Beranda > Uncategorized > Renungan di Selasa, 22 April 2008

Renungan di Selasa, 22 April 2008


Pernyataan saya yang berbunyi: “(to be continue?) I am not so sure about it!” dan seterusnya, pada postingan “Cerita Pendek yang Jadinya Gak Pendek….” saya ternyata telah memicu beberapa komentar dari rekan blogger. Saat hari ini, Selasa (22 April 2008) saya berkesempatan untuk kembali membuka blog saya di sela berbagai kesibukan. Betapa kagetnya saya melihat beberapa komentar dari rekan blogger. Misalnya saja :

 

Eswee:

“Wah bapak hebat juga ya bikin cerpennya..saya gak bisa lo pak bikin cerpen tapi suka bacanya. Eh ya saya ada linknya pemuda banjar yang sdang belajar di al azhar yang suka nulis juga, dia ada postingan ttg bagaimana menulis tuh pak. Biar cerita bapak bisa selesai.”

Muhammad Faiq:

“cerpennya bagus, sayang kalau tidak dilanjutkan Pak Hadi. Sebenarnya ini kisah tentang apa? Jangan biarkan saya mati penasaran Pak!”

Imoe:

“Bisa jadi kayak bastian tito tuh pak…saran saya ceritanya dilanjutin, tapi jangan yang serius…yang lucu ya…”

Catra:

“saya juga mati penasaran nihhh”

 

Awalnya saya asal tulis saja pernyataan itu, tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Karena setelah menulis cerita itu beberapa saat, saya mulai sadar saya baru mulai memasuki cerita dan belum sampai pada konflik yang saya inginkan sebagai inti dari cerita itu. Wah..kalau begini pikir saya, pasti perlu waktu dan pemikiran ekstra untuk melanjutkannya.

Betapa beruntungnya saya memperoleh pelajaran berharga dari para blogger dan setelah melakukan perenungan kembali (berpikir reflektif) saya sampai daat memetik  buah pembelajaran:  

 

“Suatu pekerjaan bagaimanapun sulitnya, jika sudah dimulai harus diselesaikan.”

 

Itulah salah satu kelemahan yang saya miliki sebagai manusia biasa. Saya sering memulai suatu pekerjaan, dan karena berbagai alasan, saya tidak menyelesaikannya sampai tuntas. Saya tidak tahu berapa banyak orang mengidap “penyakit” seperti yang saya derita ini. Mungkin ada banyak orang dengan “penyakit” demikian. Orang-orang dengan penyakit seperti yang saya idap ini seringkali memiliki berbagai ide, yang ketika melaksanakan ide tersebut kemudian menemui kendala atau kadang untuk penyelesaian pekerjaan itu menuntut kerja dan pemikiran ekstra. Selanjutnya saya dan orang-orang dengan penyakit yang sama…….. segera kehilangan semangatnya. Ha..ha…ha….(jadi tertawa sendiri, dan membuat teman-teman di meja sebelah jadi bingung lihat saya—tadi saya ada di ruang guru di sekolah) sepertinya ini adalah suatu ironi jika Anda membaca kata-kata yang tertulis di samping kanan blog ini. (Saya mengaku sebagai longlife learner yang tak mudah dirintang oleh keterbatasan—sebuah kontradiksi dan inkonsistensi yang amat nyata!).

 

Ketika saya merefleksi kembali kegiatan-kegiatan, ide-ide saya yang saya kerjakan, ternyata sangat banyak yang belum saya selesaikan. Mungkin saya juga mengidap penyakit-penyakit yang lain yaitu ”merasa bisa melakukan sesuatu, padahal sebenarnya tidak?”, “merasa berbakat dalam hal tertentu, misal menulis, padahal sebenarnya tidak?” Saya tidak tahu.

 

Tapi, pada intinya hari ini saya bersyukur karena banyak blogger yang telah membuka mata saya. Ternyata dengan do-blog, kita bisa mendapatkan motivasi dari orang-orang yang walaupun tak pernah bertemu secara langsung, dengan sukarela memberikan dorongan kepada kita untuk berbuat lebih baik. Blogger yang baik hati ini tak dibatasi oleh gender, profesi, dan bahkan umur. Saya pikir rasanya sungguh tepat kata-kata slogan saya di header blog ini, belajar sambil berbagi. Dalam waktu kurang dari sebulan saya telah memperoleh pelajaran berharga dari para blogger. Ada take and give jika kita ngeblog. Memberi motivasi pada orang lain dan memperoleh imbalan yang sama, memperoleh motivasi dari mereka. Satu hal yang dapat saya pegang saat ini adalah, kerjakan segala sesuatu yang ada di kepalamu! Wujudkan ide-ide dengan kerja nyata, bagaimanapun nanti hasilnya!  Dan yang terpenting, jika kita telah memulai suatu pekerjaan, maka tuntaskanlah!

  1. catra
    April 22, 2008 pukul 8:41 pm

    saya ga tau mau ngomong apa nih pak,,, selama saya ngeBlog jarang saya menemui blogger yang seperti ini, maaf saja kebanyakan teman2 yang saya baca blog nya jarang yang mengkesampingakn ego untuk menerima saran kritik atau bahkan mau mendengarkan pendapat orang.
    Dalam proses pembuatan blog, sering mengutamakan diri sendiri tanpa peduli orang lain. mereka sibuk dengan ide-ide mereka sendiri yang membuat mereka lupa bahkan hidup ini membutuhkan sesama. termasuk saya pak.

    ayo lanjutkan cerpennya pak! ikuti flow aja dan biarkan mengalir dengan sendirinya, saya tahu membuat cerpen itu tidak mudah, butuh waktu dan inspirasi.

    oh ya, mau koreksi nih pak, link blog saya yang di atas salah, sebenarnya http://catra.wordpress.com,
    thanks

  2. April 27, 2008 pukul 4:31 pm

    Aih..sama pak, saya juga gitu..ga bisa nuntasin tulisan..gak tau mau dibawa keman tulisannya. huehehe..maklum masih belajar. Hayo..sama-sama kita semangat pak..dont stop..keep on learning!
    Trus lanjutin lagi cerpen..eh cerbernya ya pak.
    Oya nich ada link bagus..saya suka baca blog ini juga buat pencerahan. http://azharku.wordpress.com/
    sukron jazakumullah

  3. April 13, 2009 pukul 5:19 am

    bener .. “setiap pekerjaan harus diakhirkan sebelum berpindah ke pekerjaan lan.”

    info: blog pak suhadi saya jadikan sample pada saat seminar blog untuk guru di Ponpes kami🙂. jadi salam kenalnya ya pak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: