Perahu Ini Telah Melempar Sauh

Author: Suhadi

 

Perahu ini telah melempar sauh

Tak kan lagi menjauh

Biarkan lunas berlubang

Ku karamkan

Pada pasir putih sukma di setiap siangmu

 

Perahu  ini telah melempar sauh

Tak kan lagi menjauh

Biarkan lapuk mencucuk

Ku benamkan

Pada  banyu biru pantai raga di setiap malammu

 

Perahu ini telah melempar sauh

Tak kan lagi menjauh

Biarkan tambat berkarat

Ku gembok

Anak kuncinya kutitipkan pada nelayan yang pergi malam

Oi….! Pergi ke samudera terdalam

Lemparkan!

                     

Perahu ini telah melempar sauh

Tak kan lagi menjauh

Teduh

Pada naungan berlaksa daun pintu hatimu yang selalu terbuka

Hangat

Oleh semburat matahari pagi semangat jiwamu yang selalu ada setia

 

(Untuk istriku tercinta: Nove Hasanah)

19 Tanggapan ke “Perahu Ini Telah Melempar Sauh”


  1. 1 Catra September 1, 2008 pukul 10:39 pm

    pertamaxx,, bangga banget menyentuh posisi pertamaxx disini, jarang2 lho…

    salam buat keluarga ya pak!!

  2. 2 suhadinet September 1, 2008 pukul 10:49 pm

    Makasih, Sory, koneksi lemut banget di sini. Pingin ngasih komen di tempatmu tapi belum bisa. Susah diloadnya. Besok saya coba lagi ke tempatmu.

  3. 3 musafak September 2, 2008 pukul 6:57 am

    Gambaran sebuah rumah tangga yang bahagia dan keteduhan, yang ditunjang rasa saling membutuhkan dan pengertian

  4. 4 Rita September 2, 2008 pukul 7:25 am

    Amaaann deh kalau gitu pak hehe:D….
    …makan gak makanngumpul… lho nyambungnya kemana lagi nih yaa :D

  5. 5 Achmad Sholeh September 2, 2008 pukul 8:19 am

    Kebahagiaan keluarga adalah tujuan hidup ini Rumahku adala surgaku semoga bisa menjadikan kita semua sebuah tujuan dalam berumah tangga, selamat menjalankan ibadah puasa pak

  6. 6 qizinklaziva September 2, 2008 pukul 8:32 am

    istri mas suhadi rupanya dermaga yang tepat!

  7. 7 marshmallow September 2, 2008 pukul 9:13 am

    waaa, suhu keren euy bikin puisi.
    jadi pengen juga dapat puisi bagus kayak gitu.
    hmm… mau pesan dulu ah.
    semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, suhu.

  8. 8 Donny Verdian September 2, 2008 pukul 9:21 am

    Saya suka kalimat:

    Anak kuncinya kutitipkan pada nelayan yang pergi malam
    Oi….! Pergi ke samudera terdalam
    Lemparkan!

    Kata-katanya taktis :)

  9. 9 CJDW September 2, 2008 pukul 10:47 am

    puisi ini manis, bukan karena sengaja dimanis2kan tapi karena cahaya harapan didalamnya
    *sumpe speechless*

    amiin pak suhadi
    semoga langgeng sampe ke anak cucu

  10. 10 achoey sang khilaf September 2, 2008 pukul 11:33 am

    indah

    met jalani indahnya Ramadhan
    mohon maaf lahir dan bathin

  11. 11 ariefdj™ September 2, 2008 pukul 11:42 am

    ..puisi dari seseorang yang sudah pengalaman dengan asam garam kehidupan, emang keren ya.. :D

  12. 12 SQ September 2, 2008 pukul 8:40 pm

    Ass. Maaf bang Suhadi saya baru berkunjung. Baru punya rumah baru (lagi). Terima kasih banyak sekali sempat menaut blog saya seblumnya. Met memasuki bulan Ramadhan dan selmat berpuasa.

  13. 13 Sawali Tuhusetya September 2, 2008 pukul 11:18 pm

    puisi persembahan untuk sang istri yang bagus dan inspiratif, pak. perahu telah melempar sauh, tak ada lagi yang bisa menjadi penghalang untuk berlabuh. di sanalah tujuan hidup tertambatkan. semoga pak suhadi makin rukun dan bahagia. sukses selalu, pak.

  14. 14 Abeeayang™ September 3, 2008 pukul 12:18 am

    suit…suit….semogah sakinah mawadah warahmah…amien…..met puasa pak………..

  15. 15 1nd1r4 September 3, 2008 pukul 9:51 am

    Amien, semoga keluarga pak Suhadi selalu menjadi kel. sakinah,mawaddah dan warohmah :-) salam buat keluarga. Perasaan yang tulus dan dalam tertuang dalam bait-bait kata….salut!

  16. 17 Daniel Mahendra September 4, 2008 pukul 12:51 am

    Aih! Betapa beruntungnya sang istri memiliki suami seperti Suhu. Aku iri! Sungguh iri! :)

    (aku belum melempar apa-apa…)

  17. 18 Zulmasri September 6, 2008 pukul 10:07 pm

    Puisi yang bagus Pak Suhadi. Pilihan katanya juga tertata. Selamat….

  18. 19 wyd Oktober 6, 2008 pukul 11:25 pm

    hobi nulis puisi, pak? meski bukan guru bhs indonesia, saya kasih acungan jempol buat puisinya. pilihan kata yang pas… maknyus gitu loh… :)


Tinggalkan Balasan




Suhadi

Seorang guru IPA SMP di Kalimantan Selatan, yaitu SMP Negeri 4 Amuntai. Seorang lifelong learner, yang tak mau dihambat oleh rasa malu untuk memulai belajar sesuatu walaupun kata orang sudah terlambat dan tak mau dirintang oleh keterbatasan. Seorang pejuang (InsyaAllah), untuk menjadi seorang yang selalu berguna untuk orang lain, keluarga, dan diri sendiri.
Suhadi mengucapkan terimakasih atas kunjungan Anda di Suhadinet. Jangan lupa kembali lagi untuk melihat tulisan-tulisan terbaru.

Secondary  Blogs - Blog Catalog Blog Directory
Add to Technorati Favorites
free counter
free counter


Sudah diklik oleh:

  • 197,094 pengunjung

Kategori

RSS Penganyam Kata

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Catra (Rang Mudo)

 

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930