Cihuyy!!!! Saat pulang ke Sungai Sandung setelah beberapa malam menginap di rumah mertua, saya mendapati sebuah amplop bersampul coklat di atas meja. Pasti ibu saya yang menaruhnya di sana. Tertera nama dan alamat Pak Ersis Warmansyah Abbas sebagai pengirim. Melihat bentuknya yang tersamar di dalam amplop itu, saya yakin sekali bahwa benda yang dikirimkan motivator menulis ini adalah sebuah buku.
Breettt!!! Sampul amplop saya sobek dan saya keluarkan isinya. Oh oh oh!!!! Sebuah buku bertitel “Menulis Mudah, dari Babu sampai Pak Dosen” yang diterbitkan oleh Gama Media di bulan Agustus 2008 lalu. Masih fresh! Masih hangat!
Buku ini disunting oleh Pak Ersis Warmansyah Abbas dari 33 tulisan terpilih dari lomba menulis di http://menulismudah.com dan http://webersis.com yang diadakan beberapa waktu yang lalu oleh Pak Ersis dan Erwin Dede Nugroho. Seperti halnya yang dikatakan Syamsuwal Qomar dalam pengantarnya, karya-karya yang terhimpun di buku ini memuat esensi yang luar biasa.
Mengawali isi buku, Pak Ersis Warmansyah Abbas menorehkan kata Nyaman Menulis Menyamankan Menulis, yang kemudian dilanjutkan oleh Sandi Firly, redaktur pelaksana Radar Banjarmasin dengan Menulis: Melawan Lupa.
Membaca buku ini, maka semangat kita untuk menulis akan dikobarkan lewat rangkaian kata-kata dan jalinan paragraf-paragraf yang ditulis oleh 33 penulis dari beragam profesi dan latar belakang pendidikan. Misalkan saja, saat membaca tulisan Syifa Aulia, seorang Pembantu Rumah Tangga yang bekerja di Hongkong, atau Babu, demikian Syifa menyebut dirinya membuat kita trenyuh sekaligus bangga, bagaimana proses seorang Syifa Aulia untuk menjadi penulis. Bagaimana seorang babu yang mempunyai motivasi intrinsik tinggi ini akhirnya berhasil mengalahkan segala rintangan untuk menjadi penulis yang saat ini tulisan telah dimuat di berbagai media seperti majalah Annida, majalah Alia, The Brunei Times (Brunei Darussalam), Apa Kabar, Suara Indonesia, Tabloid Iqro’ (Hongkong), bahkan Syifa pernah menjadi kontributor Suara Indonesia (Hongkong). Saya sampai merinding membacanya.
Lalu bagaimana dengan tulisan 32 penulis lainnya? Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, seluruh isi buku ini akan memotivasi kita untuk giat berlatih menulis dan pantang putus asa. Semua penulis memaparkan bagaimana mereka mulai menulis, proses kreatif mereka, hingga berbagai rintangan dan pengalaman yang telah mengiringi perjalanan hidup mereka hingga berhasil menjadi penulis atau bisa menulis.
Buku setebal 188 halaman ini ditutup oleh pengakhir dari Rahayu Suciati yang berpesan: “Mari bersama menulis demi sebuah perubahan. Bagi dunia, bagi bangsa tercinta, dan bagi diri sendiri. Jangan berhenti membangunkan kejeniusan yang mungkin saat ini masih tersembunyi dalam diri Anda. Karena menulis sebuah penemuan diri dari perjalanan kejujuran yang bermakna.”
Thanks, Pak Ersis. Kiriman buku ini sangat bermanfaat untuk saya yang kadang punya semangat dan motivasi yang berpasang-surut demikian ekstrim.
Danau Panggang, 29 Oktober 2008.



aku kapan dapatnya ? ngarep niyyy
wah jadi pengen dapet juga
kalo saya dapet dari Pak Husnun Djuraid Wartawan Senior di Malang -. http://husnun.wordpress.com
salam kenal aja mas dari malang :0
wah ngiri !!! pgn juga duong pak
wah, kayaknya seru tuh.. pengen bacaaa…
Selamat ya Pak
Daku juga berharap suatu saat dikirim juga oleh beliau
Duhh asyiknya….semoga pak Suhadi makin sering menulis…
Ditunggu postingan selanjutnya pak
ita juga dapat pak. tapi blm selesai baca jadi blm posting
horeee…saya juga dapat. baru baca empat tulisan, jadi baru bisa komentar : bagus, bagus, bagus…
Yap…selamat atas buku nya Pak Suhadi. Senang rasanya, dapat kiriman buku dari sang penulis langsung..
Dan..saya berharap suatu saat Pak Suhadi juga menulis buku. Baik itu cerpen, masalah pendidikan, blog, atau cerita tentang daerah rawa Danau Panggang. Tentu akan seru sekali…
Bagaimana Pak Suhadi?
menulis mudah ala ewa writting theory. wah, ini bisa menjadi buku motivator, baik bagi pemula maupun penulis “kawakan” *halah* selamat menerapkan dalam dunia menulis, pak suhadi, semoga makin menemukan kenikmatan da;am menulis.
Selamat membaca dan menerapkan ilmu di bukunya mas Suhadi. Semoga bermanfaat dan jangan mengecewakan sang motivator. Wah Pak EWA benar-benar memotivasi semua orang untuk menulis. Tidak sekedar melalui blog tetapi melalui buku juga *Salut Pak EWA*. Selamat buat semua. thanks
Mesti dijadikan buku wajib di sekolah, Suhu. Hehe. Biar siswa-siswa kalap menulis.
Bagaimana? Berani? Hihihi.
*ngompori mode on*
asyik…….selamat pak.
bener juga tuh pak usul nya mas DM. bisa juga dijadikan bahan ajaran buat murid2 bapak disana. bdw, masih ngajar bahasa indonesia?
Tuh kan….. babu saja bisa menulis…. moso…ehm…. kita2 ini yang katanya ‘lebih berpendidikan’ sampai kalah….. wah…. mau ditaruh di mana nih muka?? Ayo… mari kita lebih semangat lagi dalam menulis.
Bukunya bagus kayaknya….
sudah ada di Gramed blom pak?
trus patokan harganya berapa?
tinggal implementasi ilmunya dong, suhu?
trus biar lebih bermanfaat, dijadikan bahan ajar juga buat anak-anak didik untuk memotivasi mereka menulis (plus guru-gurunya sekalian).
babu aja nulis, masak guru ogah? hehe!
Kata seorang Editor, “Sekarang La, semua orang bisa menulis…”
Dan itu makin memotivasi saya yang emang sudah suka menulis untuk terus menulis.
Cerita tentang PRT yang kemudian berhasil menuliskan banyak artikel itu akan semakin memotivasi orang lain agar percaya dengan kemampuan diri sendiri. Never give up until the very last attempt…
Pak Suhadi, seperti kata DM, jadikan aja buku ini sebagai panduan mengajar… It will be great..
Kapan ya dilempar ke aku ?? hehehe
Wah saya juga mendapatkannya beberapa waktu yang lalu.
Baru beberapa bagian selesai terbaca, tapi memang saya akur dengan Anda, sangat memotivasi!
ya Allah, semoga dapet juga buku dari pak ersis
saya juga dapat kiriman, blm selesai semua saya baca. yang pasti bukunya mengompori tuk bisa menulis.
Wah senangnya dapat kiriman buku lagi….semoga bisa dibagi ilmunya dengan kami semua setelah selesai membacanya ya pak
sayah juga lagi nunggu kiriman niy, moga aja selamat sampai tujuan dengan tidak berkurang sesuatu apapun, amin. hee
Duh-duh… Kemana lagi ya orangnya… Kemana…
Seneng ya dapat buku???
*bagi dong!
kirim balik ke saya dunk pak !! hehehhehe
Wah, buku motivator seperti ini yang sangat cocok bagi blogger malas menulis seperti saya, untuk menambah semangat meningkatkan produktivitas.
Untuk saat ini, saya terus berusaha untuk menulis bagus seperti Pak Suhadi, Pak Sawali ataupun Pak Ersis walaupun hasilnya masih berupa sampah. Tulisan sampah hasil pemikiran ala kadarnya tersebut, saya harap nantinya akan berguna bagi saya sendiri atau orang lain yang membutuhkan, untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang lebih berguna.
Seperti kata sebuah pepatah, walaupun berasal dari sampah, jika dapat dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan sesuatu yang berharga.
sepertinya kita sama lagi pada sibuk bgt
hingga jarang ngeblog
sudah terima buku dari saya kang?
emang ngirim De? Engga sih …
*komen gak fokus*
jadi ngiri amak pak suhadi, dikirimin buku terus….
andaikan saya yang dapet buku itu (sementara ini belum ada budget u beli buku), saya pengen belajar nulis pak…
setelah membaca habis buku sang motivator, kenapa sang pembaca yang dimotivasi malah jadi lebih kalem menulis nih?
hihi! becanda, suhu. kangen aja sih sama tulisannya suhu.
sehat saja, kan? mungkin terlalu sibuk dengan banyak hal belakangan ya? apa pun, sukses selalu, suhu!
Duh. Kemana saja sih…
saya juga mendapat buku tersebut bersama 2 buku yang lainya
semoga kita dapat mengambil manfaatnya
Saya juga menerima buku yang sama dari Pak EWA.
Salam, Pak