5 Mamalia Eksotis Asli Indonesia yang Terancam Punah
Anda dapat membaca tulisan ini dalam versi bahasa Inggris di Scienceray.com, silakan klik di sini.
Berikut saya berikan daftar 5 hewan mamalia eksotis Indonesia yang terancam punah.
Bekantan (Nasalis larvatus) adalah kera dengan penampilan sangat unik. Pejantannya mempunyai hidung yang panjang dan sangat besar. Hidung yang panjang dan besar ini merupakan daya tarik seksual utama bagi betina. Bekantan hanya terdapat di Pulau Kalimantan, Indonesia. Populasinya sangat sedikit dan terus-menerus berkurang sejalan dengan perambahan hutan dan illegal loging. Bekantan jantan dewasa dapat mencapai ukuran 24 kg, sedangkan betina ukurannya lebih kecil. Keunikan lain dari bekantan adalah perutnya yang buncit. Perut buncitnya itu disebabkan karena banyaknya gas yang terdapat di dalam saluran pencernaannya. Bekantan gemar memakan daun dan buah-buahan tertentu yang menghasilkan gas. Hewan yang pandai berenang ini hidup di dalam hutan-hutan, di pesisir Pulau Kalimantan secara berkelompok, terdiri dari 10 hingga 32 ekor.
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah spesies badak terlangka di dunia dari 5 spesies yang masih eksis. Hewan ini diburu karena harga culanya yang mencapai 30.000 US dolar, di pasar gelap. Cula badak Jawa digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional Cina. Badak Jawa dapat mencapai umur 30 – 45 tahun.
Orang Utan (Pongo pygmaeus) merupakan spesies kera besar yang hanya terdapat di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Orang utan adalah makhluk yang sangat pemalu. Terdapat sedikit perbedaan antara orang utan Sumatra dengan orang utan Kalimantan, di mana orang utam Sumatra mempunyai rambut yang lebih halus.
Harimau Sumatra (Panthera tigris-sumatrae) adalah kerabat dekat harimau Jawa dan harimau Bali yang telah punah. Hewan ini terus-menerus berkurang jumlahnya karena kerusakan habitatnya. Penebangan hutan secara serampangan diduga sebagai penyebab utama langkanya hewan eksotis ini. Harimau sumatra juga kadang-kadang ditemukan mati karena masuk ke dalam perangkap yang dipasang penduduk untuk babi hutan.
Tapir (Tapirus indicus) adalah hewan yang agak mirip dengan babi, tapi mempunyai moncong berbentuk belalai pendek. Hewan ini hidup menyendiri dan memakan daun-daunan di hutan. Keunikan hewan ini terletak pada warna tubuhnya yang hitam, dan bagian punggung yang berwarna putih. Keunikan warna ini bermanfaat untuk kamuflase. Jika tapir berbaring dan tidur, ia tampak seperti sebongkah batu. Hewan ini menandai wilayahnya dengan air kencing. Ia tidak akan mengijinkan tapir lain masuk ke wilayahnya, kecuali calon pasangannya.




Berikan kepadaku satu kata saja tentang Indonesia,
maka akan ku banjiri engkau dengan kata-kata terindah di dunia
Indonesia tak akan pernah habis dalam kata-kata
Indonesia adalah aku
terima kasih abah
ironis sekali sebagai orang kalimantan, sampai saat ini saya belum pernah melihat secara langsung itu bekantan
mungkin sudah saking sedikitnya, menunggu di pulau kembang, juga tak kunjung melihat.
50 tahun dari sekarang, kita hanya mengetahui semua jenis binatarang itu dari ensiklopedia. Seperti halnya aku yang mengetahui binatang-binatang tersebut dari blog ini.
Apa kabar?
@ DM
Thanks DM.
Kabar baik selalu. Kamu?
sejuta ilmu saya dapat dari blog ini,terima kasih postingannya,ini sangat menambah pengetahuan saya.
WOOOOOOOOOIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
AYO JGA SHABAT2 ALAM KITA
saya pernah melihat dari dekat Bekantan di dunia mereka, benar-benar menakjubkan. semoga mereka gak sampe punah.
Assalamu ‘alaikum wr.wb… lama tak berkunjung ke blog sampiyan. Ini ulun Zainal Muttaqien, guru MAN Kotabaru Kalimantan Selatan. Kebetulan lagi ingin memperkenalkan blog pembelajaran qur’an hadits madrasah aliyah yg merupakan realisasi produk atau bagian kecil tesis ulun di Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kebetulan ulun kan menulis tema tentang “Pemanfaatan Blog sebagai Media dan Sumber Belajar Alternatif Qur’an Hadits Tingkat Madrasah Aliyah”. Idenya simpel saja yakni bagaimana caranya agar para guru madrasah mampu memanfaatkan kecanggihan perkembangan teknologi informasi komunikasi saat ini utk kepentingan pengayaan pembelajaran di madrasah. Sekaligus agar para guru madrasah tidak dicap gaptek internet… begitu lo pak… hehehehehe! Nah hasilnya ialah berupa sampel blog sederhana dan masih sangat banyak kekurangan di sana sini. Untuk itu mohon masukan, kritik dan saran terkait pengembangan blog pembelajaran tsb.
Ditunggu kunjungan balik nya…
Apa kabar Pak Suhadi. Lama tak silaturahmi ke sini. Semoga senantiasa sehat ya….
makacih banget infonya,Mas BRO!