Beranda > bahan bacaan, motivasi belajar > Percaya Diri, sebuah modal belajar yang sangat penting.

Percaya Diri, sebuah modal belajar yang sangat penting.


Author: Suhadi

Tadi pagi saya ngajar anak-anak kelas VII di sekolah saya. Sesuai janji saya terhadap mereka minggu yang lalu bahwa mereka akan ajari cara menghafal sebuah skema pengklasifikasian Kingdom Animalia (Dunia Hewan) yang lumayan complicated. 😮 Tapi sungguh saya kecewa ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan sanggup, terutama kata mereka, pada bagian istilah-istilah ilmiah (yang berasal dari bahasa latin atau yang dilatinkan macam Nemathelminthes, Coelenterata, Arachnida, de el el.) Wah, gimana ini?
😆 Sebagai seorang guru yang baik (ca-e-lah!), saya menenangkan hati, menata emosi, trus pasang muka menyenangkan. Kata saya…
“Kan kata Bapak, Bapak mau ngajarin caranya. Kalau kamu gampang ngafalnya kamu tak akan Bapak ajari, ya kan?”
Anak-anak mengiyakan…
Ya, udah, saya ajarkan mereka berbagai teknik (learning strategies yang sesuai untuk bahan tersebut) menghafal. Beberapa menit saja,  kembali keluhan terdengar dari mulut mungil mereka..
“Tak kan bisa Pak, tak sanggup, terlalu banyak dan terlalu sulit.” kata Taybah yang termasuk anak pintar.
“Iya Pak, susah, istilah-istilahnya itu. Kalau pakai Bahasa Indonesianya saja saya sudah hafal.” tambah Lia yang duduk paling depan dan juga terhitung sebagai anak yang masuk peringkat lima besar di kelas itu.
Wah, kalau Taybah ngomong gitu, gimana yang lain. Akhirnya, saya yang pada rencananya mau fokus ngajarin learning strategies jadi putar haluan. Saya takkan berhasil dengan ini jika mereka tidak punya rasa percaya diri sel confident untuk berhasil mempelajari (dalam hal ini menghafal) bahan itu.
Akhirnya saya putuskan untuk memperbaiki rasa percaya diri mereka dulu. Saya yakinkan mereka bahwa saya mengajar hanya berada pada zone of proximal development mereka, walaupun tentu saja tidak begitu cara saya mengatakan pada mereka. Saya katakan, bahwa saya memberikan bahan yang saya yakin kamu bisa (sanggup) mempelajarinya. (Zone of proximal development : wilayah di mana bahan pelajaran yang diberikan tidak terlalu jauh dari kemampuan mereka saat ini).
Setelah saya yakinkan mereka bahwa mereka pasti bisa, bahwa semua anak punya kemampuan untuk mempelajari bahan yang saya berikan, bahwa selama ini mereka belum menggunakan seluruh kemampuan otak mereka untuk belajar, mereka belum membiasakan otak mereka untuk bekerja sedikit lebih keras dari biasanya, de el el, akhirnya sayapun mencoba melanjutkan pelajaran dengan learning strategies untuk menghafal seperti yang sudah saya rencanakan. Dengan bimbingan terus menerus dan motivasi tak henti setiap personal yang membutuhkan, akhirnya beberapa siswa mulai menunjukkan bahwa mereka bisa. Awalnya hanya beberapa yang berani menunjukkan kemampuannya. Beberapa dengan sedikit kesalahan pada hafalan tersebut, karena yang saya minta hafal (dengan cara ditulis) adalah juga istilah-istilah ilmiah (dari bahasa latin atau yang dilatinkan). Beberapa anak saya minta menuliskan di papan tulis, dengan buku pelajaran ditutup (closed book) anak-anak yang ada di bangku mengamati tulisan temannya. Setelah setelah mereka saya minta mengoreksi. Ternyata, seperti yang saya yakini, mereka bisa.😀
Bagi seorang pebelajar (siswa), rasa percaya diri bahwa mereka akan mampu mempelajari bahan atau materi pelajaran yang diberikan kepadanya sangatlah penting. Mereka perlu menciptakan realita keberhasilan sebanyak dua kali: pertama di dalam imajinasi mereka, dan yang kedua di dalam dunia nyata. Mereka harus yakin dan bisa membayangkan keberhasilan mereka, baru mereka berusaha belajar untuk berhasil dalam alam nyata.
Ada suatu hal yang harus kita perhatikan dalam kaitan motivasi siswa terkait materi pelajaran yang disajikan oleh seorang guru. Guru hendaknya selalu memberikan bahan pelajaran yang berada di dalam zone of proximal development siswa. Kemudian, guru juga harus menggugah atau mempersiapkan rasa percaya diri siswa akan kemampuan mereka untuk berhasil dalam pembelajaran tersebut.
Walaupun bahan pelajaran berada dalam zone of proximal development siswa, jika rasa percaya diri akan kemampuan mempelajari bahan tersebut tidak dimiliki oleh siswa, maka iswa akan gagal. Demikian pula sebaliknya, rasa percaya diri yang tinggi yang dimiliki siswa tidak akan menolong siswa menguasai bahan pelajaran yang berada di luar zone of proximal  development mereka. Kedua elemen ini, rasa percaya diri dan bahan pelajaran yang sesuai dengan kemampuan akan menjadi kunci keberhasilan guru dalam mengajar.:mrgreen:

  1. April 2, 2008 pukul 2:00 am

    Pak hadi, eh.. pak Haji, saya yakin dengan kemampuan learning strategies bapak, anak akan bisa menangkap isi dari bahan pelajaran tsb. Belajar akan lebih efektif bila suasana hati FUN, soal gaji alhamdulillah pak🙂

    to gama

    Sukur deh… he.he…

  2. April 2, 2008 pukul 9:58 am

    … bahan pelajaran yang sesuai dengan kemampuan akan menjadi kunci keberhasilan guru dalam mengajar … Selamat Pak Guru

    to Pak EWA

    ..ya gitu Pak kira-kira setahu saya, yang cuma guru SMP ini… makasih komen-nya, saya senang sekali Bapak mau ngunjungi blog kecil nan sederhana ini ..

  3. April 2, 2008 pukul 1:19 pm

    dapat pengalaman baru dari pak suhadi😀
    salam kenal, pak.
    keep blogging!🙂

    to eNPe

    ‘Lam kenal balek…
    InsyaAllah tetap blogging deh…. saya baru belajar, belum seminggu. Jadi ‘rap maklum kalau ada yang kurang berkenan..

  4. catra
    April 2, 2008 pukul 6:37 pm

    Suhadi Wrote :
    Tapi sungguh saya kecewa ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan sanggup

    beginilah korban pendidikan indonesia sekarang, para penimba ilmu kebanyakan menjadi output yang kurang percaya diri, semoga pak suhadi bisa membawa pendidikan ke arah yang lebih baik.

    to Catra
    Amien 3x, btw…gimana b’day-nya? Pesan: Jadikan momen untuk merefleksi diri ya…

  5. agusampurno
    April 3, 2008 pukul 3:38 pm

    Pak Haji,
    rasa percaya diri guru dan siswa bisa terjadi hanya apabila kultur sekolah bersama-sama memnggalakan juga sikap-sikap baik yang lain misalnya berpikiran terbuka, komitmrn, saling menghormati dan lain -lain

    to Pa Agus
    Setuju Pak! Berpikiran terbuka….komitmen…..n…saling menghormati. Siswa dan guru juga manusia, punya rasa punya hati…jangan samakan dengan….lho kok (kayak Candil, Seurius Band) ?!!!???

  6. April 3, 2008 pukul 5:38 pm

    Eh.. saya percaya pada diri sendiri, tapi orang lain tak percaya pada saya…
    he..he…he… maaf cuma begayaan haja

    to Pak Budi
    iya Pak, mosok serius terus, begayaan juga perlu….

  7. April 5, 2008 pukul 6:48 pm

    saya paling pd belajar matematika. hehe.

  8. BAGHORAZT
    Desember 25, 2008 pukul 3:58 pm

    YA…AKU TAH MELU-MELU WAE YO…..

    OK????

  9. apitpartone
    Oktober 10, 2009 pukul 5:55 am

    Kadang banyak guru, yang selalu mengajar ingin selalu berhasil dengan yang cara instan….
    mereka melupakan karakteristik anak yang berbeda
    Bapak mengajar, berangkat dari pondasi
    Kenapa anak menjawab seperti itu ?
    Bapak berhasil, menemukan pondasi yang tidak kokoh
    inilah yang jarang ditemukan dalam pembelajaran yang berbasis kompetensi
    Terimakasih…ini menjadi inspirasi bagi saya dalam mengajar,,,,
    Salam

  10. April 7, 2010 pukul 2:41 pm

    percaya diri dalam belajar amat begitu penting…………..

  11. betty
    Juli 21, 2010 pukul 1:33 am

    betul..betul..betul (kaya’ upin ipin hehe)….tanpa rasa percaya diri kita tidak akan sukses menjalani apapun. Bangkitkan keyakinan para siswa kita dengan berseru “Ayo….kamu bisa (iklan extra joss)” dan
    “bila kamu fikir bisa, maka kamu pasti bisa” mereka selalu membutuhkan dorongan dari kita

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: