Beranda > bahan bacaan, motivasi belajar > Motivasi Belajar—Prinsip-Prinsip Penggunaan Pujian

Motivasi Belajar—Prinsip-Prinsip Penggunaan Pujian


Author: Suhadi

 

Tulisan ini adalah disadur secara bebas dari buku Educational Psychology karya Robert E. Slavin (Allyn and Bacon. 1997).

 

Pada dasarnya manusia sangat suka dipuji. Begitu pula dengan siswa kita. Di sekolah guru-guru seringkali memberikan pujian kepada mereka. Namun, sudah memenuhi prinsip-prinsip yang baik kah pujian kita untuk siswa?

 

Pujian adalah salah satu insentif yang dapat diberikan oleh guru dengan mudah dan tanpa biaya. Bahkan tanpa perlu usaha. Yang kita lakukan hanya mengucapkannya saja. It is very easy. Namun agar pujian dapat berfungsi sesuai dengan tujuannya diberikan, yaitu untuk memberikan motivasi ekstriksik, semestinyalah kita mengetahui prinsip-prinsip penggunaannya. Berikut di bawah ini adalah prinsip-prinsip penggunaan pujian:

  1. Jangan asal memberi pujian. Pujian diberikan dengan mengacu pada kinerja bagus siswa. Bukan sekedar pujian gombal.
  2. Saat memuji, sertakan fakta-fakta mengapa pujian diberikan. Atau, dalam kata lain, pujian disandingkan dengan feedback (umpan balik).
  3. Menunjukkan spontanitas, keragaman, dan tanda-tanda yang bisa memberikan kepercayaan pada siswa bahwa mereka memang pantas untuk dipuji (kredibel). Guru harus menunjukkan kesan yang serius dan tulus dalam pencapaian keberhasilan yang telah diraih siswa.
  4. Pujian diberikan berdasarkan kriteria kinerja yang telah berhasil dilakukan. Lebih mengutamakan upaya, bukan semata-mata hasil belajar.
  5. Pujian memberikan informasi bagi siswa tentang kompetensi mereka setelah pembelajaran.
  6. Mengorientasikan siswa ke arah apresiasi yang lebih baik atas perilaku mereka sendiri yang relevan dengan tugas yang telah mereka kerjakan atau pemecahan masalah yang mereka lakukan pada proses belajar.
  7. Untuk memberikan informasi keberhasilan belajar mereka, guru menggunakan bekal awal atau pengetahuan awal siswa sebagai dasar untuk mendeskripsikan pencapaian hasil belajar yang telah mereka peroleh setelah proses belajar. Bila peningkatan pencapaian hasil belajar yang mereka peroleh tidak terlalu banyak, tidak usah dipuji.
  8. Pujian sangat efektif bila diberikan sebagai pengakuan terhadap upaya atau keberhasilan tugas yang sulit. Jangan memuji siswa bila tugas itu mudah saja buat mereka.
  9. Hubungkan keberhasilan yang mereka raih dengan kemampuan dan upaya yang telah mereka lakukan. Ini berarti bahwa guru secara tidak langsung menyatakan, bahwa mereka pasti akan memperoleh keberhasilan berikut pada pembelajaran yang akan datang.
  10. Pujian diberikan dengan untuk memfokuskan perhatian siswa pada perilaku mereka sendiri yang relevan dengan tugas.
  11. Pujian yang diberikan membantu perkembangan apresiasi atas perilaku yang relevan dengan tugas setelah proses pembelajaran atau tugas belajar itu diselesaikan.

 Semoga bermanfaat  😉

  1. Agustus 28, 2008 pukul 1:11 pm

    tapi mungkin gak boleh terlalu berlebihan ya, suhu?
    secara pujian yang gak tepat nantinya malah memicu kesenjangan di antara anak didik.
    pertamax lagi nih!
    wah, jadi gak enak…😳

  2. Agustus 28, 2008 pukul 1:12 pm

    mau muji dulu ah.
    saya memuji logat banjar.
    ghyaa…

  3. alifia82
    Agustus 28, 2008 pukul 2:45 pm

    Saya senang ke sini selalu ada manfaatnya..🙂

  4. Agustus 28, 2008 pukul 6:10 pm

    Aku akan pegang kalimat komentator pertama di atas:
    “…secara pujian yang gak tepat nantinya malah memicu kesenjangan…”
    (mutilasi kutipan)

    Ehm!

  5. Agustus 28, 2008 pukul 6:20 pm

    Sangat bermanfaat, Suhu. Tak banyak guru yang pintar memuji. Lebih banyak yang meminta siswa mengikuti caranya.

  6. Agustus 29, 2008 pukul 7:28 am

    sayang sekali dlu saya tak pernah dipuji2 guru saya……………😦

  7. Agustus 29, 2008 pukul 8:29 am

    Pujian memang sangat diperlukan untuk sebuah apresiasi kepada seseorang yang kita anggap berhasil atau memenuhi harapan kita

  8. Agustus 29, 2008 pukul 12:50 pm

    Ini prinsip bagus, Bang Suhadi!
    Kudu dibaca para pendidik, orang tua, dan pemerhati dunia persekolahan.

    Bagaimana memuji yang tidak melambungkan tetapi memacu untuk meningkatkan kemampuan!

    Kalau bukunya dibaca lengkap, banyak lagi kali ya ilmu di dapat?

    Terimakasih infonya!

    Tabik!

  9. Agustus 30, 2008 pukul 12:01 pm

    hati-hati aja pak. saya pernah muji anak smp putri. eh, mujinya dianggap lain. saya yang kelimpungan jadinya, karena anaknya suka saya. he he…

  10. Agustus 30, 2008 pukul 3:55 pm

    hehehehe😆 ngomong2 ttg pujian, seperti apa yang dikemukakan oleh pak zul itu bener adanya, pak suhadi. memang kudu hati2, salah2 malah bisa jadi bumerang, haks… pujian termasuk reward yang perlu diberikan kepada siswa pada saat yang tepat, pak. kalau hanya sekadar latah malah bikin repot.

  11. Agustus 30, 2008 pukul 11:34 pm

    Pujian yang disampaikan secara tepat dan pada saat yang tepat memang akan membuat seseorang merasa sangat dihargai dan membuatnya jadi termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
    Saya baru pertama berkunjung disini,
    salam kenal pak Suhadi !

  12. Agustus 31, 2008 pukul 1:35 am

    Selamat menyambut bulan Ramadhan penuh berkah! Gimana di tempat Pak Suhadi? Liburnya berapa hari? (Maaf, Out Of the Topic)…habis lama nggak mampir krn jaringan internet kami drop disambar petir jadi nggak Online.
    Salam buat semua blogger yang ada di sin….

  13. Agustus 31, 2008 pukul 7:43 am

    Salam
    Pujian yang tulus yang sesuai dengan hasil si anak, ya kan Pak? bukan pujian yang sekedar menyenangkan🙂

  14. Agustus 31, 2008 pukul 10:00 am

    tulisan yang bagus pak…🙂
    faktanya bagus

  15. Agustus 31, 2008 pukul 4:15 pm

    Selamat Menjalankan Ibadah PUasa PAk. Bapak Emang Guru Hebat…banyak konsep yang bisa kita pelajari dari bapak…

  16. aminhers
    September 1, 2008 pukul 12:45 am

    Pujain perlu tapi harus tepat waktu dan situasi.
    maaf lahir dan bathin dan slamat menunaikan ibadah Shaum;
    sukses slalu

  17. September 1, 2008 pukul 4:03 am

    seandainya saya dulu SMP diajar bapak, pasti lain ceritanya pak, dulu SMP saya terkenal badung, dan bandel, kebanyakan dari guru2 saya dulu tidak memahami bagaimana kondisi jiwa murid SMP yang baru memasuki masa Puber dan jiwa yang labil.

  18. September 2, 2008 pukul 7:31 am

    Artikelnya ta’ print, truz bertengger di diding kamar. Jadi acuan tuk memotivasi anak2….

  19. September 2, 2008 pukul 11:34 am

    Wah salut pak
    Bapak emang guru yg hebat🙂

  20. September 2, 2008 pukul 4:16 pm

    nice artikel..salam knal aja yah

  21. September 6, 2008 pukul 11:33 pm

    Ass..numpang nih mas..slm knl yah

  22. September 9, 2008 pukul 3:02 am

    salam kenal mas hadi. nambah atu’, yak. pujian HARUS tulus, tidak sekedar kesan tulus.

  23. Zayed
    November 5, 2008 pukul 9:11 pm

    Salam…
    Bapak memang multitalenta…
    syukran so much for all…

  1. September 1, 2008 pukul 12:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: