Kopi Darat dengan Para Penulis Hebat
Author: Suhadi
Hari Minggu yang lalu (21 Desember 2008) adalah hari istimewa. Saya menyempatkan untuk ke Banjarbaru, bertemu Sang Motivator Menulis, Pak Ersis Warmansyah Abbas. Saya berangkat jam 05.30 dari rumah. Sehabis shalat shubuh. Maklum, untuk ke Banjarbaru saya perlu sekitar 4 jam perjalanan.
“Janji ketemu Pak EWA jam 10.00”, demikian kata Taufik lewat SMS sehari sebelumnya. Akhirnya, pukul 09.40 sampai juga saya di gerbang batas kota Martapura-Banjarbaru. Sesuai perjanjian dengan Taufik, saya turun dari angkutan umum di sana, lalu bersama-sama Taufik akan berangkat naik motor ke rumah Pak Ersis.
Benar saja, Taufik memang on time. Pas saya turun, lalu mencoba menghubungi Taufik, eh dia sudah ada di sana. Tak perlu tengok kanan kiri untuk memastikan Taufik (barangkali juga dia, untuk mengenali saya), dengan segera saya segera mengenalinya. Gak beda dengan avatarnya di blog. Ternyata Taufik ingin mengajak saya mampir dulu di rumah mertuanya yang purnawirawan tentara. Saya ikut saja dengan hati senang. Di bawah langit Martapura yang mendung kami tiba di sebuah rumah besar yang bersih dan asri. Rupanya keluarga Pak Taufik dan saudara-saudaranya yang lain biasa berkumpul di sana setiap hari libur. Senang sekali mengamati si kembar Faiz dan Faqih, putera Pak Taufik yang berusia tiga tahunan. Semuanya harus sama. Kalau beda dikit, mereka bisa ”bergulat”. Sungguh keluarga yang hangat. Pada cuaca yang dingin itu, saya diundang untuk mencicipi rawon. Rejeki… saya tak pernah nolak. He..he… (Tapi maaf Pak Taufik, sebenarnya saya kemarin makannya agak dipaksakan: jujur, saya tak suka makan rawon
).




Komentar Terbaru