Beranda > bahan bacaan > Hari Bumi di Kelas IPA-ku

Hari Bumi di Kelas IPA-ku


Hari ini tanggal 22 April?

Ini kan Hari Bumi (Earth Day)…

Peringatan yang ke-35.

Dulu, di kampus FKIP Universitas Lambung Mangkurat, saya aktif di Ikatan Mahasiswa Biologi dan bersama teman-teman selalu membuat acara macam aksi kebersihan di sekitar kampus, dan seminar terkait isu lingkungan. Sekarang………….?

Sebagai guru IPA apa yang dapat saya lakukan? Rasanya saya berkewajiban menyampaikan ini kepada siswa-siswa saya. Akhirnya saat masuk di kelas VII, saya tidak mengisi pelajaran dengan materi yang diamanatkan kurikulum. Saya bercerita banyak tentang sejarah peringatan Hari Bumi yang dimulai di Amerika oleh salah seorang senator yang perduli dengan lingkungan, keadaan bumi kita yang semakin kotor oleh polutan, semakin labilnya iklim dan cuaca sehingga menimbulkan berbagai bencana alam seperti yang sering muncul dalam tayangan tv, yang sebagian besar sebagai akibat berbagai kerusakan bumi oleh perbuatan manusia.

Siswa-siswa sangat antusias ketika saya menceritakan tentang pemanasan global yang sedang menjadi isu penting lingkungan di dekade belakangan ini. Saya samapi-sampai menanyakan apakah mereka memahami ketika stasiun tv macam global dengan mtv-nya yang kerap menyuarakan slogan “cintai musik dalam negeri and stop global warming?” atau ketika kita menonton metro tv, kadang-kadang ada selingan “green minutes” di sela-sela acara-acaranya?

Saya jelaskan pada mereka bahwa saat ini isu lingkungan macam pemanasan global menjadi sangat penting untuk dibicarakan karena pada kenyataannya planet biru: bumi memang semakin panas. Pemanasan yang diakibatkan oleh kotornya udara kita dengan gas-gas rumah kaca macam CO2, uap air, dan metana. Saya katakan pada mereka bahwa, sebagian gas-gas itu adalah gas alami yang memang dihasilkan dari berbagai proses atau reaksi-reaksi alamiah di permukaan bumi seperti respirasi makhluk hidup, asap dan gas pada muntahan gunung berapi, pembusukan bahan-bahan organik, dll, baik di daratan maupun di lautan. Tapi kecendrungan manusia dalam menggunakan berbagai bahan bakar fosil atau hidrokarbon lainnya juga menambah laju proses ini. Saat ini benua Asia menjadi penyumbang terbesar gas-gas rumah kaca, termasuk Indonesia.

Memang efek rumah kaca sudah ada sejak dulu kala, Cuma bersifat lebih stabil, artinya tidak ada tren peningkatan pemanasan suhu bumi seperti yang terjadi saat ini. Sebenarnya efek rumah kaca sangat kita perlukan. Efek rumah kaca menjaga bumi dari perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam. Panas matahari yang terperangkap oleh atmosfer pada siang hari, bertahan sampai malam hari. Seandainya tidak ada gas rumah kaca di atmosfer kita dan efek yang ditimbulkannya, maka, saat matahari kembali ke peraduannya dan berganti dengan sang dewi malam: bulan, maka suhu bumi akan turun drastis. Cuma ya itu tadi, sekarang ini, karena konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer kita semakin tinggi, efek rumah kaca makin meningkat, bumi makin panas.

Efek rumah kaca ini, kata saya, selanjutnya juga akan menyebabkan bongkahan-bongkahan benua es yang ada di kutub mencair. Dan sekarang pencairan es di kutub memang telah, sedang, dan terus terjadi. Saya minta mereka  membayangkan jika es tersebut mencair, volume air laut bertambah, permukaan air laut naik. Akibatnya? Banyak pulau akan tenggelam, kebanjiran. Ini bisa menjadi kiamat buat umat manusia.

Siswa-siswa saya jadi bergidik ngeri.

Adakah yang bisa kita lakukan untukmenanggulangi hal ini? Atau paling tidak memperlambat efek pemanasan global ini? Jawabannya: ada. Berhematlah dengan bahan bakar, tanam dan rawatlah pohon-pohonan yang ada di sekitar kita. Kamu tahu kenapa? Karena seperti yang telah kita pelajari dalam pelajaran IPA ini, tumbuh-tumbuhan melakukan fotosintesis dengan menggunakan bahan baku berupa karbondioksida, salah satu gas rumah kaca. Saya tahu, sebagian orang Danau Panggang bekerja di sektor kehutanan, menjadi penebang liar untuk pengusaha-pengusaha kayu walaupun sekarang aktivitas mereka sudah sangat berkurang karena ketatnya pengawasan dari pihak kepolisian. Saya juga menyisipkan bahwa pekerjaan menebang kayu di hutan sebenarnya bukanlah pekerjaan yang bagus jika ditinjau dari aspek lingkungan. Pekerjaan mereka bisa menyebabkan timbulnya bencana banjir. Berkurangnya plasma nutfah (keanekaragaman genetik) karena punahnya berbagai spesies hewan dan tumbuhan pada daerah-daerah yang di eksploitasi hutannya. Barangkali saja di antara hewan-hewan atau tumbuhan yang punah itu adalah salah satu obat dari berbagai penyakit yang kini menyerang umat manusia.

Ini harus saya sampaikan pada mereka, walaupun barangkali-salah satu atau beberapa siswa saya itu orang tuanya bekerja di sektor ini. Saya memaklumi mereka menjadi penebang kayu karena memang tidak punya pilihan pekerjaan lain (bertani hanya dapat dilakukan sekali setahun pada musim kemarau saat rawa surut, musim hujan mereka bekerja mencari ikan), dan hanya itu pekerjaan yang bisa dan biasa mereka lakukan. Biarlah ayah atau saudara-saudara laki-laki mereka yang bekerja sebagai penebang kayu. Tapi tidak mereka di lima atau sepuluh tahun ke depan. Itu harapan saya.

Saya juga menutup pelajaran hari ini dengan penjelasan mengenai pencemaran tanah dan air yang terjadi di sekitar mereka, terkait dengan budaya orang kami yang suka buang sampah sembarangan dan beberapa di antara sampah itu adalah sampah plastik yang nondegradable sehingga sangat tidak ramah bagi lingkungan.

 

Danau Panggang, Pagi Selasa di 22 April 2008.

  1. imoe
    April 22, 2008 pukul 9:36 pm

    Benar pak…siswa mesti diajarkan hal-hal penting termasuk pemanasan global, agar mereka semakin peduli dengan lingkungan. Bumi ini titipan anak cucu kita…jadi mereka harus tahu soal bumi dan lingkungan….MAju Pakkkk

    to imoe
    Kaya mau perang saja moe.
    Tadi aku baca postingan tentang mens di postingan terakhir kamu. Lucu juga.
    Saya suka tulisan-tulisan Anda!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: