Author: Suhadi
Menurut saya, guru yang baik adalah guru dapat mengidentifikasi tujuan pembelajarannya dengan baik, kemudian menggunakan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran tersebut.
Untuk berhasil pada kedua hal di atas guru harus menyiapkan contoh-contoh yang akan membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang topik yang disajikannya. Guru juga harus memicu siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang dilakukannya.
Siswa akan ikut terlibat secara aktif dan akan memberikan engagement time jika guru membantu mereka dengan memberikan orientasi positif dan proaktif berdasarkan kepercayaan dan keyakinan sang guru bahwa seluruh siswa akan dapat berhasil dalam pembelajaran tersebut. Selanjutnya guru juga harus mempunyai rasa tanggungjawab agar seluruh siswanya dapat mencapai potensi maksimum mereka masing-masing.
Guru yang baik menunjukkan adanya karakteristik penting yang sangat esensial untuk memicu suatu iklim kelas yang dapat meningkatkan belajar dan motivasi siswanya. Karakteristik esensial ini misalnya, guru harus memiliki antusiasme, kehangatan dan empati, serta pengharapan positif terhadap siswanya.
Guru yang memiliki antusiasme sangat perduli dengan apa yang sedang mereka ajarkan dan menjelaskan kepada siswa-siswanya bahwa apa yang sedang mereka pelajari saat itu adalah suatu hal yang sangat penting. Guru dapat menunjukkan adanya antusiasme terhadap pelajaran dengan menggunakan suara, mata, gerak tangan, gerak tubuh.
Guru yang memiliki kehangatan dan empati akan dengan serta merta memberikan salam, menyapa kepada siswa-siswanya saat pertama kali melangkah memasuki ruang-ruang kelasnya. Atau bahkan menunjukkan kehangatan dan empati saat meminta Anita mengambil kapur atau menghapus papan tulis. Kehangatan seorang guru dapat didemonstrasikan dengan kepedulian terhadap siswa dan benar-benar menganggap bahwa siswa juga ‘manusia’. Guru yang mempunyai empati akan serta merta memahami perasaan siswanya, bagaimana pandangan atau pola pikir siswanya.
Adalah sulit menjadi guru yang baik jika kita tidak perduli dengan siswa-siswa kita. Siswa mungkin dapat menerima perbedaan kepribadian setiap guru yang mengajar mereka, akan tetapi iklim dan aura kelas yang negatif yang diciptakan oleh guru yang tak ber-hati (tidak memiliki antusisme terhadap pelajaran yang diajarkannya, tidak memiliki kehangatan dan empati terhadap siswa-siswanya).




saat ini sedikit sulit mencari guru yang baik dalam berbagai aspek.
to ayaelectro
tullll…
sangat jarang ditemui guru yang benar2 menjadi seorang “guru” sekarang.
dimanakah engkau sang guru ideal itu???
to Catra
Di mana ya?
hmm.. saya lebih suka menyebut anda pendidik bukan guru. lebih pas rasanya
to Mas/Pak Kun
Ah Bapak bisa aja (tersapu-sapu)…jadi malu….Bapak pandai menyenangkan hati orang. Saya jadi teringat…..siapa ya… seorang teman yang sangat bijak. Kata-katanya selalu menyejukkan. Persis Anda.
sampai sekarang (sebagai murid) saya belum bertemu dengan guru yang dapat dikatakan “baik” dari segala aspek. Yahh,, begitu lah manusia, Manusia yang Sempurna, Sifat manusia, Pelajar malas Belajar?.
to t4rum4
susah pasti nemu yang ideal…,
tapi mudah-mudahan Mas dah pernah ketemu yang paling tidak mendekati ideal..
guru favorit-lah paling tidak
askm….saran dan masukan yang sangat membangun.terimaksih