Amuntai Kebanjiran Lagi!
Ini kali kedua kota Amuntai mengalami banjir di tahun 2010 ini. Sepertinya, dari tahun ke tahun ketinggian air yang meluapi kota semakin tinggi saja. Dampak dari apa ini? Pembalakan hutan di daerah aliran sungai (DAS) dan hulu sungai? Aktivitas penambangan batu bara? Pengalihan fungsi lahan daerah resapan (rawa) menjadi pemukiman? Pendangkalan alur sungai karena perilaku warga masyarakat yang suka buang sampah di sungai dan erosi daerah gundul di hulu yang membawa lumpur? Atau perumahan penduduk di tepi sungai yang menghalangi kelancaran arus sungai? Entahlah. Perlu kajian mendalam tentang ini agar kita tidak saling menyalahkan satu sama lain. Dan, yang terpenting banjir bisa diatasi di masa-masa yang akan datang.

Saat-saat awal air mulai menggenangi SMPN 4 Amuntai. Semua melepas sepatu, mengangkat rok dan celana.

Hari Kamis (22/4/2010), SMPN 4 kedatangan tamu mahasiswa-mahasiswa UT dari kota Barabai yang harus melaksanakan Praktik Mengajar, "setengah dipaksakan" siswa belajar dalam kondisi kaki terendam air. Kasihan.

Pemandangan banjir di salah satu ruas jalan yang saya lewati kalau pergi ke sekolah. Sebenarnya di tengah kota (depan kantor Pemda Kab. HSU) banjir jauh lebih dalam, hanya saja saya malas melewati jalan itu kalau sekedar untuk mengambil foto, takut sepeda motor saya mogok.
Bagaimana dengan daerah tempat tinggal Anda? Kebanjiran juga?








Komentar Terbaru