Arsip

Archive for Mei, 2010

Cara Membuat Larutan-Larutan Penting dalam Percobaan Uji Kandungan Bahan Makanan

Mei 23, 2010 12 komentar

Ada beberapa larutan penting yang sangat lumrah dipakai oleh guru-guru di sekolah baik tingkat SMP maupun SMP, untuk mata pelajaran IPA-Biologi atau IPA-Kimia pada percobaan uji bahan makanan. Beberapa larutan yang biasa dipakai itu misalnya: (1) larutan Benedict; (2) Larutan Biuret; (3) Larutan Fehling A dan Fehling B; (4) Larutan Lugol.
Berikut adalah cara-cara untuk membuat larutan-larutan tersebut:
Larutan Benedict
Larutan Benedict digunakan untuk menguji adanya kandungan glukosa dalam suatu bahan (makanan). Adanya glukosa dalam bahan ditandai dengan warna merah bata. Cara membuat larutan Benedict yaitu:
(1) Larutkan 173 gram natrium sitrat dan 100 gram natrium karbonat ke dalam 600 ml air suling.
(2) Panaskan hingga larut, kemudian saring.
(3) Larutkan 17,3 gram kupri sulfat ke dalam 150 ml air suling.
(4) Secara perlahan-lahan, tambahkan larutan kupri sulfat ke dalam larutan natrium sitrat-natrium karbonat. Aduk terus-menerus.
(5) Tambahkan air suling sehingga mencapai volume 1 L.
Larutan Biuret
Larutan Biuret dipakai untuk menguji adanya kandungan protein dalam suatu bahan (makanan).
Cara membuat larutan Biuret yaitu:
(1) Larutan perusi/terusi atau CuSO4 (kupri sulfat) seberat 1 gram ke dalam air suling 99 gram. Wadahilah dalam botol tersendiri.
(2) Larutkan 20 gram NaOH dalam air suling 80 gram. Wadahi dalam botol terpisah.
Cara Penggunaan: Zat yang akan diuji ditetesi dulu dengan larutan NaOH, baru setelah beberapa saat ditetesi dengan larutan perusi. Adanya protein ditandai dengan perubahan warna bahan menjadi ungu.
Larutan Fehling
Cara membuat:
(1) untuk membuat fehling A, larutkan 34,6 gram kristal CuSO4 (kupri sulfat/terusi/perusi) dalam 500 ml air suling. Jika larutan kurang jernih, dapat ditambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat.
(2) untuk membuat fehling B, larutkan 77 gram KOH ke dalam 500 ml air suling. Kemudian tambahkan kalium natrium tartrat sebanyak 175 gram, aduk sampai semuanya larut.
(3) Fehling A dan Fehling B disimpan dalam botol terpisah. Keduanya dapat dicampur dengan perbandingan yang sama saat akan digunakan. Larutan Fehling digunakan untuk menguji gula pereduksi.
Larutan Lugol
Larutan Lugol adalah larutan yang sering digunakan untuk menguji adanya kandungan amilum. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
(1) Larutkan 6 gram KI dalam 100 ml air suling.
(2) tambahkan 3 gram kristal iodium, aduk sampai rata.
(3) Saat akan digunakan, larutan tersebut harus diencerkan dengan air suling. Perbandingannya 1:10.

Etika dalam Penulisan Laporan Penelitian (Karya Tulis Ilmiah)

Author: Suhadi

Pernah membuat karya tulis ilmiah berupa laporan penelitian? Kalau Anda guru, mungkin Anda sudah beberapa kali melakukannya, misalnya menulis laporan penelitian tindakan kelas (PTK). Atau bentuk-bentuk penelitian lainnya. Dalam menulis sebuah laporan penelitian, paling tidak ada tiga hal yang harus kita perhatikan, sebagai tanda kita memiliki etika. Ketiga hal tersebut adalah:

Pertama: Kejujuran

“Kejujuran merupakan mata uang yang berharga di mana saja,” demikian sebuah untaian kata mutiara mengatakan. Kejujuran dalam penulisan laporan penelitian atau karya tulis ilmiah berkaitan dengan banyak hal. Kejujuran harus dijunjung tinggi, baik bagi kepentingan diri penulis laporan penelitian itu sendiri maupun bagi masyarakat luas yang akan membacanya. Dalam sebuah laporan penelitian, semua informasi atau data yang disajikan haruslah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Adalah sangat tidak etis dan berbahaya jika data dimanipulasi sehingga tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jangan sekali-kali mengubah data karena ingin menampilkan bahwa penelitian yang Anda lakukan berhasil.

Kedua: Objektivitas

Objektivitas sangat berkaitan dengan kejujuran. Jika Anda bersikap objektif, maka dalam laporan penelitian atau karya tulis ilmiah yang Anda buat, penafsiran atau interpretasi data yang dilakukan disandarkan pada objektivitas. Bukan subjektivitas. Objektivitas yang tinggi akan mencerminkan hasil penelitian yang sesuai dengan keadaan sebenarnya, sedangkan objektivitas yang rendah akan dengan sendirinya menurunkan harkat dari penelitian yang Anda lakukan.

Ketiga: Pengutipan

Bila Anda mengutip pendapat orang lain, baik dalam mengambil kutipan langsung atau hanya mengambil intisari pendapat, maka sumber kutipan harus dicantumkan sebagai bentuk penghargaan kepada pemilik ide tersebut.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.