Beranda > bahan bacaan, motivasi belajar > Motivasi Belajar—Membangun Fondasinya Di Hari-Hari Awal Pembelajaran Kita

Motivasi Belajar—Membangun Fondasinya Di Hari-Hari Awal Pembelajaran Kita


Author: Suhadi

 

Awal tahun ajaran baru sudah di mulai. Bagi guru, saat-saat seperti sekarang ini adalah saat yang paling tepat untuk mencuri hati siswa. Mencuri hati di sini bukan dalam artian mencuri hati pada hubungan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan. Mencuri hati di sini adalah dalam maksud untuk membentuk imej positif kita di depan siswa-siswa baru itu.

 

Mengapa guru harus mencuri hati siswa? Wah, jika anda guru, saya yakin anda sudah tahu apa keuntungannya. Jika kita berhasil mencuri hati mereka dengan membentuk imej positif melalui kepribadian yang menyenangkan, siswa-siswa akan selalu merindukan kehadiran kita di kelas mereka. Ini sama artinya kita telah mengikat separuh motivasi belajar siswa untuk belajar bersama kita pada hari-hari selanjutnya.

 

Saya ingin berbagi sedikit tips untuk memulai tahun ajaran baru agar dapat dijadikan “pijakan” yang bagus. Keberhasilan kita meletakkan “fondasi” motivasi belajar terhadap mata pelajaran yang kita ampu akan sangat bermanfaat untuk pembelajaran sepanjang semester yang akan dilewati. Hari-hari di awal kita memasuki sebuah kelas baru, bertemu dengan siswa-siswa baru adalah momen yang sangat berharga untuk dilewatkan sekedarnya saja. Manfaatkan momen berharga ini untuk “memercikkan bunga api” motivasi belajar siswa, untuk dijaga dan dikobarkan menjadi lebih besar pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Yakinlah, bila kita berhasil pada hari-hari pertama ini mencuri hati mereka, maka pertemuan-pertemuan pada pembelajaran selanjutnya akan berjalan dengan lebih mulus.

 

Berikut beberapa tips yang dapat saya bagi untuk guru-guru yang pada awal tahun ajaran baru ini akan bertemu dengan siswa-siswa baru:

  1. Kenalkan diri kita dengan cara yang tak biasa. Banyak guru seringkali hanya mengenalkan diri seadanya saat memulai pembelajaran di kelas baru. Mereka tidak sadar bahwa ini momen yang sangat penting. Kita bisa memulai dengan humor yang relevan dan sopan.
  2. Gunakan daftar presensi untuk berkenalan satu per satu dengan siswa baru. Ingatlah dengan baik beberapa di antara mereka yang “menonjol”. Gunakan nama-nama yang telah kita kenali itu untuk berinteraksi. Sebut nama mereka dengan lantang.
  3. Jangan ragu pula untuk berinteraksi dengan siswa-siswa yang kita lupa (belum hafal) namanya, karena ini juga harus dilakukan. Bila kita belum bisa ingat nama mereka, bikinlah ekspresi kalau kita sengaja menyalahkan menyebut namanya. Atau, kita dapat mengungkapkan kekeliruan kita dan meminta maaf. Ekspresikan kekeliruan kita, tapi dengan cara yang menyenangkan.
  4. Jangan minta mereka memperkenalkan diri satu per satu, karena itu akan monoton dan memakan waktu. Cari siswa yang periang dan tak pemalu, untuk berbicara di bangku mereka. Untuk siswa pemalu dan pendiam, kita bisa memintanya maju ke depan kelas. Minta mereka untuk belajar bersuara dengan lantang. Ini bagus untuk melatih mereka tampil di depan kelas. Tapi tetap diingat, siswa pemalu yang diminta ke depan bukan untuk dijadikan sumber lelocun. Jadi ajari semua siswa untuk tidak mentertawakan teman, apalagi yang sedang berada di depan kelas atau yang sedang belajar berbicara di depan orang banyak. Ajari mereka untuk tidak mempermalukan orang lain.
  5. Kita harus bergerak ke seluruh bagian kelas secara enerjik dan bertujuan. Pancarkan antusiasme kita terhadap setiap pribadi siswa yang sedang diajak berkenalan, baik terhadap hobi, cara mereka berbicara, keunikan gaya rambut mereka, atau apa saja yang kira-kira menyenangkan hati mereka. Bergerak ke seluruh bagian kelas bukan berarti kita sekedar mondar-mandir saja.
  6. Pasang wajah yang ekspresif, banyak tersenyum, dan tertawa seperlunya. Bila kita bercerita atau mendengar cerita, tentu emosi harus terlibat. Tunjukkan itu melalui ekspresi di wajah kita, mungkin dengan gerakan tangan, alis, atau sorot mata, bahkan seluruh tubuh.
  7. Atur selalu nada, volume, maupun kecepatan suara saat kita berbicara. Elemen-elemen itu sangat penting untuk menjaga siswa-siswa baru tetap fokus pada apa yang sedang kita percakapkan.
  8. Gunakan kontak mata untuk menunjukkan bahwa kita serius dan memperhatikan mereka. Jangan sampai kita salah menanggapi atau salah dengar apa yang mereka katakan.
  9. Buat aturan kelas kita secara demokratis, atas dasar kesepakatan bersama (siswa-guru) untuk tujuan kebaikan pembelajaran di kelas kita. Mereka akan lebih menghargai aturan itu nantinya. Misalnya, apakah boleh menghidupkan handphone? Berapa kali boleh keluar untuk pipis, beserta konsekuensinya jika melanggar, bagaimana cara mengajukan pertanyaan atau pendapat: misal harus acung tangan dulu dan baru bicara bila diberi kesempatan oleh guru, dll.

Semoga bisa bermanfaat.

  1. Juli 23, 2008 pukul 10:19 pm

    tips yang bagus dan mencerahkan, pak suhadi, bisa membikin atmosfer pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan. hallo effect agaknya bisa memberikan pengaruh yang cukup kuat ke dalam benak siswa, pak. salut banget nih atas kreativitas pak suhadi mendesain pembelajaran yang kreatif.

    ================
    to Pak Sawali Tuhutseya

    betul pak, saya yakin Pak Sawali adalah guru yang menyenangkan. Pinginnya jadi murid Pak Sawali…

  2. Juli 24, 2008 pukul 7:00 am

    Daftar presensi?

    Aku suka terhadap orang yang menyebut dengan tepat soal daftar presensi ini. Karena hingga sekarang, entah di sekolah, kampus, atau pun kantor-kantor, masih jamak orang salah kaprah menyebut ABSEN atau ABSENSI.

    “Absen dulu!” atau
    “Isi absensi dulu!”

    ==============
    to Daniel Mahendra

    Banyak yang keliru dibanding yang benar ya, jadi ngikut sesuatu yang umum belum tentu benar, ya…ya.. sip

    Betul-betul salah kaprah kolektif.

  3. Juli 24, 2008 pukul 9:42 am

    Setuju pak! Awal semester/ tahun ajaran baru adalah saatnya menanamkan fondasi buat hari2 selanjutnya. Karena kalau dari awal sudah ga semangat, kebelakangnya agak sulit (bukan tidak mungkin) untuk memacu semangat anak2. Tips yang muantap…..selamat mengajar pak guru!

    ===========
    to 1nd1r4

    Betul 1n, kayak kata marshmallow di bawah, first impression. Bukankan ada potongan iklan yang mengatakan: “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya…terserah anda. He..he.. iklan apaan itu yah?

  4. Juli 24, 2008 pukul 1:47 pm

    tips yang bagus.
    saya mau terapkan yang kesepuluh aja deh.
    mencuri hati siswa pada malam hari, masuk lewat jendela, pake topeng, mengendap-endap…

    *ngomong apa sih?*

    mencuri hati pelajar sering diabaikan dan gak dianggap penting oleh pendidik ya?
    padahal memberikan first impression itu kan paling perlu dalam membangun hubungan sosial.

    =================
    to Marshmallow

    Ternyata komen bagus ini tadi saya temukan di kotak spam, nyelip ke sana…

  5. Juli 24, 2008 pukul 1:53 pm

    koq bisa komen saya barusan ilang ya?
    intinya saya ngomong kalau saya setuju first impression itu jadi pondasi membangun motivasi belajar siswa.

    *gak ingat lagi komen lainnya*
    ntar saya ingat-ingat lagi deh…

    ========
    to marshmallow

    sudah ketemu komen-nya

  6. Juli 31, 2008 pukul 4:06 pm

    Pada setiap pertemuan pertama,saya selalu memberi selamat pada mereka, selamat datang di skul, selamat udah lulus dari SD atau selamat udah naik kelas, selamat udah mau menjadi siswa saya.

  7. betty
    Juli 21, 2010 pukul 12:42 am

    Terima kasih banyak atas tulisannya. Tadi tayangan perdana saya sudah muncul hehe. Dan Alhamdulillah sebagian besar sudah sesuai dengan tips dari Bapak suhadi, namun tadi saya meminta semua anak untuk memperkenalkan diri di depan kelas, walhasil benar-benar monoton dan di akhir-akhir perkenalan, anak-anak sudah tidak memperhatikannya. Dan ada anak super pemalu yang malah menangis ketika saya memintanya untuk memperkenalkan diri padahal siswa kelas VII lho hehehe…

    @mbak fitri :
    betul banget, memberikan ucapan selamat kepada para siswa di hari-hari awal sangat bagus. tapi..tadi saya koq lupa melakukan itu ya, padahal biasanya hal itu saya prioritaskan lho!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: