukul 4:00 pm

    To Daniel Mahendra

    Ya boleh lah mas daniel. Ini ya, saya kasih kosakatanya:
    ulun = saya;
    iya lah = benarkah;
    kaya = seperti;
    jua = juga;
    hi ih = he eh

  8. September 12, 2008 pukul 4:14 pm

    Wahhh… saya kapan ya dapat kirimannya!! (ngarep mode on)

    ==============
    to qizink

    he..he,… ternyata kumcernya oke punya mas.. (bikinpenasaranqizink.com)

  9. September 12, 2008 pukul 4:38 pm

    Alhamdulillah saya sudah dapat bukunya saat saya sowan ke rumah pak Sawali..😉

    ===============
    to dhimas

    wah sama dunk…….temannya abeeayang ya?

  10. September 12, 2008 pukul 5:09 pm

    saya juga mau dunkkkkk
    nyamfaaaaaahhuaauaua

    ===============
    to fanz

    minta pa sawali😆

  11. September 12, 2008 pukul 7:32 pm

    ulun kaya bermimpi membaca kalimat dua terakhir, pa.
    *langsung praktek bahasa banjar*
    mata ulun langsung berkaca-kaca dibilang teman diskusi yang menyenangkan.
    ulun menyadari, selain menyenangkan, ulun juga cantik, cerdas, seksi dan memukau…
    *ditendang ke danau panggang*

    suhu beruntung sekali.
    mustinya saya ikut juga sayembara itu, biar pak sawali kirim bukunya ke sydney.
    (“berat di ongkos kaleee!” jawab pak sawali ketus dengan pisau menghunus tajam dan mata berapi-api)

  12. September 12, 2008 pukul 8:46 pm

    alhamdulillah kalau sudah sampai, pak suhadi. terima kasih juga atas apresiasinya. saya sengaja membuat “sayembara” itu, jujur saja, saya agak kebingungan dengan jumlah buku yang terbatas. yang tersisa tinggal 10 buah, hehehehe😆 sehingga saya terpaksa membuat sayembara itu. inginnya sih bisa bagi2 untuk teman2. karena itu, saya mohon maaf kepada teman2 yang belum mendapatkan kumcer itu. mudah2an kumcer itu sdh ada di toko buku terdekat. terima kasih dan salam kreatif

  13. suhadinet
    September 12, 2008 pukul 8:56 pm

    @ marsh…mallow
Pulang tarawih, baca komentar pian pakai basa banjar maulah ulun bakaca-kaca (ngantuk, diserang kuap). Ha.ha.. Hebat kamu melow!


  14. suhadinet
    September 12, 2008 pukul 9:04 pm

    @ pak sawali tuhut…eh..tuhusetya
Pokoknya hari ini saya senang sekali Pak. Hari ini saya baru nyadar kalau saya selama ini salah mengeja nama belakang. Bukan tuhutseya, tapi tuhusetya. Mohon maaf, dulu pak ersis juga salah ngeja. Bukan warhamsyah, tapi warmansyah.. He.he..

  15. September 12, 2008 pukul 11:32 pm

    Selamat selamat, Pak Sawali memang orang baik.

  16. September 13, 2008 pukul 10:46 am

    Mau dwong…… Oya bukunya sudah dipublikasikan belum ya?

  17. September 13, 2008 pukul 1:08 pm

    Selamat ya pak dah terima hadiah dari pak sawali

  18. September 13, 2008 pukul 2:34 pm

    kok saya g’ pernah dapat ya😀

  19. September 13, 2008 pukul 3:10 pm

    saya dapat dari pak sawali langsung…. 😀

  20. SQ
    September 13, 2008 pukul 3:53 pm

    wah. Selamat kiriman bukunya. Jadi ngiri ni😆

  21. September 13, 2008 pukul 5:05 pm

    Mampir lagi, sembari menunggu saat berbuka puasa. Selamat berpuasa Pak Suhadi.

  22. suhadinet
    September 13, 2008 pukul 5:37 pm

    @ Pak Ersis Warmansyah Abbas

    Tulll Pak………..
    ================

    @ Rita

    Kayaknya sudah tu Bu…
    ================

    @ Achmad Sholeh

    Makasih………
    ================

    @ Zoel

    Ikutan lombanya di tempat Pak Sawali, Zoel..
    ================

    @ Abeeayang

    Sama-sama dhimas waktu ke rumah pak sawali di kendal kan…?
    ================

    @ SQ

    He..he…
    ================

    @ Syamsuddin ideris

    Nanti kalau ke tempat saya, boleh saya kasih pinjam syam..

  23. September 13, 2008 pukul 8:02 pm

    salam
    Akh saya tahu Pakde Sawali memang baik🙂 btw selamat membaca ya Pak, saya sudah membaca hingga berkali-kali🙂

  24. September 13, 2008 pukul 8:38 pm

    To nenyok

    Cerpen-cerpen di buku itu memang oke-oke. Salut banget sama beliau.

  25. September 14, 2008 pukul 3:48 am

    cerpen bapak kapan dibukukan nih???? ayo pak!!!

    ehh avatarnya ganti nih….

  26. September 14, 2008 pukul 9:14 am

    Uhui avatar pak suhadi anyarrrrrr😀 wah senangnya dapat kiriman buku lagi, kapan nih giliran buku pak suhadi?

  27. September 14, 2008 pukul 9:16 am

    Salam kenal mas suhadi, cerpen nya oke banget, di bukukan aja mas .. nambah ilmu dan kosa kata
    nizar, MTs N 1 Gambut
    http://www.yunizarspd.wordpress.com

  28. September 15, 2008 pukul 8:46 am

    huwaaaaaaa… T______T pengennnnnnnn…

    btw, pak suhadi aq sukak banget mmpir baca cerpen nya, tetep nulis ya pak,,,

    salam dr fans berat p. suhadi wekekekek,
    ^_____^

  29. September 15, 2008 pukul 12:10 pm

    kalau aku ceah mending minta bukunya. tanda tangannya nanti.atau aku yang tanda tangani.

  30. September 16, 2008 pukul 9:17 pm

    Kini di mata saya Bapak sudah menjadi bagian dari insfirasi🙂

  31. roro
    Desember 8, 2011 pukul 7:41 pm

    wahhh bagus ceritanya
    kalo boleh tau, penerbitnya apa ya? cetakan ke berapa dan tahun berapa??
    mohon balasannya segera
    ada tugas sekolah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: