Author: Suhadi
Perahu ini telah melempar sauh
Tak kan lagi menjauh
Biarkan lunas berlubang
Ku karamkan
Pada pasir putih sukma di setiap siangmu
Perahu ini telah melempar sauh
Tak kan lagi menjauh
Biarkan lapuk mencucuk
Ku benamkan
Pada banyu biru pantai raga di setiap malammu
Perahu ini telah melempar sauh
Tak kan lagi menjauh
Biarkan tambat berkarat
Ku gembok
Anak kuncinya kutitipkan pada nelayan yang pergi malam
Oi….! Pergi ke samudera terdalam
Lemparkan!
Perahu ini telah melempar sauh
Tak kan lagi menjauh
Teduh
Pada naungan berlaksa daun pintu hatimu yang selalu terbuka
Hangat
Oleh semburat matahari pagi semangat jiwamu yang selalu ada setia
(Untuk istriku tercinta: Nove Hasanah)

pertamaxx,, bangga banget menyentuh posisi pertamaxx disini, jarang2 lho…
salam buat keluarga ya pak!!
Makasih, Sory, koneksi lemut banget di sini. Pingin ngasih komen di tempatmu tapi belum bisa. Susah diloadnya. Besok saya coba lagi ke tempatmu.
Gambaran sebuah rumah tangga yang bahagia dan keteduhan, yang ditunjang rasa saling membutuhkan dan pengertian
Amaaann deh kalau gitu pak hehe:D….
…makan gak makanngumpul… lho nyambungnya kemana lagi nih yaa
Kebahagiaan keluarga adalah tujuan hidup ini Rumahku adala surgaku semoga bisa menjadikan kita semua sebuah tujuan dalam berumah tangga, selamat menjalankan ibadah puasa pak
istri mas suhadi rupanya dermaga yang tepat!
waaa, suhu keren euy bikin puisi.
jadi pengen juga dapat puisi bagus kayak gitu.
hmm… mau pesan dulu ah.
semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, suhu.
Saya suka kalimat:
Anak kuncinya kutitipkan pada nelayan yang pergi malam
Oi….! Pergi ke samudera terdalam
Lemparkan!
Kata-katanya taktis
puisi ini manis, bukan karena sengaja dimanis2kan tapi karena cahaya harapan didalamnya
*sumpe speechless*
amiin pak suhadi
semoga langgeng sampe ke anak cucu
indah
met jalani indahnya Ramadhan
mohon maaf lahir dan bathin
..puisi dari seseorang yang sudah pengalaman dengan asam garam kehidupan, emang keren ya..
Ass. Maaf bang Suhadi saya baru berkunjung. Baru punya rumah baru (lagi). Terima kasih banyak sekali sempat menaut blog saya seblumnya. Met memasuki bulan Ramadhan dan selmat berpuasa.
puisi persembahan untuk sang istri yang bagus dan inspiratif, pak. perahu telah melempar sauh, tak ada lagi yang bisa menjadi penghalang untuk berlabuh. di sanalah tujuan hidup tertambatkan. semoga pak suhadi makin rukun dan bahagia. sukses selalu, pak.
suit…suit….semogah sakinah mawadah warahmah…amien…..met puasa pak………..
Amien, semoga keluarga pak Suhadi selalu menjadi kel. sakinah,mawaddah dan warohmah
salam buat keluarga. Perasaan yang tulus dan dalam tertuang dalam bait-bait kata….salut!
Amin.
Aih! Betapa beruntungnya sang istri memiliki suami seperti Suhu. Aku iri! Sungguh iri!
(aku belum melempar apa-apa…)
Puisi yang bagus Pak Suhadi. Pilihan katanya juga tertata. Selamat….
hobi nulis puisi, pak? meski bukan guru bhs indonesia, saya kasih acungan jempol buat puisinya. pilihan kata yang pas… maknyus gitu loh…