Beranda > Uncategorized > Hampir Nabrak Bupati Di Pasar Wadai Ramadhan

Hampir Nabrak Bupati Di Pasar Wadai Ramadhan


Author: Suhadi

 

Setelah pulang dari kegiatan sore di sebuah bimbingan belajar, saya bergegas menuju arah kota Amuntai. Keramaian khas bulan puasa memang tampak di seluruh wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Tak terkecuali Amuntai yang punya julukan Kota Bertakwa ini. Pedagang-pedagang aneka es, seperti es buah, es nyiur, es rumput laut, es cendol, es campur, ada di pinggir-pinggir jalan. Mereka berkombinasi dengan pedagang-pedangan buah-buahan yang lebih marak dari biasanya. Hari kedua puasa ini saya tak tertarik dengan mereka. Saya sedang ingin mencoba amparan tatak, kue basah yang dikukus berbahan dasar tepung beras, santan, terigu, pisang talas dalam cetakan berbentuk bulat dengan diameter mencapai 60 cm dan ketebalan 7-9 cm. Rasanya manis dan lemak karena santan. Pasti enak untuk buka puasa.

 

Asyik menikmati pemandangan sore Ramadhan itu, membuat motor saya tanpa sengaja mengarah ke sekitar Amuntai Plaza. Ternyata di sini ada pasar wadai (pasar kue basah dan lauk pauk, serta sayur khas puasa). Rapi dan bersih. Teringat, waktu di bimbingan belajar tadi seorang teman mengatakan bahwa ada Pasar Wadai yang bersih di depan Amuntai Plaza dengan lapangan parkir yang nyaman serta meja-meja khusus bagi pengunjung yang ingin berbuka puasa atau bersantai di tempat itu ditemani semilir angin sore tepian Sungai Negara. Benar kata teman tersebut. Tempatnya memang asyik dan nyaman.

 

Setelah memarkir motor saya segera celingak-celinguk. Wuih, banyak orang. Beberapa menyapa karena saya saling kenal dengan mereka (maklum, Amuntai kota kecil). Jadilah saya menyusuri deretan stand bertenda biru-nila yang khusus disediakan Pemda Kabupaten Hulu Sungai Utara. Bersih, tak terlihat lalat. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai akhir Ramadhan. Saya terus berjalan mencari kue basah yang saya buru. Tak cuma jenisnya yang saya perhatikan. Tapi juga tekstur kue itu. Biasanya kue yang enak dengan takaran bahan-bahan yang pas akan terlihat dengan jelas dari tampilan tekstur dan warnanya. Amparan tatak yang lembut, putih bersih, dan sedikit ada kotak-kotak kuning cerah (irisan buah pisang talas), sedikit berminyak pada toping-nya.

 

Saat asyik berjalan sambil mengamati kue-kue inilah, saya tanpa sadar hampir menabrak Pak Bupati. Huh dasar, memang kalau jalan sendiri saya cuek sekali. Bapak Aunul Hadi tersenyum ramah saat saya malu-malu minta maaf pada beliau.

“Ah tidak apa-apa.” Kata beliau sembari tertawa kecil.

Ya ampuun!!! Bukankah tadi teman saya juga sudah mengatakan, hari ini Pasar Wadai Ramadhan akan diresmikan Bapak Bupati. Jadi malu.

Rupanya beliau berjalan diiringi para pejabat lain datang dari arah berlawanan dengan saya. Baju batik dan perawakan yang kecil (sama seperti saya😆  ) menyamarkannya dari para pengunjung lain. Cuma kumisnya yang mengingatkan saya dengan foto beliau yang terpajang di ruang Kepala Sekolah. Sebelum ini, saya tidak pernah berhadapan langsung dengan beliau. Apalagi beliau terlihat santai sekali. Tapi ini tentu saja, menurut saya, sangat simpatik dan tampak tidak arogan. Beda jauh dengan para pejabat lain yang memakai baju safari (kok namanya baju safari ya? Kayak bau kebun binatang gitu..! He..he.. becanda Bapak-Bapak, jangan marah). Beberapa pengiring beliau tersenyum maklum.

 

Akhirnya dengan menggunakan kamera ponsel sederhana, saya jepret beliau. Berikut juga deretan stand pasar wadai dan lapangan parkir. Hiruk-pikuk pembeli dan pedagang yang sedang bertransaksi sore itu. Hm, tentu omsetnya besar sekali jika melihat makanan yang bertimbun-timbun itu. Banyak sekali makanan yang ditawarkan, dari aneka es, masakan lauk pauk seperti ayam panggang, itik panggang, sate ayam, sate itik, perkedel, pais patin, sayur asam iwak patin, sayur asam iwak baung, panggangan nila, ikan mas, urap, pecel, lodeh, sayur bening, gangan karuh, oseng-oseng kacang terung, dll. Belum lagi kue-kue basah macam bingka tapai, bingka gabin, bingka hintalu, bingka kentang, yang dimasak baik dengan cara panggang ataupun dengan cara kukus (basumap). Wuih…menggugah selera. Adapula wadai sari muka penganten, amparan tatak, kalalapun, kikicak, gagatas, pais, pupudak, surabi, apam, apam barabai, cincin, risoles, lumpia, sus, sumapan, dan lain-lain. Pokoknya tak bisa disebutkan satu-satu. Banyak ragamnya, aneka rasanya. Walaupun tentu dominasinya adalah rasa manis.  

 

Pasar wadai adalah sebuah budaya menarik yang patut dipertahankan. Menggeliatkan ekonomi rakyat. Saya salut dengan Bapak Bupati karena menyediakan stand bagus tersebut dengan letak strategis dan nyaman hanya dengan sewa Rp.125.000,-. Khabarnya banyak yang masih ingin memperoleh stand hanya saja sudah kehabisan tempat. Moga-moga di tahun depan, Pemda kembali menyediakan tempat yang bersih, nyaman, murah bagi para pedagang. Banyak sekali titik-titik pasar wadai ramadhan di luar wilayah halaman Amuntai Plaza, yang belum ditata dengan apik. Misalnya di pasar alabio, palampitan (banua lima), pasar amuntai, pasar senin, dan banyak tempat lainnya yang tersebar di seantero wilayah Amuntai. He..he…sekali lagi maaf untuk Bapak Bupati.

  1. September 3, 2008 pukul 7:08 pm

    pemimpin yg baik harus tampil bersahaja dan mau turba ikut menangani langsung persoalan masyarakatnya. semoga citra itu ada pada bupati yg hampir ditabrak pak suhadi.

    tapi ngomong-ngomong ngeborong apa saja pak?

    ====================
    to zulmasri

    setuju sama Pak Zulmasri, pemimpin yang baik harus begitu.
    Ngeborong? gak lah.. He..he… seperlunya saja, soalnya gak boleh boros, dosa atuh.

  2. SQ
    September 3, 2008 pukul 7:09 pm

    wah..🙂 saya yang pertama koment.

    Sewaktu meliput Kalsel Expo 2008 di Bjb saya juga sempat menyenggol ibu walikota Bjb. Waduh, malunya minta ampun Pak.

    Sampai2 saya sempat di tegur oleh ajudannya. (waktu itu karena saya harus banyak menjepret banyak pejabat yang datang. Jadinya lupa kalau Ibu walikota dekat saya)

    Jadi tenang pak Suhadi, anda tak sendiri..heleh. so..so’an..😆

    ====================
    to SQ

    tul, seringkali kita suka lupa posisi, lupa di mana berdiri atau berjalan kalau sedang keasyikan. Dan terjadilah insiden-insiden lucu tersebut. Pak Bupati ramah ternyata orangnya. Para pengiringnyaa juga. Pas saya mau ambil foto, mereka langsung kasih ruang.

  3. SQ
    September 3, 2008 pukul 7:11 pm

    wah..ternyata pak Zulmasri berhasil meng overlap saya..padahal hampir saja jadi yang pertama🙂

    =================
    to SQ

    e..he… lain kali Mas SQ

  4. September 3, 2008 pukul 7:20 pm

    semoga peristiwa “tabrakan” di bulan suci ini membawa berkah buat pak suhadi. beruntung pak bupati orang yang ramah dan bersahaja, semoga bukan karena latah, haks… sehingga ndak sampai marah hingga melibatkan ajudan atau pengawal pribadinya, hehehehe😆 btw, pasar wadai memang perlu dipertahankan dan dikembangkan, pak, agar ekonomi berbasis kerakyatan yang gencar dislogankan itu dapat terwujud.

    ========================
    to Pak Sawali

    Benar Pak, Bupati ternyata ramah. Saya juga senang sekali saat mendengar gebrakan-gebrakan beliau (selentingan sih), tentang mencoba menjadikan pemerintahan yang bersih dan berwibwa.

    Setuju Pak, ekonomi kerakyatan. Itu kuncinya untuk kesejahteraan rakyat. O ya, sekarang kabupaten saya termasuk dalam daftar kabupaten miskin di Indonesia Pak. Maluuu.

  5. September 3, 2008 pukul 8:44 pm

    biasanya cikal-bakal seseorang itu menjadi pemimpin adalah dengan menabrak bupati, suhu.
    jadi suhu siap-siap aja.

    baca entry ini bikin saya curiga deh.
    koq bisa sebegitu hafalnya dengan berbagai kue jajanan pasar?
    jangan-jangan suhu ikutan sewa kapling di situ ya?
    doh, deskripsi makanannya bikin saya ngiler banget.

    =====================
    to marshmallow

    siap-siap apa😆 gak minat jadi pemimpin, mimpin diri sendiri dan keluarga aja susee..he..he…
    tapi kalau disuruh jadi bupati mau saya, ha..ha.. gak ding, becanda (saya kok gak sopan ya?)

    Amparan tatak itu kue kesukaan saya, sebenarnya hari itu udah di sms, gak usah beli jajan pasar, kata orang rumah sudah bikin di rumah. Tapi ya itu, memang ceritanya mau nabrak bupati. ha..ha…

  6. September 3, 2008 pukul 10:13 pm

    ini memang tidak sengaja atau sengaja pak?:mrgreen:

    bupati yang merakyat ya pak,, bdw, ini tidak ada kaitannya dengan pemilu depan kan pak?

    ====================
    to catra

    gak sengaja cat. Kalau sengaja, bisa bahaya saya.:mrgreen:
    Sepertinya bupati baru ini mau merakyat, cuma beliau lama di jakarta. Mudah-mudahan bisa merakyat (saya liat niatnya gitu). Pemilu, weh, saya sudah beberap kali pemilu gak nyoblos cat. Malas. Golput, soalnya dulu-dulu itu sudah sangat kecewa dengan orang-orang yang berpolitik itu.

  7. September 3, 2008 pukul 11:34 pm

    kayaknya ada..tapi nggak taulah..😀

    =================

    to rizoa
    😀

  8. September 4, 2008 pukul 12:27 am

    hehehe..keren tuh pengalamannya
    *err..tapi kok gak minta ganti rugi sih pak?*
    *salah pokus*

    numpang nimbrung, di kota tempat ku tinggal, medan. Ada satu event y memang dilangsungkan selama bulan Ramadhan, namanya Ramadhan Fair, sebenarnya sih sama aja dengan pasar wadai di tempat bapak, hanya saja tampilan fisiknya y lebih modern.

    Tempat yang lumayan asyik buat ngumpul bareng teman2 lama sambil berbuka puasa, karena viewnya juga bagus *berbatasan dengan mesjid Raya Al Ma’sum, Istana Maimun dan taman Sri Deli.

    Siapa tau pak Suhadi kebetulan singgah ke Medan saat Ramadhan🙂

    =====================
    to CJDW

    Haks…dua komen terakhir sudah menunjukkan eksistensimu sebagai XX May. Ha..ha…
    Pasti lebih enak ya, tinggal tulis. Gak perlu mikirin, ni komen cukup Maskulin ndak pilihan katanya. Ha..ha…

    Seandainya bisa minta ganti rugi, mau saya. Trus saya tabrak lagi sekali, biar ganti ruginya banyak (*emang bajaj😆 )
    Wew! tempat-tempat yang kamu sebutkan itukan tempat terkenal ya. Mudah-mudahan saya bisa jalan ke sana someday.

  9. September 4, 2008 pukul 12:53 am

    Nah-nah, Suhu. Siap-siap… Siap-siap… Itu pertanda!😉

    @ marshmallow:
    Nggak bisa dikit aja liat makanan ya? Dasar!

    ===================
    to Daniel Mahendra

    Siap-siap diciduk aparat karena berlaku tak sopan? Ha..ha…

  10. September 4, 2008 pukul 8:50 am

    Sip,
    Ekonomi kerakyatanlah yang harusnya lebih dulu di galakan, jangan para pemodal gede aja yg diperhatikan…
    🙂

    Salam

    ======================
    to akaldanhati

    setuju sekali mas.
    Salam kenal juga😀

  11. September 4, 2008 pukul 10:37 am

    @lainsiji:
    koq deskripsinya sama seperti di kampung halamanku ya?
    dan nama kotanya kenapa bisa sama juga?
    apa kita berbicara di channel yang sama?
    *hayaah… error mode: on*
    jadi kangen sama suasananya, walaupun aku baru sekali ke sana seumur-umur ramadhan fair itu.

    @daniel mahendra:
    hhh… ini orang ya?
    gak lihat apa, itu deskripsi makanan bukan dikit, tapi tiga paragraf!
    tiga paragraf! *jadi histeris*
    emang saya situ yang tahan gak makan sehari semalam, trus biar liat makanan masih teteup gak napsu?

    =======================
    to Marshmallow

    CJDW (May) tu sahabat saya marshmallow, dia dulu menyamar jadi laki-laki namanya lainsiji. 4 bulan saya ketepu. Gila banget. Bahkan Pak Sawali juga. Tapi dia memang cerdas. Keknya tetanggaan di kampung halaman ya?

    to Daniel Mahendra

    kasian si melon eh melow, dia di Sydney gak ada jajan pasar. Susah kan nyari ya melow?

  12. September 4, 2008 pukul 11:13 am

    Wah dengan tidak sengaja bisa kenalan sama Bupati ya pak, mungkin ini berkah Ramadhan

    ====================
    to achmad sholeh

    yup. he..he..

  13. Alifia Alisarbi
    September 4, 2008 pukul 1:16 pm

    Wah..ini isinya makanan mulu ini. Salah deh sekarang bacanya..😛

    ====================
    to alifia alisarbi

    Hah…jadi lapar ya bu guru?

  14. September 4, 2008 pukul 3:25 pm

    pasar ramadhan ya mas … didekat rumah saya juga ada🙂

    =====================
    to rindu

    bener Rin, pasar ramadhan, cuman kebanyakan yang dijual makanan jadi tradisional. Khas puasa.

  15. September 4, 2008 pukul 4:01 pm

    semoga para penguasa dan pejabat adalah menujung nilai amanah dalam mengutamakan kepentingan ummah

    ======================
    to fahrizalmochrin

    Amin..amin Zal. Mudah-mudahan

  16. September 4, 2008 pukul 11:43 pm

    Pak guru hati-hati biar gak nabrak lagi….🙂

    Imam, GunungKidul, numpang mampir aja…
    Walking- walking

    =========================
    to imam

    yupi mas imam. Silakan mas

  17. September 5, 2008 pukul 10:26 am

    betul.. di banjarbaru juga ada… cuma entah kenapa saya tidak terlalu suka pergi ke pusat jajanannya… saya lebih suka tempat yang tenang…

    sampai sekarang belum pergi ke pasar wadai ramadhan di dekat kolam renang idaman.. suka pusing melihat banyak orang….

    paling pergi yang ke dekat rumah saja… toh rasanya juga tidak kalah enaknya….

  18. September 5, 2008 pukul 10:53 am

    wah, pasti pak bupatinya bangga bisa hampir ditabrak sama bapak, hehe..

  19. September 5, 2008 pukul 11:25 am

    akh, sebenarnya tu cara laen pak bupati nyamperin pak suhadi untuk kenalan. Karena agak sedikit risih maka dibuat kesan seakan2 mo ditabrak ma pak suhadi…

  20. September 5, 2008 pukul 12:20 pm

    Wah, untung bukan mau nabrak Presiden, Pak Hadi.
    Bukan, bukannya ngeri ama Paspampresnya yang serem-serem tapi Pak Presiden kita kan besar badannya, ndak seperti bupati Anda.

    Jadi nanti anda yang jatuh heheheh🙂

  21. September 5, 2008 pukul 3:20 pm

    Haks…dua komen terakhir sudah menunjukkan eksistensimu sebagai XX May. Ha..ha…
    Pasti lebih enak ya, tinggal tulis. Gak perlu mikirin, ni komen cukup Maskulin ndak pilihan katanya.

    CJDW (May) tu sahabat saya marshmallow, dia dulu menyamar jadi laki-laki namanya lainsiji. 4 bulan saya ketepu. Gila banget. Bahkan Pak Sawali juga.

    hahaha………
    *ngakak guling2*

    enggak gitu juga pak, tergantung bahasan postingannya aja kalee, ya kalau ndak begitu serius, mosok harus dipaksain pake bahasa ilmiah:mrgreen:

    anw..pak, ketepu nya jangan terlalu disounding kemana-mana pak, malu sayah😆
    *padahal rencananya mo dibikin 9 bulan 10 hari biar pas tuh *

  22. September 5, 2008 pukul 4:24 pm

    Siapa Tau dari Tabrakan, bapak diangkat jadi kepala dinas hahahahahahahaha

  23. September 5, 2008 pukul 4:34 pm

    asik dunkz pak
    bisa nabrak bupati😀

  24. gus
    September 5, 2008 pukul 5:23 pm

    Wah, tanda2 segera dapat kenaikan pangkat mendadak neh Bang…. (hehehe, salam kenal dr semarang)

  25. September 5, 2008 pukul 11:30 pm

    saya maafkan bapak,hahahaha..( canda )

    untungnya ajudan pak Bupati tidak memainkan kumisnya yg lebat yach,pak.
    bagaimana puasa hari ini,pak.

  26. September 5, 2008 pukul 11:35 pm

    Salam
    pengalaman unik tuh Pak, btw bupatinya merakyat sekali *salut*

  27. September 6, 2008 pukul 2:33 am

    wah…kenapa gak di ajak potoh bareng ajah pak…. 😛
    disinih jugax ada pasar ramadhan… 😛

  28. September 6, 2008 pukul 7:58 am

    Pasar wadai hanyalah tempat kejadian perkara (TKP).
    Makna di balik itu, ada kesan yang didapat tentang sosok seorang pemimpin.

    Tabrakan badan hanya identitas kasus.
    Makna di balik itu ada kesan bahwa keramahan mengalahkan segalanya.

    (Sekali-sekali, bila ada kegiatan jalanan yang dihadiri pejabat, pura-pura tabrakan badan, sambil melihat reaksi spontanya)

    Pengalaman menarik!

    (Aku kapan, ya?)

    Tabik!

  29. September 6, 2008 pukul 12:24 pm

    sekali2 bupati ditabrak asik juga tuh😀

  30. September 6, 2008 pukul 8:41 pm

    wah kalo bener2 ketabrak kayaknya Bapak bisa langsung naik golongan😀

  31. September 7, 2008 pukul 9:50 am

    Wah jadi kangen mau mudik ke rumah Kai wan Ninik di Amuntai. Hehe.

  32. September 7, 2008 pukul 10:19 am

    wahh untung cuma hampir pak,, kalau ke tabrak beneran bisa gawat tuhhh

  33. September 10, 2008 pukul 9:24 am

    Untung bapak bupatinya baik ya pak🙂 kemaren pas acara 17 Agustusan disini juga ada yg jualan kue amparan tatak pak…ada 3 orang rekan saya disini dari banjarbaru

  34. September 10, 2008 pukul 1:08 pm

    Ass wr wb……pa guru Suhadi, di Danaun Panggang. daerah Amuntai ya pa? sy belum pernah ke Amuntai, bjm, bjb. kandangan, barabai sudah pernah dilihat. moga2 suatu hari nanti sy bisa kesana, walaupun sy juga orang Kal-Sel kelahiran kotabaru…..alhamdulillah sy baca dan hasil PTK bapak buat acuan sy untuk menulis PTK tapi beda mata pelajaran. pa suhadi boleh minta hasil PTK dengan model pembelajaran yang lainnya…??…Ok Thanks, Wass wr wr

  35. September 10, 2008 pukul 1:13 pm

    pa suhadi kalau ketabrak pa bupati betulan, paling bapak ditanyain,….hei andika kerja dimana?…..terus bilang aja sy guru di Danau Panggang, nah tunggu aja surat panggilan beliau bapak dipindahkan ke kantor bupati jadi asisten beliau mau dong pak ya?…he…he…..salam

  36. September 10, 2008 pukul 7:08 pm

    Aduuhh…jadi kangen wadai banjar naahh… Ulun lagi kepengen makan wadai ipau lawan kue lam.. Disini kedada yang bejuaaaal… (kaya apa handak bejual lah, pasar wadainya ja kedada…)

  37. Nadiaztonama
    Desember 2, 2008 pukul 8:09 am

    Hai apa habar, lam kenal aku orang banjar Kertak Hanyar, tinggal di Samarinda.

  38. zayed n
    Januari 14, 2009 pukul 5:20 pm

    wah…. beruntung banget Bapak bisa nabrak Pa Bupati.
    Oh iya, kunjungi blog ulun ya di http://superzayedium.wordpress.com

  39. Maret 19, 2009 pukul 8:53 am

    kapan y bisa k HSU?
    walaupun bkn org banjar,tp sy dilahirkan dsn,tepatnya d Lokbatu, hulu sungai utara.
    kepengen banget ksn,,,,,!!
    doakan ya mudah2an terwujud…
    (ada yg mau beri tumpangan dr samarinda ke barabai g?)

  40. hasan
    Agustus 12, 2011 pukul 3:02 pm

    melihat foto “wadai” ingat masa lalu….,bikin kangen kampung halaman………

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: